Headline News

header-int

Perjuangkan Aspirasi Masyarakat, Lisda Hendrajoni Bawa Bantuan ATENSI ke Pessel

Senin, 07 September 2026, 09:13:44 WIB - 60 | Kontributor : Jordi L Maulana, S.STP
Perjuangkan Aspirasi Masyarakat, Lisda Hendrajoni Bawa Bantuan ATENSI ke Pessel

Kehadiran bantuan sosial bagi masyarakat tidak hanya berbicara tentang angka dan nilai bantuan. Di balik setiap program, terdapat harapan agar masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan dapat kembali memiliki kesempatan untuk tumbuh, bekerja, dan menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

 

Semangat tersebut terlihat dalam penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan. Bantuan yang disalurkan melalui kerja sama dengan Sentra Terpadu Inten Soeweno Kemensos RI itu dipusatkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pesisir Selatan, Sabtu (5/9/2026).

 

Sebanyak 233 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) menjadi penerima manfaat dalam program tersebut. Nilai bantuan yang dialokasikan mencapai Rp563.099.476, dengan bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima, mulai dari modal usaha, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga alat bantu bagi penyandang disabilitas.

 

Penyaluran tersebut menjadi salah satu wujud sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan wakil rakyat dalam menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.MTr., turut mengawal agar program bantuan sosial dari pemerintah pusat dapat dirasakan masyarakat di daerah pemilihannya, termasuk Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Menurut Lisda, bantuan ATENSI harus dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian penerima manfaat. Bantuan yang diberikan, khususnya dalam bentuk dukungan usaha, diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi awal bagi penerima untuk meningkatkan penghasilan dan memperbaiki kondisi kehidupannya.

 

“Sebagai wakil rakyat di Komisi VIII, tugas saya adalah memperjuangkan agar anggaran dari pusat bisa turun sebanyak-banyaknya ke Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pesisir Selatan. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian negara. Saya berharap bantuan ini digunakan sebaik-baiknya sebagai modal untuk bangkit, pulih dan mandiri,” ujar Lisda.

 

Pesan tersebut menjadi penting karena pemberdayaan masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar bantuan. Penerima manfaat juga membutuhkan kepercayaan diri, kesempatan, pendampingan serta dukungan lingkungan agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Karena itu, program ATENSI diharapkan dapat menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih produktif dan berdaya.

 

Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Lisda menyerahkan bantuan berupa mesin jahit kepada salah seorang penerima manfaat. Tidak hanya menyerahkan bantuan, Lisda juga memberikan dorongan secara langsung dengan menyampaikan niat untuk memesan pakaian setelah mesin tersebut mulai digunakan.

 

“Nanti kalau mesin jahitnya sudah terpasang dan siap dipakai, saya mau pesan bikin baju satu. Ini bentuk dukungan saya supaya usahanya langsung berjalan dan semakin bersemangat,” tutur Lisda.

 

Hal sederhana tersebut menggambarkan bahwa pemberdayaan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Sebuah mesin jahit, misalnya, dapat menjadi alat produksi yang membuka peluang usaha apabila dimanfaatkan secara konsisten. Dari satu pesanan, diharapkan dapat berkembang menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan dan memberikan manfaat bagi keluarga.

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menyambut baik dukungan tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, H. Zainal Arifin, S.K.M., M.Kes., menyampaikan apresiasi kepada Lisda Hendrajoni yang terus mengawal aspirasi masyarakat melalui program pemerintah pusat.

 

Menurutnya, bantuan senilai lebih dari Rp563 juta tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat penerima, terutama mereka yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar, mengembangkan usaha maupun memperoleh alat bantu sesuai kondisi masing-masing.

 

“Bantuan ini sangat penting untuk meringankan beban masyarakat. Kami berharap sinergi dengan pemerintah pusat dan Anggota Komisi VIII DPR RI terus berjalan sehingga semakin banyak masyarakat Pesisir Selatan yang memperoleh manfaat dari program pemberdayaan dan kesejahteraan sosial,” ungkap Zainal Arifin.

 

Lebih jauh, penyaluran ATENSI menunjukkan bahwa pembangunan kesejahteraan sosial membutuhkan kerja bersama. Pemerintah pusat menyediakan program dan dukungan anggaran, pemerintah daerah membantu memastikan program tepat sasaran, sementara masyarakat menjadi aktor utama yang memanfaatkan bantuan untuk memperbaiki kehidupannya.

 

Pada akhirnya, keberhasilan bantuan sosial bukan hanya diukur dari jumlah penerima atau besarnya anggaran yang disalurkan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana bantuan tersebut mampu menghadirkan perubahan nyata bagi penerimanya. Ketika modal usaha berkembang, kebutuhan dasar terbantu, penyandang disabilitas memperoleh dukungan, dan keluarga menjadi lebih mandiri, di situlah program kesejahteraan sosial benar-benar menemukan maknanya.

 

Melalui sinergi yang terus diperkuat, bantuan ATENSI diharapkan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Pesisir Selatan menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif dan sejahtera. Perjuangan aspirasi di tingkat pusat pun diharapkan terus berlanjut agar berbagai program pemerintah dapat semakin dekat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube