PESISIR SELATAN - Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni, mengumpulkan seluruh kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam kegiatan bertajuk Refleksi dan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Tahun 2025/2026 terkait Pencapaian TKA Tahun 2025, di Painan Convention Centre (PCC), Painan, Senin.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala BKPSDM, Inspektorat Daerah, Bapedalitbang, pengawas sekolah, serta pejabat yang membidangi pendidikan dasar dan menengah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, mengungkapkan bahwa kondisi mutu pendidikan di daerah itu saat ini menjadi keprihatinan bersama. Menurutnya, upaya meningkatkan kualitas pendidikan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang lebih kuat dari seluruh unsur pendidikan.
“Guru dan kepala sekolah harus tetap semangat, kompak, serta disiplin. Mutu pendidikan hanya bisa ditingkatkan apabila semua pihak bergerak bersama dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan telah melaksanakan berbagai program peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah melalui bimbingan teknis pada semester pertama dan kedua. Karena itu, tidak ada alasan bagi tenaga pendidik untuk tidak menjalankan tugas secara optimal.
“Untuk memperbaiki mutu pendidikan, perlu dilakukan intervensi yang serius dalam proses pembelajaran dan penyelenggaraan pendidikan. Pertemuan ini sengaja dilaksanakan agar seluruh insan pendidikan memperoleh energi positif untuk memperbaiki kinerja ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Hendrajoni mengaku sangat prihatin terhadap capaian mutu pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan yang masih berada di papan bawah di Sumatera Barat. Berdasarkan hasil pengukuran indikator pendidikan tahun 2026, Pesisir Selatan menempati peringkat ke-18 dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat dalam capaian literasi dan numerasi.
Menurut Hendrajoni, hasil tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama sekaligus cambuk bagi seluruh jajaran pendidikan untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Peringkat ini merupakan alarm bagi kita semua. Jangan dijadikan alasan untuk saling menyalahkan, tetapi jadikan sebagai motivasi untuk bangkit dan memperbaiki keadaan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kepala sekolah dan guru memiliki peran strategis dalam membangun generasi masa depan. Karena itu, mereka harus mampu menjadi teladan serta meninggalkan warisan kinerja yang baik melalui lahirnya siswa-siswa yang berprestasi dan berkarakter.
“Karakter anak harus dibangun sejak dini. Kita tidak hanya mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlak, disiplin, dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Hendrajoni juga mengingatkan seluruh jajaran pendidikan agar bekerja secara profesional, kompak, disiplin, dan menjauhi praktik-praktik yang dapat merusak integritas lembaga pendidikan.
“Saya minta kepala sekolah fokus bekerja, jangan macam-macam, dan jalankan amanah dengan hati nurani,” katanya.
Bupati menargetkan peningkatan signifikan mutu pendidikan Pesisir Selatan dalam beberapa tahun mendatang. Ia berharap seluruh elemen pendidikan mampu bekerja secara terukur dan berkesinambungan sehingga posisi daerah itu dalam pemeringkatan pendidikan Sumatera Barat dapat meningkat secara signifikan.
“Kalau kita bekerja sungguh-sungguh, saya yakin Pesisir Selatan bisa bangkit dan keluar dari keterpurukan. Pendidikan harus menjadi prioritas karena dari sinilah masa depan daerah ditentukan,” tutup Hendrajoni.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.