Headline News

header-int

Harimau Sumatera Diambang Kepunahan

, 08 April 2010, 00:00:00 WIB - 552 | Kontributor : MsrPd - Administrator

 

Painan, April

Jika ingin merobah status kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) menjadi hutan produksi harus melahirkan Undang-Undang (UU) terlebih dahulu. Karena, kehadiran kawasan TNKS berdasarkan UU. Maka itu kelestarian kawasan hutan TNKS harus dijaga. Ini merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Hal itu dikatakan Feil manejer habitat Harimau Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS), Dian Risdianto ketika ditemui pesisirselatan.go.id di Painan kemaren.

Kawasan hutan TNKS tersebar di empat propinsi. Didalamnya tersimpan berbagai kekayaan alam yang tidak boleh diganggu gugat. Bukan saja dalam bentuk tanaman, dan galian tambang, tapi juga hewan-hewan yang dilindungi. Salah satunya Harimau Sumatera (pantera tigris sumatera). Hewan itu salah satu spesias dari delapan jenis harimau di dunia.

Hewan yang sampai kini masih bertahan hidup di kawasan TNKS ini jumlah habitatnya diperkirakan hanya 130 hingga 140 ekor karena sudah berangsur punah. Kepunahannya tidak terlepas dari kian sempit ruang geraknya dalam mencari makanan. Penyebabnya tidak lain dari ulah perambah hutan di daerah itu.

Dikatakan, kasus pencurian harimau di kawasan TNKS terjadi sebanyak 23 kali, sejak dua tahu belakangan. Ini merupakan kasus terbesar di provinsi-provinsi yang masih memiliki harimau Sumatera ini. Seperti Merangin, Muaro Bungo, Sarolangun (Jambi), Bengkulu, Solok Selatan, serta Pesisir Selatan (Sumbar).

Diakui, dari kasus yang berhasil diangkat, pelakunya telah divonis di pengadilan. Namun vonis yang di jatuhkan tidak menimbulkan kejerahan bagi pelakunya. Sebab, ancaman hukuman selama lima tahun tersebut, putusan pengadilan paling lama hanya 1,3 tahun hingga 1,5 tahun.

Menurutnya, ancaman hukuman ini perlu lebih dipertimbangkan lagi, karena terlalu ringan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya para pelaku tidak begitu takut untuk melakukan kembali perbuatan yang telah dijatuhkan tersebut. Parah lagi, jika kasus tersebut tidak dikawal sampai kepengadilan, sipelaku bisa saja dijatuhi hukuman yang lebih ringan lagi atau percobaan oleh hakim.

Dijelaskan, TNKS sebagai kawasan strategis yang perlu mendapat penjagaan dan dilestarikan ini ditetapkan berdasarkan undang-undang nomor 26 dan PP nomor 22 tahun 2006. Berdasarkan itu, statusnya tidak akan bisa berobah melalui Perda atau Pernag yang di lahirkan di tingkat daerah maupun nagari. (04)

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2020 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube