Headline News

header-int

Potensi Gerakan Tanah di Pesisir Selatan

Jumat, 02 Nov 2018, 08:26:04 WIB - 31 | Ir. Erizon, M.T

Gerakan tanah, kadang disebut sebagai longsor banyak menimbulkan kerugian bagi sekitarnya. Dapat menimbun lahan di bawahnya, namu bisa juga menimbulkan kerugian lebih besar berupa kerusakan bangunan, binatang dan korban jiwa. Akhir akhir ini, Potensi gerakan tanah makin besar seiring musim hujan yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, terutama Pulau Sumatera.

Di Pesisir Selatan potensi bahaya ini sangat besar karena kondisi geomorfologi yang berbukit dan bergunung, serta curah hujan yang tinggi pada Bulan September hingga Desember mendatang. Sebagian besar Kabupaten Pesisir Selatan memang terdiri dari pegunungan dan perbukitan. Jenis Tanah podsolik merah kuning atau latosol yang banyak terdapat merupakan jenis tanah yang jika musim panas merekah. Ketika hujan datang rekah rekahan itu akan diisi oleh air, sehingga mempermudah terjadinya gerakan tanah. Apalagi kemiringannya yang relative tajam. Pada beberapa tempat terdapat tanah grumusol yang memiliki granular dan tekstur gembur, juga menjadi salah satu terjadinya gerakan tanah atau longsor jika terjadi hujan di atas normal.

Oleh karena itu, Pemerintah Daerah merilis potensi gerakan tanah kepada kecamatan dan walinagari, berdasarkan data data yang dikeluarkan oleh Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, yang dikeluarkan setiap periode tertentu. Data data itu dipetakan pada sebuah Peta, yang disebut Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi gerakan Tanah/longsor. Peta ini merupakan hasil overlapping atau tumpang tindih antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan.

Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah/longsor tersebut dapat menjadi rujukan peringatan dini bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi terjadinya gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal, seperti beberapa hari ini. Hari ini banjir di Ranah Empat Hulu Tapan, Basa Empat Balai Tapan, dan Lunang, bisa juga dapat menyebabkan longsor.

Berbeda dengan Peta Tematik Potensi Rawan Bencana dalam Peta Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang lebih bersifat konstan. Peta Prakiraan ini selalu diperbaiki setidaknya setiap 2 bulan sehingga data datanya lebih mudah dipercayai untuk menjadi pedoman sehari-hari.

Peta prakiraan ini dibagi dalam tiga kategori utama jika terjadi hujan, yaitu Potensi terjadi gerakan tanah rendah (PGTR), potensi terjadi gerakan tanah menengah (PGTM), dan potensi gerakan tanah tinggi (PGTT). Potensi kategori PGTR umumnya di daerah Lunang dan Silaut, di sepanjang pesisir daerah pantai di Linggosari Baganti, Tapan, Lengayang, sebagian Bayang, IV Jurai dan Sutera. Pada daerah ini jarang terjadinya bahaya longsor walau sekalipun hujan sangat besar. Bahaya utama di daerah ini justru terjadinya banjir ketika hujan lebat dan genangan akibat naiknya air laut pada saat banjir. Daerah-daerah ini merupakan bantaran sungai dan tempat terjadinya pengendapan alluvial dan pendangkalan muara sungai.

Wilayah kategori PGTM, akan terjadi skala longsor yang sedang jika terjadi hujan lebat di sebagian besar Kecamatan Lengayang, Ranah Pesisir, Surera, IV Jurai, Bayang dan Batangkapas. Pada daerah PGTM pergerakan tanah terjadi jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Misalnya, terjadi eksploitasi atau perusakan lahan lahan yang memiliki kemiringan.

Wilayah potensi yang sangat tinggi terjadinya longsor yakni kategori PGTT banyak terdapat di hampir semua pinggiran bukit barisan. Daerah yang paling berpotensi terjadinya PGTT adalah di kecamatan Koto XI Tarusan, IV Nagari Bayang Utara, Sutera bagian utara, Linggosaribaganti dekat pinggiran bukit barisan, Tapan, dan Ranah IV Hulu tapan. Hari ini, banjir telah terjadi di beberapa nagari di bagian selatan.  Karena hujan di atas normal, kita harus waspada atas longsor besar di Kecamatan Ranah Empat Hulu, Bayang Utara dan Tapan. Pada daerah ini potesi tinggi terjadi gerakan tanah, karena kemiringan tinggi dan butir butir tanah yang longgar. Jika terjadi hujan di atas normal, maka dengan mudah akan mengaktifkan gerakan tanah yang pernah ada.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2018 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube