Headline News

header-int

19-4-2018 : Sultan Terbunuh, Pangeran Buyung Menjadi Sultan

Kamis, 19 Apr 2018, 10:55:26 WIB - 149 | Ir. Erizon, M.T

Walau jumlah prajurit pengawal istana sedikit, yang intinya merupakan prajurit Inderapura, tapi karena mereka memiliki teknik beladiri yang tinggi banyak penyerang yang bisa dilumpuhkannya. Mayat-mayat penyerang berseragam hitam bergelimpangan bersimbah darah. Dan beberapa prajurit Inderapura juga tewas tertikam rencong. Namun karena jumlahnya kalah banyak akhirnya penyerang dapat memasuki kediaman pribadi Sultan. Mereka menyerbu langsung ke kediaman Sultan, mencari Putri Dewi dan Sultan. 

Membabat siapa saja yang mereka temui. Bahkan pembantu Sultan yang merupakan orang yang dipekerjakan oleh Pangeran Indra Bangsa, sebagai telek sandi juga tertikam rencong. Beberapa prajurit penjaga yang sudah mundur ke dalam istana dan pihak penyerang juga banyak yang tewas. Perang tanding satu lawan satu, atau satu lawan dua menimbulkan kegaduhan yang sudah membabi buta. Kadang saling keroyok. 

Sementara Sultan sendiri ketika hendak menyelamatkan diri ke dalam sebuah kamar rahasia di bagian belakang istana juga terkena tusukan rencong dari seorang penyerang. Luka yang cukup dalam di bagian pinggang beliau mengeluarkan banyak darah. Seketika Sultan terkulai lemah dan tewas bersimbah darah.  Namun Putri Dewi dapat menyelamatkan diri terlebih dulu ke kamar rahasia. Menjelang fajar semua penyerang menghilang bagaikan di telan bumi. Dan prajurit kesultanan datang terlambat tanpa dapat memberikan perlawanan.

Suasana gaduh pagi itu telah membuat lingkungan istana menjadi hiruk pikuk. Banyak mayat bergelimpangan. Ada yang tertusuk rencong, dan ada juga yang tewas dengan luka ternganga, bekas sobekan pedang. Panglima kesultanan langsung bergerak bersama anak buahnya menyisir istana dan sekitarnya. Namun tidak menemui satu pun  para penyerang. Hanya beberapa jejak ke luar dan menghilang di jalan raya menuju pelabuhan.

Sebagian prajurit segera masuk ke dalam istana Sultan, dan mereka menemui mayat Sultan yang tergeletak di bagian tengah ruang Istana. Mayat prajurit dan penyerang segera dikumpulkan untuk dikebumikan.  Suasana begitu mencekam. Para pangeran, termasuk Pangeran Indra Bangsa  dan pejabat istana segera berkumpul di Istana kediaman Sultan. 

Putri Dewi yang selamat dari serangan malam itu, keluar dari kamar rahasia. Menangis sambil dengan cepat memeluk tubuh Sultan yang bergelimangan darah. Panglima menyabarkan Putri, agar tidak terlalu menuruti perasaan sedih. Namun Putri tetap menangis sambil memegang tangan Sultan.

Panglima  mengkoordinasikan penyelenggaraan seluruh kurban yang ada, baik dari pihak penyerang maupun dari pihak prajurit. Sultan dan prajurit dikuburkan di pemakaman Kesultanan, sementara penyerang di pemakaman umum.

Para pejabat Istana maupun Pangeran sepakat agar kasus ini betul betul diusut tuntas. Panglima menyerahkan tugas penyelidikan kepada Pangeran Indra Bangsa untuk menjadi pimpinannya. “Pangeran, laksanakan penyelidikan secepatnya. Dan cari siapa dalang perbuatan ini. Segera laporkan kepada kami dalam sidang dewan istana”.

“Yaa kami laksanakan segera Panglima. Hamba pikir sebaiknya juga segera kita sepakati untuk menobatkan Sultan baru agar roda pemerintahan tidak terganggu, dan rakyat juga merasa aman”, balas Pangeran Indra Bangsa, seperti merasa tidak terlibat sama sekali. Diam diam Pangeran Indra Bangsa merasa menang dan akan dapat dengan mudah melaksanakan tujuannya.

Bahkan Pangeran Indra Bangsa memiliki siasat yang sangat halus dengan cara  mengusulkan kepada Putri Dewi agar Pangeran Buyung segera dinobatkan menjadi Sultan. Pada hal ini hanya akan membuat kebencian para pejabat istana makin besar terhadap Putri dewi, karena sulit mereka menerima Sultan yang bukan keturunan para Sultan terdahulu. Sebuah taktik : menangkap ikan dalam air dangkal yang keruh.   

Setelah upacara pemakaman Sultan selesai, sore itu juga disepakati bahwa pemerintahan harus tetap jalan. Sedangkan untuk kelanjutan kesultanan atas usul Pangeran Indra Bangsa, para pejabat dan pangeran yang masih ada di istana, sepakat untuk menyerahkan penunjukan Sultan kepada Putri dewi, apakah anaknya yang masih berumur 4 tahun atau adiknya Pangeran Buyung. 

Besoknya Putri Dewi dalam sidang petinggi kesultanan menunjuk Pangeran Buyung menjadi Sultan kesultanan Aceh. Banyak yang setuju, namun banyak juga yang tidak sepakat, tapi tidak terang terangan.  Diam-diam Pangeran Indra Bangsa merasa puas dan berhasil dengan taktik dan srateginya.

Pada bulan kedua setelah peristiwa penyerangan itu, Pangeran Buyung dinobatkan sebagai Sultan.  Setelah penobatan Pangeran Buyung, esoknya Putri Dewi berangkat ke Inderapura. Beliau sudah rindu dengan kampung halamannya. Putri Dewi juga ingin melepas lelah atas kejadian kejadian yang dialaminya selama di Ulele. Putri Dewi membawa putra tunggalnya yang masih berusia 4 tahun berangkat meninggalkan Ulele dengan dua buah kapal kerajaan bersama sebagian prajurit Indrapura yang masih hidup dan para pembantu beliau di Istana. Hanya tinggal 8 orang prajurit Inderapura di Ulele yang akan menjadi pengawal Sultan Buyung, di samping pasukan kesultanan Aceh yang ditugaskan menjaga Istana kesultanan Aceh.

Putri Dewi berjanji dengan Sultan Buyung bahwa beliau hanya akan tinggal di Inderapura selama beberapa bulan purnama, dan setelah itu akan kembali ke Ulele dengan meminta kepada ayahandanya, Sultan Indrapura, tambahan prajurit yang menyertainya. Bersambung .....

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2018 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube