Headline News

header-int

Lewat DTSEN, Pessel Terima Bantuan Pemulihan Ekonomi bagi Warga Terdampak Bencana

Kamis, 01 Oktober 2026, 12:31:15 WIB - 61 | Kontributor : Novira Taufiq
Lewat DTSEN, Pessel Terima Bantuan Pemulihan Ekonomi bagi Warga Terdampak Bencana

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menerima Bantuan Usaha Pemulihan Ekonomi Dampak Bencana Tahun 2026 sebesar Rp300 juta. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak bencana di Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Masing-masing keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp3 juta, yang diarahkan untuk membantu pemulihan aktivitas usaha dan ekonomi keluarga setelah terdampak bencana.

 

Penyerahan bantuan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Langkah Strategis Penanggulangan Kemiskinan Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat, yang berlangsung di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Rabu (30/9).

 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Zakri, S.Sos., M.Si.

 

Sosialisasi tersebut diikuti kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Barat, kepala dinas sosial dari tujuh kabupaten, serta para verifikator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) kabupaten.

 

Dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Pesisir Selatan diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Dailipal, S.Sos., M.Si.

 

Bantuan pemulihan ekonomi ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap masyarakat yang terdampak bencana, khususnya mereka yang membutuhkan dorongan untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi keluarga.

 

Bantuan Usaha Pemulihan Ekonomi Dampak Bencana Tahun 2026 tersebut akan diberikan kepada 100 KPM yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Enam kecamatan yang menjadi lokasi penerima bantuan yakni Kecamatan Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Lengayang, Linggo Sari Baganti dan Ranah Ampek Hulu Tapan.

 

Dengan nilai bantuan sebesar Rp3 juta untuk setiap KPM, total bantuan yang diterima Kabupaten Pesisir Selatan mencapai Rp300 juta.

 

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi dukungan bagi keluarga terdampak bencana untuk kembali membangun aktivitas ekonomi yang sempat terganggu.

 

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan, Dailipal, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak bencana dalam memulihkan kembali aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Menurutnya, dukungan pemulihan ekonomi menjadi penting bagi masyarakat yang terdampak bencana, karena dampak bencana tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas ekonomi dan penghidupan masyarakat.

 

Melalui bantuan tersebut, masyarakat penerima manfaat diharapkan memiliki dukungan untuk memulihkan kembali kegiatan ekonomi keluarga sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

 

Kegiatan sosialisasi di Bukittinggi tersebut tidak hanya membahas bantuan pemulihan ekonomi dampak bencana. Forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

 

DTSEN menjadi salah satu basis data yang digunakan dalam penetapan sasaran berbagai program pemerintah. Pemanfaatan data yang akurat dan terverifikasi dinilai penting agar program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

 

Bagi pemerintah daerah, ketepatan sasaran menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.

 

Program bantuan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga penerima manfaat.

 

Dengan demikian, bantuan yang diterima masyarakat dapat memberikan manfaat dalam mendukung proses pemulihan ekonomi sekaligus mendorong penerima manfaat agar secara bertahap memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga.

 

Dalam konteks tersebut, penggunaan data yang akurat menjadi penting karena pemerintah perlu memastikan masyarakat yang menjadi sasaran program benar-benar sesuai dengan kriteria dan kondisi yang membutuhkan intervensi.

 

Sosialisasi yang digelar di Istana Bung Hatta tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman pemerintah kabupaten dan kota mengenai langkah strategis penanggulangan kemiskinan berbasis data.

 

Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu daerah yang mengikuti kegiatan tersebut melalui perwakilan pemerintah daerah dan unsur terkait.

 

Kehadiran para kepala daerah kabupaten/kota, kepala dinas sosial dari tujuh kabupaten, serta para verifikator SIKS-NG menunjukkan pentingnya koordinasi dalam pengelolaan dan pemanfaatan data sosial ekonomi masyarakat.

 

Data yang akurat dan terverifikasi dibutuhkan agar intervensi pemerintah dapat dilakukan secara lebih tepat.

 

Terutama dalam penanggulangan kemiskinan, pemerintah perlu mengetahui kondisi masyarakat dan kelompok yang menjadi sasaran program agar bantuan maupun program pemberdayaan dapat diberikan sesuai kebutuhan.

 

Pemanfaatan DTSEN dalam penetapan sasaran program juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

 

Dengan basis data yang digunakan secara bersama, pemerintah dapat meningkatkan ketepatan sasaran program perlindungan sosial maupun pemberdayaan ekonomi.

 

Bagi masyarakat yang terdampak bencana, pemulihan ekonomi menjadi salah satu tahapan penting setelah kondisi darurat dan penanganan dampak langsung bencana.

 

Ketika aktivitas ekonomi masyarakat terganggu akibat bencana, keluarga penerima manfaat membutuhkan dukungan agar dapat kembali menjalankan kegiatan ekonomi.

 

Bantuan sebesar Rp3 juta per KPM yang diterima 100 keluarga di enam kecamatan di Pesisir Selatan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan awal bagi proses pemulihan ekonomi keluarga.

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat oleh masyarakat penerima sehingga memberikan dampak terhadap keberlangsungan aktivitas ekonomi keluarga.

 

Sebaran penerima bantuan di enam kecamatan juga menunjukkan bahwa program pemulihan ekonomi dampak bencana menjangkau sejumlah wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Enam wilayah tersebut yakni Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Lengayang, Linggo Sari Baganti dan Ranah Ampek Hulu Tapan.

 

Dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat yang menjadi penerima manfaat diharapkan dapat kembali memperkuat aktivitas ekonomi keluarga setelah menghadapi dampak bencana.

 

Kegiatan Sosialisasi Langkah Strategis Penanggulangan Kemiskinan Berdasarkan DTSEN juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat.

 

Penanggulangan kemiskinan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat hanya dilakukan melalui satu bentuk program.

 

Pemberian bantuan sosial maupun bantuan pemulihan ekonomi perlu diiringi dengan langkah pemberdayaan agar masyarakat penerima manfaat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan ekonominya.

 

Dalam kegiatan tersebut, pembahasan mengenai pemanfaatan DTSEN menjadi bagian penting untuk memastikan program pemerintah memiliki sasaran yang jelas.

 

Data yang terverifikasi dapat membantu pemerintah dalam melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat sehingga program yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok sasaran.

 

Bagi Pesisir Selatan, bantuan pemulihan ekonomi dampak bencana sebesar Rp300 juta menjadi salah satu bentuk dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

 

Sebanyak 100 KPM masing-masing memperoleh bantuan Rp3 juta. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung pemulihan aktivitas ekonomi keluarga penerima manfaat.

 

Dailipal menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak bencana untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

 

Harapan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan program penanggulangan kemiskinan tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga mendorong masyarakat agar semakin mandiri secara ekonomi.

 

Karena itu, bantuan pemulihan ekonomi perlu dilihat sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.

 

Sementara itu, pemanfaatan DTSEN diharapkan dapat membantu pemerintah memastikan program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi diberikan kepada masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan.

 

Melalui data yang akurat, pemerintah dapat melakukan pemetaan sasaran program secara lebih terarah.

 

Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota juga menjadi faktor penting dalam memastikan program penanggulangan kemiskinan berjalan secara terpadu.

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus mendorong agar program yang berkaitan dengan perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Bantuan Usaha Pemulihan Ekonomi Dampak Bencana Tahun 2026 sebesar Rp300 juta menjadi salah satu dukungan bagi 100 KPM yang tersebar di enam kecamatan.

 

Masing-masing KPM mendapatkan Rp3 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga penerima manfaat dalam memulihkan aktivitas ekonominya setelah terdampak bencana.

 

Di sisi lain, penguatan penggunaan DTSEN menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan program penanggulangan kemiskinan memiliki sasaran yang jelas dan berbasis data.

 

Pemanfaatan data sosial ekonomi yang akurat dan terverifikasi menjadi penting untuk menghindari ketidaktepatan sasaran dalam pelaksanaan program pemerintah.

 

Melalui pendekatan berbasis data, program bantuan dan pemberdayaan diharapkan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

 

Pada akhirnya, penanggulangan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana bantuan diberikan, tetapi juga bagaimana masyarakat penerima manfaat dapat memperoleh dukungan untuk meningkatkan kemampuan ekonominya.

 

Bantuan pemulihan ekonomi dampak bencana diharapkan menjadi salah satu instrumen yang membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas ekonomi.

 

Sementara DTSEN menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan intervensi sosial dan ekonomi dilakukan berdasarkan data.

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah kabupaten/kota lainnya dapat terus diperkuat.

 

Dengan koordinasi dan penggunaan data yang akurat, berbagai program perlindungan sosial, pemulihan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran.

 

Bantuan sebesar Rp300 juta untuk 100 KPM di enam kecamatan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap masyarakat Pesisir Selatan yang terdampak bencana.

 

Melalui dukungan tersebut, masyarakat diharapkan dapat kembali membangun aktivitas ekonomi keluarga dan secara bertahap meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Pada saat yang sama, pemanfaatan DTSEN diharapkan dapat memperkuat strategi pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan, sehingga program yang dilaksanakan tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga mendukung peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube