Pesisir Selatan — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan meminta camat agar menjadi motor penggerak pembangunan, pelayanan masyarakat, hingga pengendalian inflasi daerah. Hal itu disampaikan Bupati Pesisir Selatan yang diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahrizal Antoni, saat serah terima jabatan Camat Ranah Pesisir.
Dalam sambutannya, Syahrizal Antoni mengucapkan selamat kepada Okta Kurnia Azhar yang telah dilantik sebagai Camat Ranah Pesisir pada 29 April 2026 lalu. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, kami mengucapkan selamat kepada saudara Okta Kurnia Azhar yang telah dilantik menjadi Camat Ranah Pesisir. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Syafrizal atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat Camat Ranah Pesisir.
Menurutnya, mutasi jabatan merupakan dinamika organisasi yang bertujuan untuk pembinaan karir, penyegaran organisasi, serta memperkaya pengalaman aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Dalam kesempatan itu, Syahrizal Antoni menegaskan bahwa camat memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan dan menjaga stabilitas daerah. Karena itu, camat diminta tidak hanya fokus pada administrasi pemerintahan, tetapi juga harus mampu menyerap aspirasi masyarakat serta memberikan solusi atas berbagai persoalan di wilayahnya.
“Camat adalah pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani. Camat harus hadir di tengah masyarakat dan terus membangun koordinasi dengan seluruh unsur pemerintahan dan Forkopimca,” tegasnya.
Ia mengatakan, memasuki triwulan kedua tahun 2026, kondisi perekonomian Kabupaten Pesisir Selatan masih berada dalam kondisi baik meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan. Struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertanian, perikanan, perdagangan dan jasa.
Komoditas unggulan seperti padi, kelapa, gambir dan hortikultura disebut masih memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Begitu juga sektor perikanan tangkap dan budidaya yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Selain itu, sektor pariwisata dengan destinasi unggulan seperti Pantai Carocok dan Kawasan Wisata Mandeh dinilai terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan serta memiliki peluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun demikian, pemerintah daerah juga mengingatkan adanya tantangan berupa tekanan inflasi, khususnya pada komoditas pangan, dampak cuaca terhadap hasil pertanian dan aktivitas melaut, hingga distribusi barang yang belum optimal akibat situasi global.
Karena itu, camat diminta memperkuat langkah strategis bersama perangkat daerah terkait melalui operasi pasar, pemantauan harga secara berkala, penguatan produksi pangan lokal, hingga kembali menghidupkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Syahrizal Antoni juga menegaskan pentingnya mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2025-2030, yakni “Pesisir Selatan Maju, Tumbuh dan Berkelanjutan”.
Visi tersebut dijabarkan melalui enam misi utama, yakni mewujudkan pemerintahan profesional dan berintegritas, masyarakat cerdas dan berakhlak, masyarakat sehat dan sejahtera, menjadikan Pesisir Selatan sebagai destinasi wisata unggul dan berdaya saing, sentra pangan, serta daerah yang lestari dan tanggap bencana.
Selain itu, ia juga meminta camat mendukung program unggulan daerah seperti Nagari Kanyang, Nagari Pandai, Nagari Mangaji, Nagari Sehat dan Nagari Sejahtera.
Pada bagian akhir sambutannya, Syahrizal Antoni mengingatkan para camat agar mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif, meningkatkan produksi pertanian dan peternakan untuk menekan inflasi, serta terus mendukung peran TP PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan perempuan di nagari.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.