Pesisir Selatan 6/2/2019-- Kecenderungan ke Arah Tenologi Modern sehingga minimnya minat generasi muda untuk bertani menjadi tantangan terbesar dalam pembangunan pertanian. Jika jumlah petani kian berkurang, dapat dipastikan bisa mengganggu kedaulatan dan ketahanan pangan di suatu daerah.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pertanian,Perkebunan ,tanaman pangan dan Holtikultura Kabupaten Pessel , Nurzirwan Senin (4/2) di painan. Menurutnya, saat ini generasi muda atau lebih populer disebut generasi milenial, masih melihat sektor pertanian sebagai peluang usaha yang tidak menjanjikan dan jauh dari teknologi modern.
”Bahkan, generasi sekarang lebih menyukai hal-hal yang berhubungan dengan teknologi informasi atau dunia digital,” ujarnya
Mengatasi hal itu, Dinas Pertanian Kabupaten Pessel memotivasi pemuda agar pembangunan pertanian di daerah itu dapat terus berlanjut untuk mencapai pertanian yang tangguh, mandiri dan berkelanjutan.
”Salah satunya melahirkan anak-anak muda yang mau bergerak dan melirik peluang usaha di sektor pertanian,” sebutnya.
Karena itu diharapkan, penyuluh pertanian dan peternakan, miliki tanggung jawab untuk melahirkan petani muda atau petani milenial. selain melahirkan petani milenial untuk menutupi kekurangan tenaga penyuluh. Tak kalah penting adalah terus menyuarakan program.
Mengatakan bahwa Pihaknya mendukung dan menyukseskan program tersebut. Terutama, guna mengembangkan sistem penyuluhan pertanian yang efektif, efesien, produktif dan menyebarluaskan ilmu teknologi, manajemen, serta metoda pertanian
”Termasuk, mengajak generasi milenial untuk berusaha di bidang pertanian sesuai perkembangan zaman dengan pola pertanian modern,” pungkasnya. (07)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.