Headline News

header-int

UPTD KPHP Pessel Lakukan Budidayakan Rotan Jernang Seluas 5 Hektare

Kamis, 13 Sep 2018, 15:52:39 WIB - 59 | Yoni Syafrizal

Pesisir Selatan, 13 September 2018--Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Pesisir Selatan (Pessel) lakukan budidaya tanaman rotan jernang seluas 5 hektare. Upaya itu dilakukan untuk memberikan jaminan dan meningkatkan ekonomi warga yang berdomisili di pinggiran hutan.  

Kepala UPDT KPHP Pessel, Madrianto mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Kamis (13/9) di Painan bahwa budidaya rotan jernang tersebut, dilakukan oleh Kelompk tani (Keltan) Bukit Nanggampu Nagari Kambang Timur Kecamatan Lengayang.

Bantuan dalam bentuk bibit, serta biaya pengelolaan dengan anggaran sebesar Rp 20 juta per hektare tersebut, bersumber dari Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2018.

" Budidaya rotan jernang sangat menjanjikan secara ekonomi untuk jangka panjang. Karena menjanjikan, sehingga tahun 2018 ini melalui dana APBN, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) BPHP Wilayah III Pekanbaru, menempatkan program pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) budidaya rotan jernang ini di Nagari Kambang Timur," katanya.

Dijelaskanya bahwa untuk tahap awal pihaknya melakukan budidayanya seluas 5 hektare.  

" Bantuan ini akan kita salurkan pada Keltan Bukit Nanggampu Nagari Kambang Timur Kecamatan Lengayang, dengan jumlah anggota sebanyak 15 orang," katanya.

Dia menambahkan bahwa selain menjanjikan secara ekonomi, secara efektivitas jernang lebih menguntungkan dari tanaman lain, baik dilihat dari segi harga maupun masa panennya.

" Sebab dalam usia 3 tahun, tanaman rotan jernang ini sudah bisa menghasilkan getah yang berasal dari buah yang dipanen. Harga jual getah berbentuk serbuk dari olahan buah jernang, diekspor dengan harga termurah mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp6 juta. Harga tersebut tergantung pada kualitas dan tipe," jelas Madrianto.

Diungkapkanya bahwa harga buah jernang maupun harga bahan baku setengah jadi dari buah jernang sangat tinggi. Sementara produktivitasnya semakin berkurang karena terjadinya penyempitan lahan produksi di kawasan hutan yang dimanfaatkan masyarakat.

" Di Pessel pada beberapa nagari masyarakat mencari buah jernang dari dalam hutan. Karena tidak ada upaya budidaya, sehingga semakin lama populasinya kian habis. Agar tidak punah, sehingga salah satu solusinya adalah melalui budidaya ini," jelasnya.

Dia menyampaikan bahwa budidaya itu dilakukan, sebab permintaan pasar dunia terhadap bahan baku jernang sangat tinggi.

" Kalaupun di Pessel ada masyarakat yang melakukan budidaya, itupun hanya ditemui di Nagari Kambang Timur, tepatnya di Kampung Koto Kandis, Pauh, dan Kampung Koto Pulai," ujarnya.   

Ditambahkan lagi bahwa satu batang tanaman jernang budidaya, bisa menghasilkan 20 kilogram buah jernang. Sedangkan dalam satu hektare bisa ditanam sebanyak 400 batang, dengan panen bisa mencapai lima kali dalam setahun.

Sedangkan jenis rotan jernang yang akan dibudidayakan pada lahan seluas 5 hektare itu adalah jernang gading dan jernang merah.

Sebab dua jenis ini merupakan unggulan dan bisa mengasilkan buah yang berkualitas tinggi. Bila dari hasil panen didapatkan bentuk resin atau dragon blood (darah naga), maka harga jual getah per kilogramnya bisa mencapai Rp 6 juta.

" Getah seberat 1 kilogram itu, dihasilkan dari 10 kilogram buah jernang yang sudah diolah. Bayangkan saja bila dalam 1 hekatare hasil panenya mencapai 1,6 ton, maka hasil yang didapatkan bisa mencapai Rp 1 miliar dalam satu tahun," tutupnya. (05)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2018 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube