Headline News

header-int

LPPL Ampiang Parak Raih Pengakuan Internasional atas Dedikasi Lestarikan Lingkungan dan Edukasi Tsunami

Senin, 06 Juli 2026, 10:54:13 WIB - 36 | Kontributor : Jordi L Maulana, S.STP
LPPL Ampiang Parak Raih Pengakuan Internasional atas Dedikasi Lestarikan Lingkungan dan Edukasi Tsunami

PESISIR SELATAN – Komitmen yang dijaga secara konsisten selama lebih dari satu dekade akhirnya mengantarkan Kelompok Laskar Peduli Lingkungan (LPPL) Nagari Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, meraih pengakuan di tingkat internasional. Kelompok relawan lingkungan tersebut menerima sertifikat penghargaan dalam sebuah program yang didukung UNESCO sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam pelestarian lingkungan pesisir serta edukasi kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman tsunami.

 

Kabar membanggakan tersebut disampaikan Ketua LPPL Ampiang Parak, Haridman, saat dikonfirmasi pada Senin (6/7/2026). Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses penilaian terhadap berbagai kegiatan pelestarian lingkungan dan edukasi kebencanaan yang selama ini dilakukan bersama masyarakat. Pengakuan internasional itu menjadi bukti bahwa gerakan yang lahir dari tingkat nagari mampu memberikan dampak nyata hingga mendapat perhatian dunia.

 

"Beberapa waktu lalu kami dinilai atas dedikasi dalam pelestarian lingkungan dan perlindungan kawasan pantai. Alhamdulillah, penghargaan tersebut kini telah kami terima. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berbuat bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Haridman.

 

Bagi LPPL Ampiang Parak, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan sebuah organisasi, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang dipenuhi semangat gotong royong. Sejak didirikan pada 2012, kelompok ini tumbuh sebagai wadah masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan pesisir di Nagari Ampiang Parak. Berawal dari aksi sederhana membersihkan pantai dan mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, gerakan tersebut berkembang menjadi berbagai program konservasi yang melibatkan banyak pihak.

 

Selama hampir 14 tahun, LPPL Ampiang Parak secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan. Kawasan pesisir yang sebelumnya mengalami tekanan akibat abrasi dan kerusakan vegetasi mulai direhabilitasi melalui penanaman pohon pelindung pantai. Berbagai jenis vegetasi yang memiliki fungsi ekologis ditanam secara bertahap untuk memperkuat kawasan pesisir sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

 

Tidak hanya fokus pada rehabilitasi kawasan pantai, LPPL Ampiang Parak juga aktif dalam konservasi penyu yang menjadi salah satu kekayaan hayati di wilayah pesisir Kabupaten Pesisir Selatan. Melalui kegiatan perlindungan sarang penyu, pelepasan tukik, hingga edukasi kepada masyarakat, kelompok ini berupaya membangun kesadaran bahwa keberadaan satwa tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem laut yang harus dijaga bersama.

 

Upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan LPPL Ampiang Parak juga dibarengi dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Sebagai daerah yang berada di kawasan pesisir barat Sumatera, masyarakat Pesisir Selatan memiliki potensi risiko terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Kondisi tersebut mendorong LPPL untuk menjadikan edukasi kebencanaan sebagai salah satu program utama organisasi.

 

Melalui berbagai kegiatan sosialisasi, simulasi, dan penyuluhan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa maupun tsunami. Edukasi tersebut tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga melibatkan pelajar, kelompok pemuda, hingga masyarakat pesisir agar memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.

 

Menurut Haridman, menjaga lingkungan dan membangun budaya sadar bencana merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Lingkungan yang terawat akan memberikan perlindungan alami bagi masyarakat, sementara pengetahuan mengenai mitigasi bencana menjadi bekal penting untuk mengurangi risiko ketika bencana terjadi.

 

Ia mengatakan, keberhasilan yang diraih saat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota LPPL, masyarakat, pemerintah nagari, tokoh adat, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung kegiatan pelestarian lingkungan. Tanpa kolaborasi tersebut, berbagai program yang telah dijalankan tidak akan memberikan hasil sebagaimana yang dirasakan saat ini.

 

Meski berhasil memperoleh penghargaan internasional, Haridman menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama organisasi yang dipimpinnya. Baginya, penghargaan hanyalah bonus atas kerja keras dan pengabdian yang selama ini dilakukan secara tulus demi menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat.

 

"Penghargaan hanyalah bonus. Tujuan kami sejak awal adalah mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap lestari sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Jika apa yang kami lakukan mendapat apresiasi hingga tingkat internasional, tentu menjadi motivasi untuk terus berkarya," katanya.

 

Haridman berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, tantangan pelestarian lingkungan ke depan akan semakin besar seiring meningkatnya aktivitas manusia dan dampak perubahan iklim. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan berbagai program konservasi yang telah dirintis selama ini.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memandang pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab kelompok tertentu. Menurutnya, menjaga kebersihan pantai, melindungi vegetasi pesisir, mengurangi pencemaran laut, hingga memahami langkah-langkah mitigasi bencana merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

 

Pengakuan internasional yang diterima LPPL Ampiang Parak menjadi bukti bahwa gerakan berbasis masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Berbagai kegiatan yang dilakukan secara konsisten dari tingkat nagari mampu memberikan dampak luas, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga mendapat perhatian dari komunitas internasional.

 

Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi besar dalam mengembangkan gerakan pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Pendekatan berbasis komunitas terbukti mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sehingga berbagai program yang dijalankan dapat berlangsung secara berkesinambungan.

 

Ke depan, LPPL Ampiang Parak berkomitmen untuk terus memperluas kegiatan pelestarian lingkungan dan edukasi kebencanaan. Organisasi ini berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam berbagai aksi nyata, mulai dari menjaga kebersihan pantai, menanam pohon, melindungi satwa pesisir, hingga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.

 

Penghargaan internasional yang diterima LPPL Ampiang Parak bukan hanya menjadi kebanggaan bagi organisasi tersebut, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan dan Sumatera Barat. Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini, keberhasilan tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Semangat gotong royong, kepedulian terhadap alam, serta komitmen untuk membangun masyarakat yang tangguh menjadi fondasi utama yang mengantarkan LPPL Ampiang Parak dikenal hingga tingkat internasional.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube