Headline News

header-int

11-4-2018 : Strategi Menjelang Fajar

Rabu, 11 Apr 2018, 07:52:06 WIB - 26 | Ir. Erizon, M.T

Pemerintahan Kesultanan Aceh makin berkibar dalam menguasai perdagangan Selat Malaka. Pantai Timur hingga pelabuhan Deli sudah berada dalam kekuasaan kesultanan Aceh. Sultan Firmansyah makin memperkuat kekuasaannya dengan dukungan tak terbilang dari Purti Dewi. Namun intrik di antara pangeran tidak pernah padam dalam lingkungan istana. Untuk memberi rasa aman,  Putri Dewi menugaskan sepuluh orang prajurit Inderapura di sekitar Sultan Firmansyah.

Berkat pendekatan yang tak pernah henti dan meyakinkan dari Pangeran Darul Kamal terhadap Sultan Firmansyah, akhirnya putranya, Pangeran Indra Bangsa diangkat menjadi Kepala Logistik Prajurit Kesultanan Aceh, menggantikan kedudukan sultan yang selama ini diembannya ketika masih belum dinobatkan menjadi Sultan. Penunjukan ini mendapat tanggapan dingin dari Putri Dewi, yang menginginkan agar dipercayakan kepada orang yang teruji kepatuhannya terhadap sultan.  Bahkan Putri Dewi mengusulkan kepada Sultan agar diberikan saja kepada salah seorang Panglima Kerajaan. 

Sebetulnya Tuo Kambang pernah mengusulkan kepada Sultan agar Pangeran Buyung saja yang mengendalikan logistik, namun  karena banyak saran dari para pangeran dan berbagai pertimbangan akhirnya Sultan memberikan kepercayaan kepada Pangeran Indra bangsa. Tujuan Sultan untuk merebut hati pangeran Darul Kamal, yang di kalangan para pangeran sangat berpengaruh karena umurnya yang sudah tua.

Dengan kedudukan Pangeran Indra Bangsa yang luas dan besar terhadap logistik, secara pelan pelan, banyak perwira dan panglima kerajaan yang mulai dekat dengannya. Pangeran Indra Bangsa mudah bergaul. Berbeda dengan ayahandanya, Pangeran Darul Kamal, yang pendiam dan agak menakutkan karena tidak banyak bicara, Pangeran Indra Bangsa lebih ceria dan suka berdiskusi dengan berbagai kalangan. Dia pandai mengambil hati para panglima dengan memenuhi kebutuhan kebutuhan prajurit secara cepat. Pangeran Indra Bangsa juga dengan mudah menempatkan telek sandi pribadinya dalam lingkungan tempat tinggal Sultan.   

Ada dua orang telek sandi Pangeran Indra Bangsa yang ditempatkan dalam keluarga dekat Sultan, tanpa diketahui oleh Putri Dewi. Mereka selalu melaporkan kepada Pangeran Indra Bangsa tentang berbagai informasi yang mereka peroleh di istana Sultan.  “Pangeran, hamba dengar tadi malam ada diskusi yang sangat rahasia, antara Tuo kambang dengan beberapa orang prajurit Inderapura dan Putri Dewi”, kata salah seorang telek sandi yang ditempatkan di rumah Putri Dewi. 

“Kira-kira masalah apa?”, desak pangeran Indra Bangsa.

“Tuo kambang memberi saran agar para pengeran segera disingkirkan dari istana, dan para pangeran ditempatkan di daerah-daerah bawahan. Kata Tuo kambang, Strategi ini ditujukan agar para pangeran tidak memiliki akses terhadap kekuasaan di Istana ”.

“Apa tanggapan Putri Dewi?” sela Pangeran Indra Bangsa.

“Putri Dewi sangat setuju, bahkan akan mendesak Sultan agar segera dilaksanakan. Kalau hamba perhatikan, peran Tuo kambang begitu mewarnai kebijakan-kebijakan Sultan melalui Putri Dewi”.

Pangeran Indra Bangsa mengangguk-angguk, dan berkata “O yaa.. Begitu tanggapan Putri Dewi? ”

“Yaa..Tuan”. Kemudian Pangeran Indra Bangsa meminta telek sandi kembali bertugas. Pangeran memandang ke luar. Lalu berdiri di depan teras kediamannya. Memandang langit kelam. Dan melangkah.

Tengah malam itu juga, Pangeran Indra Bangsa menyampaikan informasi rahasia ini kepada ayahandanya, Pangeran Darul Kamal. Membicarakan apa yang harus dilakukannya. Setelah menerima banyak arahan dari ayahanndanya   dan memperoleh dukungan agar segera dilakukan  penyingkiran terhadap Tuo Kambang. Upaya ini dilaksanakan dengan sangat rahasia, dan akan langsung dipimpin oleh Pangeran Indra Bangsa. Hal ini dilakukan supaya ada kejutan terhadap tindakan tindakan Putri Dewi yang menurut telek sandi sudah sangat mempengaruhi kebijakan Sultan.

Besok malam, beberapa orang prajurit asal Meulaboh yang tidak banyak dikenal dan sangat dekat dengan Pangeran Indra Bangsa sudah berkumpul di salah satu rumah dekat mesjid Baiturahmah. Prajurit ini adalah prajurit penjaga gudang pangan di Ulele, tapi sudah sangat terlatih, dan pernah beberapa kali masuk istana. Mereka juga sudah mengenal wajah Tuo Kambang.

Perintah Pangeran Indra Bangsa adalah  tangkap Tuo kambang tanpa diketahui orang lain. Sasaran adalah bagian istana tempat tinggal Tuo kambang dan beberapa prajurit asal Inderapura. Mereka akan menculik Tuo kambang, dan segera mengirim kembali ke Inderapura dengan kapal perang besok paginya.

“Kalian semua bawa rencong dan pedang pendek. Pergunakan jika amat terdesak tanpa meninggalkan jejak. Tapi kalau bisa diikat dan tak gaduh, itu lebih baik”, demikian perintah pangeran Indra Bangsa.

“Siap Tuan”, jawab mereka serentak.

“Nanti kalian masuk lewat pintu samping kiri komplek istana, di belakang kediamanku. Pintunya sudah tidak terkunci. Menyelinap lurus lewat lorong antara rumah ku dengan pagar komplek istana. Jika ada yang mencurigakan masuk saja ke rumah ku. Ayahku ada berjaga jaga di dalam rumah. Setelah itu belok ke kanan, dan rumah yang di depannya ada pohon kelapa rendah dua batang, di sanalah tempat tinggal Tuo kambang, dengan beberapa prajurit asal Inderapura. Aku akan mengikuti kalian dari belakang”.

“Ya Pangeran, kita siap”, jawab mereka semua.

“Tuo Kambang, menurut kabarnya seorang pesilat tangguh. Jangan dilawan gerak silatnya. Lakukan gerakan kalian saja. Dan pukul kaki atau tangannya dengan tongkat yang ku berikan ini. Jika terdesak dan gaduh, bunuh saja”.    

Tepat menjelang subuh, mereka telah bergerak menuju komplek Istana Darud Dunia. Hanya beberapa saat mereka telah mencapai pintu masuk, seperti yang diarahkan Pangeran Indra Bangsa. Bersambunbg.....

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2018 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube