PESISIR SELATAN – Upaya memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Lingkungan Hidup (Perkimtan LH), digelar Sosialisasi Standar Teknis Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah kepada Masyarakat dan Sukarelawan Tanggap Bencana, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sumatera Barat serta BPBD Kabupaten Pesisir Selatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam membangun dan merehabilitasi rumah pascabencana sesuai standar teknis yang berlaku.
Kepala Dinas Perkimtan LH Kabupaten Pesisir Selatan, Roli Buchari, S.T., M.T., menegaskan bahwa pembangunan rumah pascabencana tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga harus memperhatikan aspek keamanan dan ketahanan terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Menurut Roli Buchari, rumah yang dibangun kembali setelah terdampak bencana harus mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi penghuninya. Karena itu, pemahaman terhadap standar teknis konstruksi menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat maupun para sukarelawan yang terlibat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali rumah yang rusak, tetapi bagaimana memastikan hunian yang dibangun lebih aman, lebih kuat, dan mampu mengurangi risiko apabila terjadi bencana di kemudian hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pesisir Selatan merupakan daerah yang memiliki potensi risiko bencana alam cukup tinggi. Oleh sebab itu, penerapan standar teknis dalam pembangunan dan rehabilitasi rumah menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan permukiman masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber mengenai prinsip-prinsip konstruksi rumah tahan bencana, prosedur rehabilitasi rumah terdampak, serta berbagai ketentuan teknis yang harus dipenuhi agar bangunan layak huni dan sesuai standar keselamatan.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai peran penting masyarakat dan sukarelawan dalam mendukung proses pemulihan pascabencana. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat rehabilitasi sekaligus memastikan kualitas pembangunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Roli Buchari menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para relawan menjadi kunci keberhasilan program rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan pascabencana. Dengan pemahaman yang sama terhadap standar teknis, proses pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan hunian yang berkualitas.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami cara membangun rumah yang layak, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya aspek keselamatan dan mitigasi bencana dalam setiap pembangunan rumah,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap kualitas pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah pascabencana dapat terus meningkat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh tempat tinggal yang layak, tetapi juga hunian yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.