Headline News

header-int

1-3-2018 : Tari Kain, Tari Penyambutan dan Pelepasan ?

Kamis, 01 Mar 2018, 08:23:47 WIB - 278 | Ir. Erizon, M.T

Setelah pertemuan usai, Tuo kambang langsung menghadap Sultan di ruang istirahatnya. Tanpa kesulitan protokol istana, Tuo Kambang langsung menghadap Sultan, karena ia memiliki hak hak istimewa sebagai penasehat senior kerajaan.

“Hamba Sultan, ingin melaporkan sesuatu. Tadi hamba mengumpulkan beberapa menteri dan pejabat senior kerajaan untuk memperjelas maksud arahan dan titah Sultan dalam pertemuan tadi. Agar tidak terjadi salah pengertian di antara sesama pejabat tinggi kerajaan yang pendapatnya tadi siang saling ber-seberangan”, kata Tuo Kambang membuka sembah kehadapan Sultan.

“Ya... adakah hadir Menteri Keamanan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Seberang Lautan? Bagaimana hasilnya, Tuo?”, desak Sultan singkat.

“Hadir mereka Sultan. Semua pejabat yang hamba kumpulkan telah dapat memahami maksud dan tujuan misi kerajaan ke Pariaman. Mereka juga sepakat untuk melaksanakan dan mengamankan titah Sultan” jawab Tuo Kambang agak pelan.

“Masih adakah yang mau disampaikan Tuo”, desak Sultan, karena memang hari sudah larut malam.

“Hamba Sultan. Ketika pertemuan akan hamba akhiri tadi, terjadi hal yang mengejutkan Sultan, yakni  tiba tiba ada tamu tak diundang dalam bentuk bayangan putih yang secepat kilat datang.  Bayangan misterius itu meleset cepat ke bumbungan istana dan menyampaikan pesan dengan suara yang bergelegar” sambung Tuo.

“Orang misterius? Apa cirinya Tuo. Dan apa pula pesannya”.

“Wujudnya tidak tampak Sultan, Cuma bayangan putih yang meleset cepat, dan hilang di bumbungan. Tapi suaranya terasa dekat.  Tadi mau hamba kejar, tapi kurang pantas karena banyak yang hadir. Lagi pula tiba tiba dengan cepat dia menyampaikan pesan yang baik untuk diteruskan kehadapan Sultan”,

 “Sampaikan Tuo”, desak Sultan.

“Dia berpesan, bahwa dia akan selalu bersama kerajaan dan Sultan, walau sekali pun Sultan tak pernah tahu akan kehadirannya. Dia mengancam siapa pun yang akan berkhianat terhadap kerajaan. Bahkan, dia juga menyampaikan akan selalu ikut berjuang bagi kebaikan kerajaan. Kelihatannya dia berilmu sangat tinggi. Cuma yang terasa heran hamba dengar  adalah bayangan misteius tadi meminta, besok waktu pelepasan misi ke Pariaman dan ke Ketaun didahului dengan doa dan tari kain, sultan”.

“Tari Kain ?”, sambut Sultan heran. Wajah Sultan tegang. Keningnya berkerut, berfikir keras. “Kenapa harus tari kain?”. Pikiran Sultan menerawang jauh ke masa lalu. Ketika Sultan berumur sekitar 15 tahun, saat masih sangat muda, dan  Sultan belum berangkat ke Malaka untuk sekolah.

Saat itu ada seorang punggawa kerajaan yang tinggi ilmu olah kanuragannya. Pria tampan berumur sekitar 30 tahun. Berambut panjang yang selalu diikatnya ke belakang. Kulitnya bersih. Berasal dari daerah utara. Kata banyak orang beliau berasal dari Painan. Pesilat tangguh, khususnya aliran silat buaya lalok dari Bayang. Di samping beliau ahli dalam silat dan olah kanuragan, tapi juga berbakat seni tari dan randai. Menurut banyak prajurit, dia bersama beberapa  punggawa kerajaan menciptakan Tari Kain, yang dia persembahkan khusus untuk penyambutan tamu raja dan pelepasan pasukan pergi berperang.

Sultan terus merenung. Menerawang jauh. Mungkin orang misterius itu mengingatkan kerajaan, pikir sultan sambil mengelus-ngelus jenggotnya. Sultan menyadari bahwa sudah lama kerajaan tak lagi menyelenggarakan kegiatan kegiatan budaya. Padahal di masa lalu kerajaan memiliki budaya dan seni yang tinggi. Hari hari Sultan disibukan dengan urusan urusan  perdagangan dan kegiatan pembangunan lainnya, sehingga kerajaan tak pernah lagi mengadakan kirab atau pentas budaya. Barangkali sudah banyak orang yang tidak tahu dengan Tari Sikambang, Tari Betan dan Tari Kain.

 Tari kain adalah tari yang dihimpun dari gerak kaki yang sulit silek buayo. Kemudian dipoles dengan langkah-langkah indah dengan mempergunakan selembar kain panjang. Gerakan kaki merendah dan tangan melebar seperti menolak sesuatu dengan selembar kain panjang menyelimutinya. Pandangan mata penari tetap waspada. Gerakan ini diiringi dengan kekuatan batin dan sakral sehingga akan mempesona bagi yang menyaksikannya.

Di samping gerakan tari yang indah, biasanya di balik kain para penari menyimpan atau diujung kain akan dipersenjatai dengan senjata tajam untuk menyikat musuh, jika tiba tiba musuh menyerang. Makanya tari kain banyak ditampilkan ketika menerima tamu raja atau ketika tentara mau berangkat berperang agar prajurit tetap waspada dalam keadaan gembira sekali pun.

“Ah, ini pasti...tapi kalau beliau tentu sudah sangat tua. Dan lagi pula menurut berita, orang tua itu bersemedi di Puncak Gunung Linggo. Dekat sebuah mata air dan batu besar. Kelak akan kucari beliau”, kata Sultan pelan.

“Siapa Sultan ? Sultan kenal dengan orang misterius tadi?”, bisik  Tuo kambang agak membungkuk  mendesak Sultan.

“Ya.., Tuo Kambang. Mungkin saya ingat dan mulai meraba raba ingatan di masa lalu. Barangkali bayangan misterius itu adalah   Malin  Magek gelar Tuo Rajo Dilauik. Jika memang beliau, umurnya saat ini diperkirakan sudah mencapai 80 tahun. Dia orang yang banyak berperan dalam membela kepentingan kerajaan di masa lalu. Dia juga salah satu orang yang ikut menciptakan kreasi tari kain bersama punggawa lainnya”, jelas Sultan sambil melihat jauh ke depan.

“Besok kita tampilkan Tari Kain, Tuo”, sambung Sultan.  

“Untuk besok pagi tadi hamba telah minta Rangkayo Rajo Bungsu, Menteri Seni  mempersiapkan Tari Kain untuk pelepasan misi, Sultan”,

“Iyalah Tuo. Besok kita sambung lagi. Hari sudah sangat larut”, pungkas Sultan. Mereka bersalaman dan Tuo Kambang pamit kembali ke tempatnya.

Menjelang dini hari, seluruh kebutuhan  kapal kapal yang akan diberangkatkan telah selesai. Menteri Keamanan dan Menteri Urusan Pangan datang memeriksa segala sesuatu kebutuhan dan barang perlengkapan yang dibutuhkan selama perjalanan. Menteri Urusan pangan juga memeriksa jumlah dan jenis barang yang akan di sumbangkan kepada Panglima Angkatan Laut Aceh di Pariaman, termasuk beberapa bungkus rendang lokan.

Besok Pagi, Sultan akan melepas keberangkatan. Direncanakan menjelang matahari tegak, upacara pelepasan akan dilakukan. Dan di saat matahari tegak lurus dengan bayangan, kapal sudah berangkat. Bersambung .....

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2018 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube