Headline News

header-int

2019 Nagari Painan Selatan Tetap Fokus Pengembangan Usaha Batok Kelapa

Kamis, 13 Des 2018, 05:08:43 WIB - 44 | Okis Mardiansyah
2019 Nagari Painan Selatan Tetap Fokus Pengembangan Usaha Batok Kelapa

Pesisir Selatan - Pemerintah Nagari Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, awal 2019 mendatang tetap fokus kepada pengembangan usaha kerajinan tangan dari batok kelapa untuk pemberdayaan masyarakat.

Wali Nagari Painan Selatan, Martodi, menyebutkan, sebelumnya sebanyak Tujuh pemuda asal nagari tersebut, berkesempatan terbang ke Kampung Santan, di Yogyakarta. Mereka mendapatkan pelatihan membuat kerajinan tangan dari batok kelapa selama 10 hari, dengan anggaran sekitar Rp64 juta.

"Sepulang dari sana, mereka memiliki keterampilan tangan sebagai perajin batok kelapa. Hal itu dibuktikan dengan adanya sertifikat yang diberikan oleh perajin Kampung Santan, Yogyakarta," katanya.

Ia menyebutkan, usaha kerajinan tangan yang saat ini sudah jadi yakni, tempat tisu, cangkir, mainan kunci, celengan dan sejumlah aksesoris lainnya. Bahkan, untuk pasar kata Martodi, pihaknya sudah memiliki jaringan hingga luar negeri, seperti China, Thailand, Jepang, Singapura dan Malaysia.

"Berapapun jumlah yang diantarkan, mereka siap untuk menampung. Tinggal kitanya lagi kapan bisa produksi," ucapnya.

Menurut Martodi, Kabupaten Pesisir Selatan, sangat potensial dikembangkan usaha batok kelapa. Sebab, daerah itu termasuk penghasil kelapa terbanyak di Sumbar. Sehingga persoalan bahan batok kelapa yang menjadi kebutuhan dasar, tidak akan sulit untuk didapatkan.

"Sebanyak 7 orang tersebut, saat ini masih dibawah binaan nagari. Sebab, BUMNag belum jalan. Sementara untuk produksi banyak bahan lokal untuk diolah. Jika berkembang pesat, maka bisa dijadikan home industri untuk membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, santannya juga bisa dijual kepasaran," ujarnya.

Ia berharap, jika usaha kerajinan batok kelapa itu berkembang dengan baik. Maka kepada tujuh pemuda tersebut, agar dapat melatih dan membina masyarakat lainnya. Artinya, akan banyak bermunculan perajin-perajin batok kelapa di Pesisir Selatan.

"Apalagi Pessel, merupakan salah satu tujuan wisata yang ada di Sumbar. Jadi, dengan adanya kerajinan tangan sebagai oleh oleh khas daerah, maka semakin baik pula untuk promosi pariwisata," tuturnya.

Martodi menyebutkan, alasan mengapa memilih Tujuh orang pemuda tersebut, karena sebagai langkah awal memerlukan jumlah peserta yang benar-benar tertarik untuk dunia kerajinan. Selain itu, mereka berkomitmen bakal menerapkan ilmu pengetahuan kerajinan batok kelapa, serta akan turut melatih dan membina masyarakat lain untuk menjalankan kerajinan yang sama.

"Dengan adanya usaha kerajinan di tingkat nagari, akan mampu menyerap program yang terdapat di Kementerian Desa, misalnya melalui Dana Desa yang ada di setiap nagari akan mendukung para perajin batok kelapa di Pesisir Selatan," ucapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya usaha kerajinan batok kelapa itu, maka 2019 mendatang, Nagari Painan Selatan akan membeli sejumlah alat produksi, masing masingnya 2 unit, seperti alat pemotong, mesin amplas, mesin santan, dan sebagainya dengan anggaran sekitar Rp60 juta.

"Sebenarnya study banding koperatif sudah kami laksanakan pada 2017, namun saat itu hanya sebatas melihat lihat saja. Dan sekarang 2018 baru terlihat hasilnya," katanya.

Selain itu, lanjut Martodi, usaha kerajinan batok kelapa tersebut, dipastikan turut meningkatkan ekonomi masyarakat dibidang perkebunan, terutama yang memiliki kebun kelapa. Sebab, kebutuhan pokok batok kelapa akan meningkat, apabila usahan kerajinan tangan berjalan dengan baik.

"Bahkan, akses jalan menuju lahan perkebunan masyarakat akan turut berdampak baik, karena perlu adanya pembukaan jalan baru. Anggarannya nanti akan ditopang oleh Dana Desa sekitar Rp194 juta. Bahkan, total anggaran nagari yang kami terima pada 2018 ini, ADD Rp466 juta dan DD Rp740 juta," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Hendrajoni, mengatakan, Pemkab Pessel, tentu akan mendukung penuh perkembangan perajin batok kelapa di daerah tersebut. Menurut bupati, hal yang bisa dibantu paling dekat ialah promosi, karena di kawasan wisata Pantai Carocok Painan, memiliki tempat yang bagus untuk memasarkan produk-produk kerajinan tangan tersebut.

"Saya berharap, kedepan usaha kerajinan batok kelapa ini tidak hanya terpusat di Painan saja. Tetapi juga berkembang ke berbagai nagari yang ada di Pesisir Selatan. Sebab, daerah kita sepanjang pantainya memiliki pohon kelapa, tentu sangat mudah mendapatkan bahan dasarnya," tutur bupati. (15)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2019 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube