Headline News

header-int

5-4-2018: Wasiat Dan Amanah Sultan

Kamis, 05 Apr 2018, 11:32:05 WIB - 79 | Ir. Erizon, M.T

Pada minggu ke-empat, hari Jumat,  setelah Sultan meninggal dunia diadakan rapat agung para pangeran dan pembesar kerajaan di istana Darud Dunia di Banda Aceh.  Diantara pangeran yang hadir, ada seorang Pangeran yang tinggi besar, berkumis tebal, berpakaian hitam-hitam, dan membawa seorang anak yang mulai beranjak remaja. Jalan dan gaya bicaranya pelan tapi tegas. Namanya Pangeran Darul Kamal, dan anak yang di sampingnya adalah Pangeran Indra bangsa.

Tepatnya sekitar akhir  bulan Januari tahun 1576. Pada siang setelah jumat, semua telah hadir. Rapat agung dimulai dengan terlebih dulu seorang Imam Masjid Agung membacakan beberapa ayat dari salah satu surat dalam Al-Quran. Kemudian dilakukan renungan dan doa bagi Almarhum Sultan Alaudin.

Selanjutnya, perdana menteri akan membacakan pesan dan amanat Sultan Alisyah, yang ada dalam kertas yang masih tertutup rapat dan belum dibuka. Perdana Menteri membuka surat itu dan membacakan dengan jelas dan tegas agar dapat didengar oleh seluruh yang hadir.

“Assalamualaikuam Wr. Wb. Seluruh pangeran, penasehat kerajaan, putra-putri kerajaan, andai taulan kerajaan, para menteri, panglima kesatuan prajurit, penguasa daerah bawahan, para ahli kitab dan ahli agama, ahli hukum, semua rakyat yang aku cintai.

Hari terus berlalu, bumi terus berputar, matahari berganti bulan saling menjaga bumi, Tuhan Maha Besar tak pernah tidur, Tuhan Maha kuat selalu menjaga kita, waktu berjalan membimbing umur ku, seiring siang dan malam, akhirnya hayat harus berakhir, meninggalkan semua dan tanah rencong, ntuk  menemui Tuhan Maha Perkasa.    

Oleh karena itu, untuk kebaikan seluruh tanah rencong, bagi rakyat kerajaan yang amat terhormat ini, aku titip amanah dan pesan buat kalian semua yang hadir. Ini amanah amatlah terhormat. Ini amanah haruslah dijalankan  agar kerajaan tak harus henti di akhir hayat.  Amanah ini kuputuskan setelah  pertimbangkan dengan renungan panjang, dengan memohon petunjuk kehadiran Allah.

Ku amanahkan, sepeninggalnya aku dijemput Tuhan, estafet kesultanan Aceh   aku titip kepada Pangeran Firmansyah, yang menurut banyak pertimbangan ku, akan bisa melanjutkan pembangunan kerajaan dan mensejahterakan rakyat Aceh kelak. Demikian amanah dan pesanku untuk dilaksanakan. Assalamualaikum wr Wb.”.

Seiring dengan berakhirnya, surat wasiat yang dibacakan perdana menteri, semua diam. Menengadah ke langit langit istana. Ada juga yang mengangguk-angguk. Bersambung ....

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2018 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube