Pesisir Selatan - Anggota Kelompok Tani Kopi Lindung Bulan Nagari Koto Rawang Kecamatan IV Jurai Pessel mengikuti pelatihan dan bimbingan tentang pengolahan bubuk kopi, buah kopi merupakan salah satu produksi unggulan masyarakat sebagai sumber pendapatan keluarga, kata Wali Nagari Koto Rawang Derijol di kantornya, Jumat (5/4)
Nagari Koto Rawang merupakan daerah yang subur dan sangat berpotensi dengan tanaman komoditi buah kopi, setidaknya ratusan hektar di sepanjang bukit yang ada di nagari itu penuh dengan tanaman buah kopi, kemudian hasil produksi kopi masyarakat mencapai 5 ton per minggu, buah kopi yang selama ini dibeli oleh pedagang yang datang dari luar daerah, kini masyarakat mulai melakukan pengolahan bubuk kopi mengunakan mesin penggiling kopi secara mandiri.
Wali Nagari Derijol menjelaskan, buah kopi nagari Koto Rawang dikenal oleh masyarakat memiliki citra khas rasa tersendiri, gurih dan enak, dengan citra rasa enak tersebut membuat masyarakat pedagang mengicar kopi yang berasal dari nagari ini, guna untuk dipasarkan ke berbagai pasar tradisional di daerah Pessel maupun luar daerah.
Buah kopi nagari Koto Rawang saat ini dikelola melalui kelompok Tani Lindung Bulan yang beranggotakan puluhan orang, melalui kelompok tani tersebut, hasil kopi masyarakat ditampung dan diolah menjadi bubuk kopi tanpa adanya bahan tambahan artinya asli biji kopi yang dijadikan bubuk kopi, kemudian dijual melalui wali nagari yang ada di kecamatan IV Jurai dengan harga Rp 70 ribu per kg, sedangkan harga biji kopi dibeli ke petani Rp 22 ribu perkg, ulasnya
Selain pemasarannya kepada 20 nagari yang ada di Kecamatan IV Jurai, bubuk kopi siap saji ini juga dipasarkan ke perusahaan seperti, PT Dempo yang sudah menjadi langganan, kemudian secara bertahap pemasarannya akan dikembangkan sampai keluar daerah seperti, Padang, Bukittinggi, Padang Panjang dan daerah lain yang ada di Sumbar.
Menurutnya, saat ini pemerintahan nagari tengah membentuk Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) artinya, pemasaran dari hasil produksi perkebunan masyarakat ini akan ditampung oleh Bumnag dengan harga yang layak, selama ini kendala para petani belum adanya wadah yang menampung hasil produksi komoditi buah kopi milik masyarakat di daerah tersebut.
Salah seorang petani nagari Koto Rawang Riri mengatakan, mayoritas masyarakat di nagarinya mengandalkan sumber pendapatan dari hasil perkebunan kopi, kemudian minat masyarakat untuk mengembangkan tanaman kopi cukup tinggi, karena dinilai hasil produkdsinya mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.