PESISIR SELATAN, 23/11/2018-Tahun 2019 mendatang, sosialisasi tentang pemanfaatan bahan pangan non beras kepada masyarakat mesti ditingkatkan. Pasalnya, bahan pangan non beras itu bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan di daerah. Demikian disampaikan Bupati Hendrajoni, Jumat (23/11).
Menurut bupati, masyarakat perlu melakukan upaya mempertahankan ketersediaan pangan dengan tidak mengkonsumsi satu jenis bahan makanan saja. Ia mengajak agar masyarakat mau mengkonsumsi makanan selain nasi, misalnya jagung, ubi ubian, berbagai jenis buah-buahan dan biji bijian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan serta dibudidayakan.
Pesisir Selatan ungkapnya, memiliki sumber bahan makan tersebut dan sangat potensial untuk menjamin ketahanan pangan. Hal itu berkaitan erat dengan tingkat produksi berbagai jenis tanaman pangan.
Sedangkan untuk menjaga ketahanan pangan, maka harus ada upaya peningkatan produksi bahan makanan selain beras yang setara atau sebanding dengan capaian produksi padi.
"Kerawanan pangan akan muncul apabila padi tidak berproduksi optimal, jenis makanan masyarakat seragam, dan yang paling rawan itu ketika terjadi penjualan hasil panen secara besar-besaran ditingkat petani. Maka, salah satu antisipasinya adalah dengan meningkatkan produksi bahan pangan lain", ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa tahun terakhir, Pemkab Pessel gencar mensosialisaikan upaya menjaga ketahanan pangan. Sosialisasi itu dilakukan lewat para petugas penyuluh lapangan di setiap kecamatan dan nagari.
"Yang terpenting dari gerakan menjaga ketahanan pangan adalah kesiapan serta kemauan masyarakat untuk mau beralih atau setidaknya memperbanyak ragam bahan makanan," jelasnya. (03)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.