Headline News

header-int

Bawang Merah Telah Menjadi Komoditi Unggulan Pessel

Jumat, 12 Jan 2018, 08:29:25 WIB - 99 | Yoni Syafrizal

Pertanian merupakan sektor utama yang diunggulkan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah. Selain padi dan jagung, bawang merah dataran rendah termasuk salah satu komoditi yang cukup menjajikan. Tanaman itu diyakini bisa memberikan jaminan ekonomi bagi masyarakat petani, termasuk juga di daerah itu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Disnaphorbun) Pessel, Dr Jumsu Trisno kepada pesisirselatan.go.id Senin (8/1) di Painan.

Pengembangan sayuran bawang merah sebagai mana dilakukan oleh daerah itu sebagai mana saat ini, selain bertujuan menekan fluktuasi gejolak harga yang berpengaruh terhadap inflasi, juga untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan bawang merah secara merata setiap tahun.

" Berdasarakan tujuan itu, sehingga pemerintah daerah melalui Disnaphorbun mendorong petani untuk melakukan penghembangan bawang merah dataran rendah di Pessel. Salah satu bentuknya adalah melalui penyaluran bantuan bibit. Tahun 2017, luas lahan yang dikembangkan untuk tanaman ini mencapai 70 hektare. Memasuki tahun 2018, seluas 52 hektarea pula," katanya.

Disampaikanya bahwa dari 70 hektare lahan yang dikembangkan pada tahun 2017 itu, Kelompok Tani (Keltan) Mulia Holti Kencana di Nagari Koto Nan Tigo Utara Kecamatan Sutera, termasuk salah satu penerima manfaat program.

" Penyaluran program berupa bibit dengan luas 2 hektare itu dilakukan, karena Keltan Mulia Holti Kencana dinilai memiliki motivasi untuk maju, disamping juga mampu memberikan dorongan kepada petani lainya untuk tidak menelantarkan lahan sebagai mana terjadi sebelumnya," ungkap Jumsu.

Disampaikanya bahwa pemerintah daerah (Pemda) melalui Disnakhorbun Pessel terus berupaya memberikan dorongan kepada masyarakat petani agar memiliki produktivitas yang tinggi.

" Upaya itu bukan saja dilakukan melalui penyaluran bantuan alat mesin pertanian (Alsintan), tai juga melalui bantuan bibit, termasuk juga bibit bawang merah dataran rendah. Karena tanaman ini memang bisa tumbuh subur di semua kecamatan," ungkapnya.

Ditambahkanya bahwa tahun 2017, lahan seluas 70 hektare itu tersebar di sembilan kecamatan. Diantaranya, di Kecamatan Bayang Utara seluas 27 hektare, Bayang 6 hektare, IV Jurai seluas 6 hektare, Batangkapas seluas 6 hektare, Sutera 8 hektare, Lengayang 12 hektare, Ranahpesisir 2 hektare, Pancungsoal 2 hektare, dan Kecamatan Lunang seluas 2 hektare pula.

" Agar beberapa Keltan lainya yang memiliki keinginan untuk mengembangkan tanaman bawang juga bisa berkembang, sehingga memasuki tahun 2018 ini, pemerintah daerah melalui Tugas Perbantuan (TP) Provinsi juga akan menyalurkan bibit bawang merah kepada petani seluas 52 hektare. Bibit seluas 52 hektare ini, seluas 50 hektare berasal dari bawang merah umbi P2HP, dan seluas 2 hektare lagi dari biji," ujarnya.  

Sedangkan kepala bidang (Kabid) Hortikultura, Widiadary ketika dihubungi juga menjelaskan bahwa bibit yang akan dikembangkan itu, berasal dari hasil panen masyarakat.

" Jenis bawang yang dikembangkan adalah bawang merah tub tub, yang perindukanya berasal  dari bawang merah dataran rendah Brebes. untuk mendukung tercapainya program ini, pemerintah melalui TP Provinsi Sumbar mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,6 miliar," terangnya.

Lebih jauh dijelaskan bahwa selain melakukan pengadaan fasilitasi bantuan kepada petani untuk pengembangan bawang merah dataran rendah, pihaknya juga melakukan dorongan kepada petani agar melakukan budidaya.

Langkah itu dilakukan, karena Pessel memiliki potensi pengembangan bawang merah dataran rendah  yang cukup luas, yakni mencapai 2500 hektare.

" Karena potensi pengembangan budidaya bawang merah dataran rendah sangat besar di Pessel, sehingga kebutuhan ini akan bisa terpenuhi oleh petani lokal nantinya. Dikatakan demikian, sebab potensi pengembanganya mencapai 2500 hektare. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat Pessel dalam satu tahun hanya sebesar 18.750 ton. Kebutuhan itu berdasarkan asumsi permintaan konsumen setiap satu pekan pada pasar-pasar tradisional yang ada," katanya.   

Karena pada tahun 2017 kegiatan budidaya dinilai sangat baik dan diyakini bisa terus dikembangkan, sehingga memasuki tahun 2018 ini, Pessel kembali dijadikan sebagai daerah sasaran program.

" Walau saat ini bantuan yang dipastikan baru seluas 52 hektare, tapi tidak tertutup kemungkinan akan ada penambahan nantinya, baik melalui APBD provinsi, maupun melalui APBN-P," ujarnya.
 
Dikatakan lagi bahwa dengan capaian produksi yang cukup bagus sebagai mana saat ini, sehingga tidaklah berlebihan jika kedepanya Pessel akan mampu memenuhi kebutuhan sendiri, berdasarkan potensi luas lahan yang ada. (05)

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2018 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube