PESISIR SELATAN – Upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan pada 2025 terus dilakukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat melakukan verifikasi lapangan terhadap usulan pembangunan enam jembatan gantung di sejumlah kecamatan di Pesisir Selatan, Senin (29/6).
Verifikasi tersebut merupakan bagian dari tahapan pengajuan pembangunan jembatan gantung yang diusulkan dibiayai melalui Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kegiatan itu sekaligus menjadi dasar penilaian teknis sebelum usulan diajukan ke pemerintah pusat untuk memperoleh persetujuan pendanaan.
Dalam pelaksanaannya, tim BPBD Provinsi Sumatera Barat didampingi BPBD Kabupaten Pesisir Selatan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesisir Selatan. Kegiatan di lapangan dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Pesisir Selatan, Armen.
Armen mengatakan, pemerintah daerah terus mengawal proses pengusulan pembangunan infrastruktur yang rusak akibat bencana agar dapat segera direalisasikan. Menurutnya, keberadaan jembatan gantung sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses utama menuju permukiman, lahan pertanian, sekolah, hingga fasilitas pelayanan publik.
"Verifikasi ini merupakan tahapan penting dalam proses pengajuan bantuan. Kami berharap seluruh usulan dapat memenuhi persyaratan teknis sehingga pembangunan jembatan gantung dapat segera dilaksanakan melalui dukungan Dana Siap Pakai BNPB," ujarnya.
Enam lokasi yang menjadi objek verifikasi meliputi Nagari Kapelgam, Kecamatan Bayang; Kampung Tangah, Nagari Gurun Panjang Utara, Kecamatan Bayang; Tanjung Saba, Nagari Gurun Panjang Barat, Kecamatan Bayang; Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang; Nagari Ampalu, Kecamatan Sutera; serta Talawi, Kecamatan Tarusan.
Menurut Armen, kerusakan dan terbatasnya infrastruktur akibat banjir besar 2025 masih berdampak terhadap mobilitas masyarakat di sejumlah wilayah. Karena itu, pembangunan jembatan gantung menjadi salah satu prioritas dalam program rekonstruksi pascabencana.
Selama verifikasi, tim melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lapangan, kelayakan lokasi, aspek teknis pembangunan, serta manfaat yang akan diperoleh masyarakat. Hasil penilaian tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam menentukan kelayakan usulan pendanaan.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi faktor penting dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana.
"Pemerintah daerah berkomitmen mengawal seluruh tahapan usulan ini hingga terealisasi. Harapannya, masyarakat dapat kembali menikmati akses transportasi yang aman sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik berjalan normal," katanya.
Pembangunan enam jembatan gantung tersebut diharapkan tidak hanya memulihkan konektivitas wilayah yang sempat terputus akibat banjir, tetapi juga memperkuat ketahanan infrastruktur daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Dengan dukungan pendanaan dari BNPB, percepatan pemulihan infrastruktur diyakini akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan terdampak.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.