Headline News

header-int

12-2-2018 : Kerajaan Inderapura, masa lalu kejayaan masyarakat pesisir

Selasa, 12 Feb 2018, 08:46:02 WIB - 251 | Ir. Erizon, M.T

Dalam beberapa hari ke depan kita akan mengulas tentang kehebatan kerajaan Inderapura di masa lalu, sebagai bagian dari kisah nyata potensi ekonomi dan budaya rakyat Pesisir Selatan. Adalah disebabkan kekayaan dan kehebatan Pesisir Selatan - lah, maka banyak bangsa bangsa dunia datang ke Pesisir Selatan untuk mencekeram sebagai daerah bawahannya. Ulasan ini akan dibumbui sedikit fiksi di samping non fiksi, agar enak dibaca. Akan ada nama-nama tambahan sebagai bumbu penyedap dan tokoh yang sebenarnya, sebagai upaya untuk menggali fenomena kehebatan masa lalu. Selamat menikmati...

Inderapura berjarak sekitar 182 km dari Padang, atau sekitar 111 km dari Painan. Inderapura berasal dari kata sanskerta, yang bermakna kota raja. Atau kota para raja. Kota tempat tinggal raja, putri dan para bangsawan. Menjadi seberkas cahaya harapan di pesisir barat, di tengah kehidupan masyarakat yang mulai porak poranda oleh perampok, bajak laut, dan kelompok-kelompok penguasa tua silek, seperti halnya gangguan kelompok Harimau Tambun Tulang di daerah darek, dan kelompok bajak laut simata satu dari arah pesisir Bengkulu. Gangguan keamanan sudah sangat meresahkan. Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran yang luar biasa, karena intrik istana yang tak berkesudahan. Demikian juga kerajaan Darmasraya di pedalaman juga sudah mulai lemah, ketika kekuatan Raja Kartanegara dari Jawa mengeksploitasinya sebagai penyangga dari serangan Tentara Mongol di utara.

Kerajaan Inderapura berdiri pada tahun 1347 Masehi, hampir bersamaan dengan berdirinya kerajaan Pagaruyung oleh Adityawarman, salah seorang panglima angkatan laut majapahit, anak dari Dara Jingga, putri bangsawan kerajaan Darmasraya. Tepatnya setelah 54 tahun Sangrama Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit di sekitar desa Tarik di Pulau Jawa, atau pada tahun 1293 masehi. Makanya, sering juga disebut bahwa Kerajaan Inderapura, adalah Kerajaan Pagaruyung ujung, walaupun masing-masing berdiri sendiri.

Kerajaan Inderapura memiliki pasukan berkuda, pasukan perang darat, pasukan perang di laut, adminsitarasi pemerintahan yang baik, serta barisan istana yang megah. Kerajaan ini pada masa jayanya meliputi wilayah pantai barat Sumatera dari Padang hingga sungai hurai di selatan. Bebarapa kerajaan kecil bawahannya, seperti Padang, Sungai Nyalo, Airpura, dan Muko muko harus membayar upeti tahunan sebagai tanda sebagai daerah bawahan kerajaan.

Pasukan berkudanya, atau yang sekarang dikenal sebagai pasukan kavaleri, dikenal tangguh dan memiliki kuda kuda besar dan tegap. Tentaranya terlatih. Memiliki teknik olah kanuragan yang tinggi. Mentor pelatih didatangkan dari Kesultanan Aceh dan guru-guru silat tua di pesisir. Pasukannya bisa dengan cepat melintas sampai ke Kerinci untuk mengamankan jalur perdagangan rempah hingga sampai ke pelabuhan Muara sakai. Dan dengan segera pula dapat mencapai Muko-muko untuk menyatakan bahwa Muko- muko adalah bagian tak terpisahkan dari jalur perekonomian Inderapura.

Demikian pula kapal kapal angkatan laut Kerajaan Inderapura banyak bersandar di Muara Batang Arau, Padang untuk menghalangi ekspansi musuh dari utara, dan sekaligus mengamankan jalur perdagangan pesisir barat. Perwira angkatan laut kerajaan antara lain berasal dari pelarian tentara laut Kerajaan Sriwijaya yang telah lemah dan mulai memudar. Bahkan juga ada bekas pelayar Persia yang menjadi Tentara laut kerjaan Inderapura, setelah mereka berkeluarga dengan salah seorang putri kerajaan.

Kerajaan Inderapura memiliki perdana menteri dan menteri menteri. Sistem pemerintahan kerajaan Inderapura bersifat kabinet parlementer, sebagai pimpinan tertinggi adalah sultan atau raja. Dan keseharian pemerintahan dilaksanakan oleh mangkubumi atau perdana menteri, dan dibantu oleh menteri nan 20 (rangkayo nan 20) dan para penghulu, yakni 6 di hulu, 6 di tengah, dan 6 di hilir. Pada masa itu, telah ada ahli tata negara, ahli pertanian, ahli pertambangan (emas), ahli pembuat kapal, ahli astronomi, ahli militer, dan ahli perniagaan di Kerajaan Inderapura. Konon, mereka rata-rata pernah belajar di pusat pendidikan pemerintahan terkenal di Nala, India, dan Pagaruyung. Bahkan banyak juga generasi muda dari pelosok pelosok kerajaan Inderapura yang belajar pengobatan dan pembuatan senjata ke Majapahit. Ada yang belajar pengobatan langsung dengan tabib terkenal Majapahit, yakni Ra Tanca pada masa Raja Majapahit, Jayanegara. Karena Jayanegara adalah keturunan Darmasraya dari Dara Petak, maka saat itu banyak putra putra dari kerajaan Inderapura yang belajar di Kota Raja Majapahit. Bersambung......

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2018 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube