Headline News

header-int

24-2-2018 : Keteguhan Hati Yang Bertanggung Jawab

Senin, 26 Feb 2018, 08:32:52 WIB - 162 | Ir. Erizon, M.T

“Saya tidak yakin akan sampai sejauh itu, Rangkayo Rajo Prang. Menurut perkiraan dan hitung hitung pemahaman saya, target mereka hanya sampai di Pariaman saja”, kata Menteri Dalam Negeri dengan teguh.

“Jika diizinkan dan dipercayai Sultan untuk menjadi utusan. Hamba yang akan bertanggung jawab dan memimpin utusan Sultan berlayar ke Pariaman. Tadi hamba dengar  titah Sultan, bahwa yang menjadi Panglima Perang Kerajaan Aceh di Pariaman adalah Habibulah.  Hamba pernah bersahabat dengan Tengku Habibulah ketika tinggal belajar di Malaka ”, pungkas Menteri Seberang Laut.

Semua mata hadirin tertuju kepada Menteri Seberang laut, mendengar bahwa mereka adalah dua sahabat. Penjelasan Menteri Seberang Laut memberi harapan baru akan pola hubungan dan persahabatan antara Aceh dan Kerajaan Inderapura. Tentu akan ada diplomasi yang saling menguntungkan. Hal ini sesuai pula dengan tugas pokok Menteri Sebarang Laut, yang antara lain bertugas melakukan diplomasi untuk perdamaian dengan semua negara sahabat.

“Ooyaa..? jadi kalian bersahabat ? bagus. Alhamdullillah. Kalau begitu, Rangkayo Malintang Bumi, saya minta mempersiapkan diri. Pimpin rombongan untuk berangkat menemui Panglima Habibulah ke Pariaman. Malam ini berangkat segera. Lakukan diplomasi dengan saling menghormati. Saya harap tetap dalam rangka penguatan kerajaan, dan kesejahteraan rakyat kerajaan tanpa harus merendahkan diri dihadapan negara luar kawasan. Saya minta menteri keamanan siapkan 3 buah kapal dengan 60 orang prajurit pilihan sebagai rombongan Menteri Seberang Laut. Tidak usaha berpakaian prajurit. Cukup dengan berpakaian biasa saja. Tapi tetap waspada”, titah Sultan.

“Semua titah hamba laksanakan Sultan,” jawab Menteri Keamanan singkat. 

“Terimakasih Sultan atas kepercayaan ini. Akan hamba laksanakan dengan sebaik baiknya. Hamba mohon kehadapan Sultan,  Mantri pelabuhan Tan Baro Hitam ikut bersama rombongan yang akan hamba pimpin. Nanti Tan Baro akan hamba tugaskan untuk pendamping hamba dalam berhadapan dengan Panglima Habibulah ”, mohon Malintang Bumi.

“Ya silakan Malintang Bumi. Kepada Menteri Urusan Pangan dan perbekalan saya perintahkan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan’” perintah Sultan.

Dan sebelum pertemuan diakhiri, dimana semua yang hadir telah sepakat dengan titah Sultan, Menteri keamanan meminta persetujuan Sultan untuk mengirimkan 3 buah kapal dengan 60 orang prajurit ke Ketaun guna mengawal kedatangan kapal yang membawa meriam dari Malaka, serta 3 buah kapal dengan 60 orang prajurit diplomasi ke Pariaman, yang akan langsung dipimpin Menteri seberang Lautan.

“Ya aku setujui semua usulan tadi. Untuk ke Pariaman, pimpinan rombongan adalah Menteri Seberang Lautan, dan untuk berangkat ke Ketaun dipimpin oleh kepala Divisi kavaleri Pusat Militer Panamban. Saya minta semua kawula kerajaan untuk tetap menyiapkan diri sesuai dengan tugas pokok masing-masing. Pertahankan negara, dan makmurkan rakyat. Bekerjalah dengan baik dan iklas”, titah Sultan.

Menjelang magrib sebelum azan berkumandang, pertemuan telah ditutup dengan doa oleh Imam Kerajaan. Matahari mulai meraba bumi, menukik ke dasar laut Samudera pantai barat. Warna merah dengan pantulan air muara pelabuhan menghias diambang sore alam luas kerajaan. Sebentar lagi malam menjemput, dengan rembulan yang mulai muncul. Seiring beduk magrib mulai dipukul bertalu talu oleh garin mesjid kerajaan, tua muda mulai menghias jalan menuju mesjid besar istana. Rapat bubar dan balik ketempat masing masing. Bersambung........

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2018 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube