Headline News

header-int

Kebiasaan Balimau Dengan Cara Keliru Harus Ditinggalkan

Rabu, 16 Mei 2018, 10:20:45 WIB - 137 | Yoni Syafrizal

Kebiasaan Balimau Dengan Cara Keliru Harus Ditinggalkan

Painan, 16 Mai 2018--Kecendrungan yang dilakukan kalangan remaja setiap akan memasuki bulan suci ramadhan dengan mandi di sungai, danau maupun pantai, haruslah mulai ditinggalkan.

Imbauan itu disampaikan, sebab pola seperti sangatlah keliru dalam mengartikan makna balimau, karena bertentangan dengan ajaran Islam dan bisa menimbulkan dosa.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Ustad Asli Saad kepada pesisirselatan.go.id Rabu (16/5) di Painan.

Menghindari tradisi balimau yang keliru dalam menyambut bulan suci Ramadhan, atau yang bertentangan dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), harus mulai ditinggalkan mulai saat ini, termasuk juga di Pessel.

" Sebab bila pola itu masih terus dipertahankan oleh masyarakat, terutama bagi kalangan remaja. Maka akan sulit ditingalkan, dan terkesan seolah-olah merupakan sebuah tradisi dimasa lalu nantinya," katanya.

Dikatakanya, mandi bersama di sungai, danau atau pantai dengan bercampur antara laki-laki dengan perempuan bukan suami istri, merupakan perbuatan dosa dan sangat bertentangan dengan budaya dan ajaran agama.

Tapi sebaliknya bila tradisi balimau itu dilaksaakan sesuai dengan adat dan agama Islam sebagai mana filosofi yang dimiliki masyarakat Minangkabau ABS-SBK, maka upaya untuk mencapai kesucian sebagai mana diharapkan akan tercapai.

Sekretaris daerah (Sekda) Pessel, Erizon ketika dihubungi menyebutkan bahwa tradisi balimau yang menyimpang sebagai mana dilakukan oleh sebagian besar masyarakat terutama bagi kalangan remaja itu, hanyalah budaya ikut-ikutan yang tidak jelas maksut dan tujuanya.

" Padahal budaya itu tidaklah memberikan keberkahan, dan mala sebaliknya. Dari itu sudah sepantasnya itu ditinggalkan, dan mulailah membudayakan prosesi balimau sebagai mana dilakukan menurut adat dan budaya yang dipusatkan di nagari-nagari menurut kaum yang ada," ujarnya.

Dikatakan demikian, sebab budaya balimau paga sebagai mana dimiliki oleh masyarakat Pessel, juga dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata, disamping juga harus terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi penerus.

" Nah, jika kalangan remaja mengabaikan tradisi ini, maka dikuatirkan tradisi balimau paga ini bisa hilang ditelan zaman. Dari itu, sudah saatnya kesadaran untuk mulai meninggalkan cara balimau dengan mandi disungai dan lainya itu ditinggalkan," tutupnya. (05)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2018 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube