Headline News

header-int

Mengalir Berliku Sejernih Batang Bayang

Rabu, 03 Okt 2018, 06:51:56 WIB - 84 | Ir. Erizon, M.T

Dengan berbagai peristiwa yang dialaminya dalam demonstrasi menentang Ingris dan pendudukan tanah Palestina oleh Israel, serta liku liku kehidupannya selama di Mekah, banyak hal yang berkecamuk dalam pikiran Ilyas. Ditambah dengan berbagai buku yang makin banyak dibaca oleh Ilyas Yakub, dia mulai menuliskan semua hal yang dilihat dan dialaminya. Lama kelamaan bakat menulisnya makin terlihat, serta kemampuannya dalam berdiskusi dan berorganisasi juga semakin baik. Mengalir seperti aliran batang bayang, jernih, kadang deras, dan dilain kesempatan mengalir dengan tenang.

Setelah 6 bulan belajar di Universitas, dia mulai aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya Hizb al- Wathan (Organisasi Nasionalis Tanah air di Mesir) yang didirikan oleh Mustafa Kamal. Ilyas selalu ikut rapat-rapat dengan kawan kawannya warga Mesir, dan berbagai kalangan mahasiswa Islam yang sedang belajar di Mesir. Organisasi ini makin menumbuhkan semangat anti penjajah kepada Ilyas Yakub, baik kepada kaum penjajah di tanah air maupun di dunia arab. Tulisannya makin disenangi karena kritis dan enak dibaca, serta cara bicaranya yang lembut namun kuat intonasi pada kata-kata yang bermakna, sehingga kawan kawannya selalu mengajak Ilyas untuk mendiskusikan setiap peritiwa yang terjadi di Kairo dan sekitarnya.

Karena kepandaiannya menulis dan pikirannya yang kritis, pengaruh Ilyas Yakub semakin kuat di kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga mengantarkannya menjadi Ketua Perkumpulan Mahasiswa Indonesia dan Malaysia ( PMIM ) di Mesir. Pada waktu itu persaudaraan antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia begitu sangat dekat, baik karena bahasa serumpun, senasib karena merupakan rakyat jajahan bangsa barat, maupun karena warna kulit dan tubuh yang tidak ada bedanya.

Selain itu, Ilyas Yakub juga terpilih sebagai wakil Ketua Organisasi Sosial Politik Jam’iyat al- Khairiyah dan Ketua Organisasi Politik Difa’ Al-Wathan ( Ketahanan Tanah Air ).

Selain gerakan politik di Mesir, dia juga menggalang opini untuk peduli dengan nasib bangsanya yang dijajah Belanda. Dalam menggalang opini, Ilyas Yakub sering mengadakan rapat rapat dengan para Mahasiswa yang berasal dari Indonesia. Kesimpulan-kesimpulan rapat diulasnya menjadi artikel dan opini yang dikirim ke majalah kampus. Dalam perkembangan selanjutnhya, tulisan Haji Ya’kub juga secara aktif dipublikasinya pada berbagai Surat Kabar Harian di Kairo.

Bersama temannya sesama dari Minangkabau, Muchtar Luthfi, ia mendirikan dan memimpin Majalah Seruan Al-Azhar dan majalah Pilihan Timur. Majalah Seruan Al-Azhar adalah majalah bulanan mahasiswa, sedangkan Pilihan Timur adalah majalah Politik. Kedua Produk Jusnalistrik ini banyak dibaca mahasiswa Indonesia-Malaysia di Mesir ketika itu. Muchtar Luthfi dan Ilyas bersama-sama mengerjakan pekerjaan-perkejaan dasar dalam penerbitan majalah. Mereka ketik sendiri, cetak sendiri, dan pasarkan sendiri.

Ilyas Ya’kub dalam jurnalistrik dan politik anti penjajah di Mesir, tercium oleh Belanda ketika itu. Beberapa kali Ilyas dicari oleh agen Kolonial Belanda di Mesir, namun selalu berhasil meloloskan diri. Dilain kesempatan, agen Belanda mendapatkan beberapa majalah terbitan Ilyas. Dan ini dijadikan bukti oleh Belanda kepada Pemerintah Mesir, bahwa Ilyas adalah musuh Pemerintah Hindia Belanda. Namun berkat bantuan Universitas, Ilyas dapat diselamatkan dari hukum di Mesir. Melalui perwakilannya di Mesir, Belanda mencoba melunakkan sikap radikal Ilyas Ya’kub, tetapi gagal. Sejak itu Belanda semakin marah terhadap Ilyas Ya’kub, yang tidak saja dicap sebagai radikal bahkan juga dituduh sebagai ekstrimis dan musuh pemerintah Hindia Belanda. Bersambung ......

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2019 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube