Headline News

header-int

Mesir, Negeri Impian Pelajar Muslim....

Kamis, 27 Sep 2018, 06:28:26 WIB - 103 | Ir. Erizon, M.T

Memasuki tahun kedua Ilyas Yakub di Mekah, ia mendapat pesan dari gurunya Syehk Abdul Wahab dan kedua orang tuanya di kampung melalui orang minangkabau yang naik haji, agar ia segera berangkat ke Mesir guna melanjutkan pendidikannya. Hal lain yang dirusuhkan oleh Abdul Wahab adalah jika terlalu lama Ilyas di Mekah, Ia kuatir nantinya Ilyas Yakub akan terpengaruh dengan paham Wahabi yang pengaruhnya makin kuat di semenanjung Arab.

Di samping itu, di Mekah juga belum ada pusat pendidikan yang terkoordinasi dengan baik. Para murid hanya berguru pada syehk-syehk tertentu saja dengan model berguru orang per orang yang belum melembaga. Baru bersifat ukhuwah ukhuwah saja. Sedangkan di mesir sudah ada pusat pendidikan yang terkoordinasi dengan baik dan kuat, yakni Al-Azhar.

Walaupun Mesir berada di Benua Afrika, namun Mesir berbeda jauh dengan Negara-negara lain di Afrika. Mesir lebih dipengaruhi budaya Arab, bahkan bahasanya pun adalah bahasa Arab, walau pun dalam dialek arab-mesir. Bangsa Mesir selalu menyebut dirinya sebagai bagian dari bangsa Arab, daripada Bangsa Afrika. Hingga saat ini Mesir masuk dalam kelompok Negara Arab ketika berhadapan dengan Israel. Bahkan menjadi anggota utama Liga Arab yang berdiri 22 Maret 1945. Namun di saat yang berlainan Mesir juga menjadi anggota Negara-negara Afrika, dalam kelompok Uni Afrika yang berdiri 25 Mei 1963. Demikian juga budaya Mesir, yang jauh lebih tinggi dari pada budaya Negara manapun di Afrika. Kerajaan Mesir telah hadir jauh sebelum Negara Eropa memasuki Afrika. Bukti budaya Mesir yang sangat agung adalah Piramida dan bukti bukti kerajaan Firaun yang terkenal itu.

Karena peting dan potensinya, Mesir merupakan Negara yang selalu dalam rebutan pengaruh Negara barat, baik pada masa Yunani kuno maupun pada era modern, karena letaknya yang sangat strategis. Mesir berada pada persimpangan perdagangan eropa-asia, dan pengaruh budaya berbagai bangsa menyatu dalam peradaban masyarakat Mesir. Apalagi semenjak Terusan Suez diresmikan tahun 1869, Mesir menjadi makin sangat strategis yang menghubungkan jalur perdagangan Asia-Eropah. Beberapa negara Eropa selalu berambisi merebut Mesir seperti Italia, Jerman, Perancis, Belgia, dan Ingris. Ingris berhasil menduduki Mesir setelah mengalahkan Turki Usmani tahun 1882.

Ketika Ingris berkuasa, Mesir dibangun dalam tatanan monarki di bawah kekuasaan Raja Farauk, yang sarat dengan kepentingan Ingris. Bahkan semua kebijakan mendasar tentang ekonomi dan pembagunan masih berasal dari Raja Ingris Raya di London. Raja Farauk hanya sekedar boneka Ingris. Pada tanggal 28 Februari 1922, Ingris memberikan kemerdekaan kepada Mesir, namun tetap di bawah pengaruh Ingris. Raja Farauk tetap sebagai kepala Negara dan pemerintahan yang sangat otoriter dan melakukan pemerintahan tanpa kendali sehingga menyengsarakan rakyat dan menyebabkan ketidak puasan di mana mana. Pemberontakan terjadi di mana mana. Daerah bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Negara-negara Afrika lainnya menjadi tempat terjadinya perang suku.

Walau pun Mesir masih belum stabil, dan cenderung berada dalam dekapan Ingris, namun kalangan pelajar dari berbagai dunia Islam berharap banyak untuk belajar di Mesir. Daya tarik yang paling utama adalah Universitas Al-Azhar. Universitas ini merupakan salah satu sekolah tertua di dunia Islam, yang menjadi pusat pengkajian dan pendidikan ilmu agama Islam, sastra arab dan filsafat Islam. Universitas ini berhubung erat dengan Mesjid Al Azhar di kota Kairo tua. Universitas ini didirikan pada Oktober 975 Masehi.

Pada saat Mesir masih dalam kondisi yang serba terbatas, politik masih labil, dan ekonomi belum pulih, bahkan cenderung miskin, Ilyas Yakub dapat kesempatan belajar di sana. Tahun 1923 atau baru satu tahun Mesir Merdeka, Ia pergi ke Mesir dari Mekah, setelah 2 tahun belajar memperdalam Bahasa Arab dan ilmu agama di Mekah. Ilyas Yakub naik kapal dari pelabuhan Jeddah, yang semula menuju Addis Abba, terus menyusuri laut Merah memasuki Terusan Suez dan berlabuh di Pelabuhan Iskandariah.

pemerintahan di Mesir dalam kondisi permulaan menjadi Negara berdaulat. Politisi dari partai Wafd yang paling berpengaruh sering berselisih dengan Raja Farauk, namun Ingris selalu berada di belakang Raja. Ketidaksenangan para politi terhadap Raja dipicu oleh kerakusan dan otoriter raja terhadap rakyat. Disamping itu, Ingris juga masih menguasai Terusan Suez, Sudan, dan perdagangan luar negeri Mesir.

Di Mesir Ilyas Yakub memasuki Universitas, mulanya sebagai thalib mustami’ (mahasiswa pendengar) dalam ruangan khusus. Walau pun pendengar, karena belum diakui sebagai mahasiswa, Ilyas Yakup selalu mendapat nilai bagus, sehingga pada akhirnya dengan cepat diterima sebagai mahasiswa penuh. Bersambung ..............

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2019 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube