Headline News

header-int

Kerusakan Terumbu Karang Pessel capai 70 Persen

, 09 April 2010, 00:00:00 WIB - 591 | Kontributor : MsrPd - Administrator

Painan --- Terumbu karang di perairan laut Pesisir Selatan sudah mengalami kerusakan yang cukup memprihatinkan. Hingga kini hanya 10  persen dalam kondisi baik (bagus) sementara kerusakan berat sudah mencapai 70 persen, 20 persen diantara luasnya mengalami rusak ringan.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Prikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Ir Yosmeri, ketika dihubungi pesisirselatan.go.id kemaren. Untuk meminimalisir kerusakan itu dan agar kondisi itu tidak berlarut-larut hingga mencapai puncak yang lebih parah lagi di masa datang, sehingga perlu adanya payung hokum untuk melindungi. Dengan tujuan agar ekosistem dan terumbu karang yang merupakan tempat tinggal ikan bisa terjaga dari tangan segala hal perbuatan manusia yang bisa merusaknya.

Menurutnya, kerusakan terumbu karang ini tidak lain adalah ulah perbuatan manusia sendiri. Dengan menggunakan berbagai bahan kimia peracun ikan, seperti putas dan bom ikan, yang masyarakat itu sendiri tidak menyadari bahwa hal itu dapat merusak ekosistem dasar laut sampai kini masih saja digunakan.

 

Dari beberapa kabupaten kota lainnya yang termasuk dalam perairan laut Sumatera Barat (Sumbar), Pessel termasuk salah satu kawasan yang kondisi terumbukarangnya yang memprihatinkan. Maka itu komisi III DPRD Sumbar Periode 2004 - 2009 sengaja melakukan survei perairan laut Pessel saat itu.  Saat ini, Ranperda Ekosistim terumbu karang sebagai penjabaran dari undang-undang no 27 tahun 2007 menyangkut pengelolaan wilayah pesisir pantai tengah .dalam pembahasan.

Ditambahkanya, kondisi terumbu karang perairan laut Pesisir Selatan saat ini hanya 10 persen saja yang bagus. Sehingga perlu penanganan serius dari pemerintah. Disamping harus dilestarikan dan di bangun terumbu karang baru, juga perlu dibuat payung hukum.

Muhamad Sidik, ketua Tim Komisi III DPRD Sumbar kepada wartawan mengatakan, pembahasan Ranperda itu tengah berlangsung di DPRD Provinsi Sumbar. Namun sebelum disahkan sebagai Perda perlu dilakukan survei kelapangan. Sebab sesuai dengan yang direncanakan, Perda Ekosistem terumbu karang dan wilayah pesisir ini di upayakan rampung atau final menjelang akhir Juli ini. Lagi pula masa jabatan anggota DPRD tersebut sudah berakhir di bulan Agustus nanti. Maka itu pembahasannya perlu diburu lagi. Saat ini Pembahasan Ranperda tersebut sudah memasuki tahap III. (04)

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2020 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube