Headline News

header-int

Sumpah Pemuda Dalam Perspektif Hari Ini

Senin, 29 Okt 2018, 06:29:41 WIB - 46 | Ir. Erizon, M.T

Meskipun masih sering terjadi perdebatan tentang tahun Sumpah Pemuda di antara para sejarawan, namun secara nasional sudah sepakat bahwa Hari Sumpah Pemuda ditetapkan pada tanggal 28 Oktober. Pada tanggal tersebut tahun 1928, para pemuda melakukan Kongres Pemuda yang kedua di Jakarta. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai latar belakang melakukan Kongres, dan tidak melakukan sumpah. Dalam kongres tersebut disatukan tekad: Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa. Ketua Kongres Pemuda tersebut adalah Soegondo Djojopoespito dan Sekretaris Kongres adalah Muhammad Yamin.

Keputusan Kongres diperhalus oleh Muhamad Yamin : Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah Darah Satu, Tanah Indonesia, Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia, dan Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia. Usulan Muhamad Yamin tersebut disetujui peserta Kongres.

Menurut beberapa kalangan, Sumpah Pemuda yang sesungguhnya baru dinyatakan pada tanggal 28 Oktber 1953. Pada hari itu, berkumpul para pembesar tanah air dan pemuda di Jakarta. Materi yang dibacakan dalam sumpah itu persis sama dengan yang dinyatakan pada Kongres Pemuda ke dua, tahun 1928. Para pemuda dan pembesar Indonesia, seperti Soekarno, Hatta, M. Yamin dan lain lain, bersumpah karena ditenggarai akan muncul perpecahan bangsa oleh berbagai pemberontakan dan rongrongan Belanda yang masih ingin menjajah Indonesia. Disusul dengan dikeluarkannya Kepres Nomor 316 Tahun 1959, tanggal 16 Desember 1959 oleh Presiden Soekarno yang menetapkan tanggal 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Biarlah itu menjadi topik pembahasan para ahli sejarah. Kepentingan hari ini adalah bagaimana semangat Sumpah Pemuda dapat menjadi titik tolok bagi semua anak bangsa untuk ikut berperan dalam pembangunan, termasuk generasi muda Pesisir Selatan dan para perantaunya. Sejarah telah mencatat bahwa peran pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan teramat banyak dan tak akan bisa tertulis semua dalam buku buku sejarah. Tak ada perubahan di dunia mana pun yang tidak dimotori oleh kaum muda. Kekuatan pemuda jauh melebih kekuatan orang tua. Seperti ucapan Soekarno : beri aku 1000 orang tua akan kucabut Gunung Semeru dari akarnya, beri aku 10 orang pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

Pemuda tetap lah pemuda, yang dilahirkan seorang ibu dan ayah. Kita wajib membelai dengan ilmu, agama dan budi pekerti agar mereka memiliki kompetisi di masa depan. Dia adalah anak orang tuanya secara genetik, tapi bukanlah anak orang tuanya dari zaman yang terus beranjak. Ketika kita tidak memahami Disruption, justru mereka bergelut dengan itu. Biarkan mereka memiliki identitasnya sendiri.

Sebagaimana ditulis Khalil Gibran dalam bukunya “Sang Nabi”, Mereka adalah putra-putri kehidupan yang merindukan dirinya sendiri. Meski kita dapat memberi mereka cinta kasih, tetapi bukan pikiran kita. Sebab mereka mempunyai pikiran sendiri. Jiwa dan pikiran mereka akan menghuni rumah masa depan, yang tak bisa kita kunjungi, bahkan tidak dalam angan angan kita. Barangkali ini pula yang dimaksud Soekarno: seribu orang tua hanya bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia.

Dalam perspektif hari ini, Sumpah Pemuda mengingatkan setiap kita untuk mendorong dan mengajak anak muda untuk berpikiran positif menghadapi setiap tantangan, sebagaimana telah dicontohkan Muhamad Yamin dan kawan kawan. Setiap anak muda harus memiliki mentalitas pembangunan yang mengikuti perkembangan dahsyat Abad Industri ke 4 ini. Ada disdruption yang sedang hangat-hangatnya, dan sedang menelikung kecepatan kita yang lambat.

Namun juga perlu disadari apa yang disampaikan Koentjaraningrat dalam bukunya “ Kebudayaan Mentalitas Dan Pembangunan”, agar kita sebagai Bangsa perlu membina Mentalitas Pembangunan kepada setiap diri kita, yakni sikap hidup yang berhemat sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi, Need for Achievement agar selalu ada inovasi, percaya diri untuk mampu menghadapi bangsa lain, disiplin agar bisa memenangkan persaingan, bertanggung jawab supaya selalu dipercaya, banyak membaca untuk menggali pengetahuan, melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut, dan memberi contoh yang baik.

Para pemuda Pesisir Selatan tentu saja perlu mempersiapkan diri untuk menyongsong dunia penuh harapan dan tantangan. Dunia yang competitive adventive. Samudera luas yang potensinya luar biasa, lahan pertanian yang memerlukan intensifikasi dan diversivikasi, destinasi pariwisata yang demikian indah, sektor jasa yang memiliki daya tarik tersendiri dan berada pada dunia tanpa batas, memerlukan pemuda-pemudi terpelajar untuk menggarapnya. Demikian juga pemerintahan yang makin baik dan akuntabel menginginkan birokrat yang cakap di masa depan. Barangkali itulah salah satu makna Sumpah Pemuda dalam hubungannya dengan hari ini dan masa depan Pesisir Selatan. Wass<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml>

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2018 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube