Pesisir Selatan-Peringatan 20 tahun bencana tsunami Pangandaran 2006 diperingati melalui webinar nasional yang digelar, Kamis (16/7).
Dari Kabupaten Pesisir Selatan, kegiatan dipusatkan di Pusat Edukasi LPPL Ampiang Parak dan diikuti berbagai unsur pemerintah serta komunitas siaga bencana.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Pesisir Selatan Armen, AP., MM beserta jajaran, Kepala Dinas Kominfo Pesisir Selatan Wendi bersama tim, Camat Sutera, Wali Nagari Ampiang Parak beserta perangkat nagari, serta Ketua Laskar Pemuda Peduli Lingkungan (LPPL) Ampiang Parak Haridman bersama anggota kelompok siaga bencana.
Dalam webinar tersebut disampaikan bahwa terdapat tujuh desa dan komunitas di Indonesia yang menjadi pionir Desa Tangguh Bencana binaan UNESCO. Dari jumlah tersebut, lima berada di Pulau Sumatera dan dua di Pulau Jawa.
Ketujuh desa itu adalah Tua Pejat (Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat), Nagari Ampiang Parak (Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat), Desa Citepus dan Desa Cikakak (Banten), serta Desa Teluk Sepang, Desa Penurunan, dan Desa Lempuing di Provinsi Bengkulu.
Perwakilan UNESCO, Engin Koncagul, menyampaikan bahwa ketujuh desa dan komunitas tersebut dipilih karena memiliki respons cepat serta komitmen yang kuat dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan webinar yang menghadirkan ahli kebumian dari ITB, Dr. Pepen Supendi, yang memaparkan sejarah gempa dan tsunami di Indonesia, mekanisme terjadinya gempa megathrust, serta potensi ancaman yang masih perlu diwaspadai masyarakat, terutama di wilayah pesisir barat Sumatera.
Ketua LPPL Ampiang Parak, Haridman, mengatakan pihaknya bersama BPBD, pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan berbagai instansi terkait terus melakukan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya membangun budaya sadar bencana.
"Komitmen kami adalah memastikan masyarakat memahami langkah-langkah penyelamatan ketika terjadi gempa maupun tsunami. Edukasi harus terus dilakukan agar kesiapsiagaan menjadi budaya masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, upaya tersebut sangat penting mengingat Kabupaten Pesisir Selatan berada di kawasan yang berhadapan langsung dengan zona megathrust di pantai barat Sumatera serta memiliki garis pantai sepanjang sekitar 243 kilometer.
Karena itu, menurutnya, edukasi, simulasi evakuasi, dan penguatan kapasitas masyarakat, khususnya warga yang bermukim di kawasan pesisir, harus terus ditingkatkan untuk meminimalkan risiko apabila terjadi bencana di masa mendatang.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.