Headline News

header-int

SP2020 di Pessel Sukseskah?

Jumat, 14 Februari 2020, 09:58:35 WIB - 20 | Kontributor : Riva Endra, S.Kom

PESISIR SELATAN, - BPS Pessel gelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 Kabupaten Pesisir Selatan bertempat di Saga Murni Hotel, Kamis (13/02).

Rakor yang dihadiri sebanyak 84 orang tersebut diikuti Forkopimda, Perangkat Daerah, Camat se Kabupaten Pesisir Selatan yang digelar dalam rangka meningkatkan koordinasi pelaksanaan sensus penduduk 2020 (SP2020) yang merupakan agenda nasional yang dilaksanakan satu kali dalam sepuluh tahun ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Yudi Yos Elvin dalam laporan panitianya.

Rakor tersebut dibuka Bupati Pesisir Selatan yang diwakili Staf ahli bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Dra. RIKO, M.M mengatakan sensus penduduk tahun ini diharapkan dapat menghasilkan data yang berkualitas.

“BPS sebagai lembaga negara yang diamanatkan UU untuk melaksanakan SP2020 diharapkan mampu untuk menghasilkan data yang bagus karena metode yang dipergunakan pada SP kali ini dilengkapi dengan sensus pendudukan Online,” Jelasnya.

Ia melanjutkan mari kita mengajak dan mensosialisasikannya agar masyarakat memiliki kesadaran sendiri untuk melaksanakan pencatatan administrasi kependudukannya.

“Keberhasilan sensus secara online menentukan keberhasilanan pencatatan administrasi kependudukan, masyarakat harus diberikan pengertian akan pentingnya memiliki data kependudukan yang benar,” pitanya.

Rakor tersebut juga menghadirkan narasumber Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Evafauza Y.DT. M.A Tigo Lareh dengan judul materi “Inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Dalam Rangka Meningkatkan Akurasi dan Validasi Data Kependudukan Kabupaten Pesisir Selatan”.

Dalam penyampaiannya dikatakan negara ini basisnya data, kalau datanya benar negaranya juga akan benar, makanya data perlu ditertibkan.

Apalagi Kabupaten Pesisir Selatan dengan kodisi geografi memanjang dari utara ke selatan dengan panjang garis pantai 218 Km sangat mempengaruhi tingkat kepuasan pelayanan kepada masyarakat.

“Karena secara geografi Pesisir Selatan merupakan kabupaten yang memanjang, dibutuhkan 7-8 jam untuk bisa sampai ke pusat pemerintahan, dan itu adalah momok bagi pemerintah dalam meningkatkan pengelolaan pelayanan kepada masyarakat termasuk pelayanan kependudukan, ditambah lagi biaya yang cukup tinggi (dibutuhkan 450 ribu untuk itu), serta lamanya waktu mendapatkan pelayanan, kesulitan bolak-balik pengurusan, praktek percaloan, rendahnya keinginan mengurus administrasi kependudukan, petugas sulit merespon untuk segera karena antrian yang cukup panjang, rendahnya tinggi akurasi data yang disampaikan, validasi dan kemuthakiran data, rendahnya tingkat pemanfaatan data kependudukan,” jelasnya.

Dilanjutkannya apalagi masyarakat kalau tidak terpaksa tidak akan melakukan kepengurusan administrasi kependudukannya, untuk mengatasi itu semua dibutuhkan inovasi-inovasi.

“Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengeluarkan beberapa inovasi-inovasi untuk mengatasi itu semua, yang pertama kita terbitkan inovasi “Salam-sapa ke pintu rumah” (sistem administrasi pelayanan masyarakat sampai ke pintu rumah), melalui program ini kita perkuat dengan pembentukan Unit Kerja Layanan (UKL) pada setiap kecamatan dan dilegalisasi dengan perda dijabarkan dengan perbub, peralatan dan petugas kita pindahkan ke kecamatan, kemudian petugas dibekali dengan kendaraan Dinas roda dua yang akan data mengunjungi rumah-rumah,” jelasnya.

Kemudian pengangkatan kepala kampung menjadi register data kependudukan tingkat kampung

“Secara fungsional merupakan UKL dan bertanggung jawab kepada kepala Dinas, penunjukan tersebut dengan pertimbangan merupakan perangkat pemerintahan yang terdepan yang paling memahami kondisi demografis di wilayahnya,” lanjutnya.

Menyediakan mobil pelayanan UP3SK (unit pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil keliling), yang bertugas untuk mengbackup pelayanan UKL ke Nagari-nagari, sekolah-sekolah, tempat-tempat wisata, dan pada saat itu juga dokumen kependudukan bisa diterbitkan.

Layanan inovasi berputar (berkeliling kampung jemput antar) yang bertugas mengunjungi keluarga yang tidak melaporkan perubahan kependudukannya, dan dokumen kependudukan baru langsung diantar kerumah yang bersangkutan.

Kemudian inovasi Lado Kutu (layanan dokumen kependudukan terpadu) layanan ini merupakan layanan terpadu yang merupakan kolaborasi dari Dinas Dukcapil dengan RSUD, dan BPJS Kesehatan sehingga pada dua instansi tersebut kita bisa melayani pengunjung dan pasien yang membutuhkan pelayanan penerbitan dokumen kependudukan dan perbaikan data kependudukan.

Layanan inovasi turut berduka (turun ke rumah duku berikan dukumen kemantian) serta layanan inovasi pass nikah, layanan inovasi sehat, layanan inovasi THR (terpadu hari raya), layanan inovasi selamat lahir. Layanan inovasi jebol per siswa (jemput bola perekaman siswa), layanan inovasi silpia (sistem inovasi layanan penerbitan indentitas anak), layanan inovasi melisa (melayani penduli lanjut usia), layanan inovasi peduli disabilitas (pelayanan dokumen kependudukan peduli disabilitas, layanan inovasi merdeka (membahagiakan masyarakat dengan kemudahan), layanan inovasi kadoku KTP El, layanan inovasi registrasi mandiri online, koneksi database kependudukan ke Aplikasi Sistem Informasi Nagari milik Dinas Komunikasi dan Informatika.

Akibat dari itu semua Dinas Disdukcapil Pesisir Selatan diganjar dengan layanan terbaik dan terluas dari Kementerian Dalam Negeri pada Rakornas di Makasar tahun 2019

“Pada tahun 2019 kita mendapatkan Nol pengaduan dari masyarakat, malahan masyarakat berharap program ini jangan sampai berhenti,” katanya.

Dilanjutkannya kebutuhan negara harus bersifat gratis kepada masyarakat dan administrasi kependudukan merupakan kebutuhan negara, berapa hematnya negara jika KTP EL sudah diterapkan secara keseluruhan, termasuk penindakan kejahatan dan penangulangan korupsi.

Semoga inovasi-inovasi yang telah kita lakukan selama ini mampu mendukung pelaksanaan SP2020 sukses di Kabupaten Pesisir Selatan.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2020 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube