Headline News

header-int

Wisata Halal di Pesisir Selatan, Kenapa Tidak?

Jumat, 02 Agu 2019, 22:32:14 WIB - 81 | Kontributor : Wildan, S.E., M.I.Kom
Wisata Halal di Pesisir Selatan, Kenapa Tidak?

Melihat perkembangan trend pariwisata dunia saat ini, ada satu macam wisata yang saat ini sedang diminati oleh para pelancong dunia,yakni wisata halal. Wisata halal merupakan sebuah konsep wisata yang memudahkan wisatawan Muslim untuk memenuhi kebutuhan khusus ketika berwisata. Dalam hal ini kebutuhan khusus itu adalah kewajiban ibadah, penyediaan produk dan jasa wisata bagi muslim seperti tidak menyediakan makanan ataupun minuman yang mengandung alkohol dan memiliki kolam renang serta fasilitas spa yang terpisah untuk pria dan wanita.

Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Aceh menjadi daerah yang mencanangkan diri sebagai daerah wisata halal. Setelah sebelumnya Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terlebih dahulu mendapat penghargaan The World Halal Travel Summit & Exhibition 2015 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Lombok terpilih sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia mengalahkan Malaysia, Abu Dhabi, Turki, Qatar, dan beberapa negara nominasi lainnya.

Beberapa waktu yang lalu anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyayangkan label wisata halal yang disandang Sumatera Barat yang pada praktiknya justru membatasi orang datang ke Sumatera Barat, (SKH Singgalang, 29 Juli 2019). Ada pemahaman yang bias dalam pernyataan tokoh masyarakat ini, seperti halnya tokoh atau kelompok masyarakat lain yang mempersepsikan wisata halal dalam arti sempit yang hanya berkisar kepada wisata religi dengan melakukan kegiatan wisata dengan mengunjungi mesjid-mesjid bersejarah atau berziarah ke makam-makam tokoh agama. Kita harus melihatnya dalam perspektif yang lebih luas lagi.

Sebagai data awal, dalam laporan terbarunya, MasterCard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2017, Pada tahun 2020 perjalanan wisatawan Muslim diperkirakan akan meningkat sekitar 156 juta perjalanan dengan rata-rata pengeluaran sebesar 220 juta USD dan diperkirakan akan mencapai pengeluaran sebesar 300 milyar pada tahun 2026. Negara-negara dunia melihat peluang ini, tidak hanya negara yang tergabung dalam OKI seperti Uni Emirat Arab, Turki bahkan negara tetangga Malaysia sangat serius terhadap wisata halal ini. Bahkan negara-negara non muslim juga berlomba-lomba menyajikan wisata halal seperti Singapura, Thailand, Australia, Korea Selatan, dan Inggris Raya. Sebagai salah satu bukti ,Jepang sebagai penyelenggara Olimpiade 2020 nanti membangun berbagai fasilitas pendukung untuk wisata halal ini.

Peluang ini juga harus diambil oleh Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pesisir Selatan. Sebagai daerah dengan mayoritas muslim, kiranya perlu memahami lebih luas tentang konsep wisata halal ini. Pesisir Selatan memiliki semua komponennya yang membuat para wisatawan terkesan, suara azan yang bersahutan pada waktunya, keramahtamahan masyarakat, upacara perkawinan, kuliner halal yang beragam dan tentunya alam yang indah. Materi konsepnya sudah ada, tinggal bagaimana mengemas semua itu.

Pemahaman Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) masih menjadi multi tafsir jika dibaca dalam konteks wisata halal. Ada kebingungan pada masyarakat dalam memahaminya, apakah wisata halal itu sama dengan wisata religi. Seperti halnya pemahaman Alex Indra Lukman tidak perlu dikritisi secara berlebihan dengan memakai pemahaman yang juga sempit terhadap label halal itu. Justru kondisi ini seharusnya menjadi moment bagi semua pihak untuk duduk bersama, menyamakan persepsi tentang wisata halal di Sumatera Barat sehingga konsep itu semakin jelas dan aplikatif. Jika dilihat dari perspektif yang lain lagi, wisata halal dapat menjadi alat dalam melawan Islamophobia dan dapat membangun jembatan dengan komunitas lain.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sudah saatnya memikirkan konsep wisata halal seperti apa untuk daerahnya. Untuk itu perlu pemetaan yang komprehensif. Ada beberapa komponen yang dipadukan seperti, kebijakan pemerintah, peranan swasta, akademisi dan yang utama adalah masyarakat. Masyarakat tidak dijadikan sebagai objek tetapi menjadi subjek dalam konsep wisata halal ini. Semua komponen ini dipadukan dalam sebuah road map program yang berkelanjutan. Ini sebuah langkah lanjutan dari sebuah perjalan kepariwisataan di Kabupaten Pesisir Selatan. Setelah sebelumnya kita berfokus kepada pembangunan sarana dan prasarana wisata, agar lebih sustainable/ lestari mengalihkannya kepada pembangunan SDM dan kemudahan akses permodalan bagi masyarakat pelaku wisata. Wisata halal menjadi bingkai besarnya.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2019 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube