Headline News

header-int

Pessel Kembangkan Bawang Merah Dataran Rendah, Panen Perdana Capai 18 Ton Per Hektare

Kamis, 14 Des 2017, 13:54:23 WIB - 107 | Yoni Syafrizal

Pessel Kembangkan Bawang Merah Dataran Rendah, Panen Perdana Capai 18 Ton Per Hektare

Painan, 14 Desember 2017--Bawang merah sebagai salah satu komoditi sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi, akan menjadi sumber ekonomi andalan bagi masyarakat petani di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Sebab upaya pengembangan yang juga dilakukan Kelompok Tani (Keltan) Mulia Holti Kencana di Nagari Koto Nan Tigo Utara Kecamatan Sutera, mampu menghasilkan produksi mencapai 18 ton per hektar.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Disnaphorbun) Pessel, Jumsu Trisno pada panen perdana bawang merah pada Keltan Mulia Holti Kencana.

Panen perdana bawang merah dataran rendah itu, juga dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pessel, Yeni Puspita selaku pembina Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P), ketua TP4D Pessel, Dimas Aditia, Kabid Hortikultura, Widia Dari, dan Camat Sutera, Fachrudin.

Disampaikanya bahwa pengambangan tanaman sayuran jenis bawang merah sebagai mana dilakukan oleh Keltan Mulia Holti Kencana, tercapai berkat program peningkatan produktifitas tanaman sayuran yang berklanjutan tahun 2017.

" Melalui program ini, sehingga masyarakat petani yang tergabung pada Keltan Mulia Holti Kencana, juga ikut melakukan pengembangan pada lahan terlantar yang ada di nagari ini. Karena kondisi lahan yang subur, dan cocok ditanami bawang merah, sehingga pada panen perdana yang dilakukan hari ini (kemaren red) produksinya mencapai 18 ton per hektare," ungkap Jumsu Trisno.

Ditambahkanya bahwa pengembangan sayuran bawang merah selain bertujuan menekan fluktuasi gejolak harga yang berpengaruh terhadap inflasi, juga untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan bawang merah secara merata setiap tahun.

" Berdasarakan tujuan itu, sehingga pemerintah daerah melalui Disnaphorbun mendorong petani untuk melakukan penghembangan bawang merah dataran rendah di Pessel. Salah satu bentuknya adalah melalui penyaluran bantuan bibit dengan luas lahan yang dikembangkan 70 hektare," katanya.

Ditambahkanya bahwa lahan seluas 70 hektare itu, tersebar di sembilan kecamatan, dari 15 kecamatan yang ada. Diantaranya, di Kecamatan Bayang Utara seluas 27 hektare, Bayang 6 hektare, IV Jurai seluas 6 hektare, Batangkapas seluas 6 hektare, Sutera 8 hektare, Lengayang 12 hektare, Ranahpesisir 2 hektare, Pancungsoal 2 hektare, dan Kecamatan Lunang seluas 2 hektare pula.

" Karena peran TP4D Kejari Pessel dalam melakukan dorongan dan memotivasi petani sangat memberikan dampak yang besar, sehingga melalui panen perdana ini, pemerintah daerah melalui Disnaphorbun juga meyerahkan piagam penghargaan kepada Kejari Pessel. Diharapkan kerjasama pendampingan ini akan terus berlanjut dan terus ditingkatkan di masa datang," ungkapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Kejari Pessel, Yeni Puspita, selaku pembinaTP4D Kejari Pessel, pada panen perdana tersebut.

" Karena besarnya keuntungan dan manfaat yang akan diraskan oleh petani dalam mengembangkan komoditi bawang merah, termasuk cabai dan juga beberapa jenis sayuranya lainya, sehingga saya berharap ini bisa dilakukan secara berkelanjutan. Caranya tentu dengan menyisikan hasil panen untuk dikembangkan menjadi bibit, untuk musim tanam berikutnya," harap Kejari.

Diakuinya bahwa selama ini dia sering mendengar sebagian besar petani yang mendapatkan bantuan, ketika telah memasuki masa panen, selalu menjual hasil panen sampai habis.

" Karena dijual habis, sehingga tidak ada lagi bibit yang akan ditanam pada musim tanam berikutnya," ujarnya.

Karena secara ekonomi bertanam bawang merah sangat menguntungkan dan juga membutuhkan modal yang besar, maka kepada petani atau kelompok diharapkan supaya menyisihkan hasil panen yang dilakukan saat ini untuk bibit.

" Agar bibit yang disisihkan ini benar-benar unggul dan berkualitas, maka kepada petani diminta pula untuk berkonsultasi dengan PPL," saranya.

Ketua Keltan, Mulia Holti Kencana, Mulyadi mengatakan kepada Padang Ekspres bahwa dia bersama 16 orang anggota kelompoknya, melakukan pengembangan bawang merah di nagari itu seluas 2 hektare.

" Melalui panen perdana yang dilakukan hari ini (kemaren red) hasil produksi tercapai sebanyak 18 ton per hektare. Ini cukup bagus dan sangat menggembirakan, sebab lahan yang dijadikan sebagai pengembangan memang sangat subur dan juga cocok ditanami dengan bawang merah dataran rendah," ungkapnya. (05)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2018 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube