Headline News

header-int

Anak Binaan Panti Asuhan Bina Harapan Salido, Isi Ramadhan Dengan Kegiatan Positif

Minggu, 03 Juni 2018, 11:31:57 WIB - 1397 | Kontributor : Yoni Syafrizal
Anak Binaan Panti Asuhan Bina Harapan Salido, Isi Ramadhan Dengan Kegiatan Positif

Painan, 3 Mai 2018--Kehadiran Panti Asuhan Bina Harapan Salido Kecamatan IV Jurai, telah memberikan konstribusi yang besar dalam melakukan pembinaan dan perlindungan bagi anak-anak terlantar di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Panti asuhan yang saat ini memiliki 28 anak binaan itu, berdiri sejak tahun 1972 atau merupakan yang tertua di Pessel.

Selama perjalananya, panti asuhan itu juga sempat vakum selama tiga tahun. Namun berkat kegigihan pengurus, dengan juga didukung kepedulian para donatur panti asuhan itu kembali bangkit sejak tahun 2012 hingga sekarang.

Membangun rasa kebersamaan ditengah keterbatasan, merupakan modal utama yang dimiliki oleh 28 anak binaan Panti Asuhan Bina Harapan. Sebab berkat modal itu, bocah-bocah yang berasal dari berbagai latar belakang berbeda itu, bisa menyatu dan saling berbagi dalam suka dan duka.

Bulan Ramadhan yang merupakan bulan penuh berkah yang sudah dijalani selama dua pekan, juga memberikan rasa kebahagian tersendiri bagi mereka. Hal ini diakui Karpius Assa Putra 15, anak binaan Panti Asuhan Bina Harapan Salido saat dikunjungi pesisirselatan.go.id Minggu (3/6).

"Di panti asuhan ini kami ada sebanyak 28 orang. Dari jumlah itu sebanyak 15 orang laki-laki, dan 13 orang perempuan. Karena yang perempuan tempat tinggalnya dengan dengan panti, sehingga mereka tidur di rumah masing-masing. Beda dengan kami yang laki-laki, walau ada yang rumahnya dekat, kami tetap tinggal di sini," katanya.

Dijelaskanya bahwa selama bulan Ramadhan, selain melakukan kegiatan sholat tarawih dan pesantren Ramadhan di sekolah, dia bersama teman lainya juga ikut membantu membuat kue orderan yang masuk dari warga sekitar.

"Selain sholat tarawih dan pesantren ramadhan di sekolah, sejak bulan ramadhan masuk saya bersama teman lainya memiliki kegiatan tambahan membuat kue dari orderan warga sekitar bersama ibu pengasuh. Dari hasil membuat kue itu, bisa membatu memenuhi kebutuhan kami selama bulan puasa. Sebab memang tidak setiap hari ada orang yang datang membantu makanan untuk pabukoan bagi kami di sini," ujarnya.

Dijelaskanya bahwa orderan membuat kue itu merupakan hal biasa yang selalu masuk setiap bulan ramadhan.

"Beberapa jenis orderan kue yang masuk diantaranya, kue sapik, kue bawang, kue arai pinang dan lainya. Agar peranan yang kami terima ini bisa selesai sesuai dengan janji dan tepat waktu, biasanya kami akan membagi-bagi tugas sebagaimana arahan ibu pengasuh. Sebab ibuk Idah sebagai pengasuh kami di sini memang ahli meracik berbagai bumbu kue. Makanya orderan selalu masuk, dan sangat memberikan nilai berarti bagi kami dalam meringankan beban kebutuhan harian," ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaian Fandam Fardana 14, yang juga merupakan siswa kelas 2 di SMPN 2 Painan.

"Dengan juga ikut membantu membuat kue sebagaimana saat ini, sehingga saya memiliki pengetahuan. Pengetahuan ini akan saya jadikan sebagai modal nantinya dalam meningkatkan ekonomi jika berumah tangga nantinya," kata Fandam.

Sebagai anak bungsu dari 3 orang bersaudara, dia mengaku tidak mau bermanja-manja, sebab dia memang tidak memiliki tempat untuk bermanja.

"Makanya setiap orderan membuat kue masuk, saya sangat dengan senang hati membantu membuatnya. Disamping ada rezeki bagi kami di sini, pengetahuan membuat kue kami juga bertambah," akunya.

Nuraida yang akrap dipanggil Buk Idah 50, mengatakan bahwa anak asuhanya memang mendapatkan perhatian serius dalam melaksanakan berbagai kegiatan setiap harinya, termasuk juga di bulan ramadhan.

"Ini saya lakukan, sebab sebagai anak yang kurang beruntung dibanding anak lainya, mereka juga membutuhkan kasih sayang. Melalui kasih sayang itu, kepercayaan diri mereka akan meningkat yang pada akhirnya bisa memiliki daya saing terhadap pengetahuan yang diberikan setelah terjun ke masyarakat setelah dewasa nanti," katanya.

Disampaiknya bahwa keterbatasan pengetahuan akan membuat orang merasa rendah diri.

" Itu harus dibuang jauh-jauh agar tidak menjadi penghalang setiap derap langkah yang dilakukan. Dengan bermodalkan pengetahun sebagaimana mereka terima, maka daya saing dan kepercayaan diri untuk bisa maju dan terus melangkah akan membuat mereka sukses nantinya. Dan itu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya, walau ilmu yang saya berikan hanya sebatas membuat kue," timpalnya.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindongan Anak Pessel, Emirda Ziswati dengan didampingi Kasi Pemberdayaa Sosial, Nurlaini pada Kamis (31/5) lalu ketika ditanya pesisirselatan.go.id menjelaskan bahwa di daerah itu ada sebanyak 8 panti asuhan.

"Saat ini ada sebanyak delapan panti asuhan yang aktif di daerah ini dengan jumlah anak asuh sebanyak 271 orang. Agar memiliki program yang positif, sehingga pemerintah daerah (Pemda) melalui Dinas Sosial melakukan berbagai bentuk pembinaan. Pembinaan itu tidak saja dalam bentuk manajemen pengelolaan, tapi juga melalui berbagai bentuk keterampilan," katanya.

Dijelaskanya bahwa kreatifitas yang dimiliki oleh Panti Asuhan Bina Harapan Salido dalam membekali anak asuhanya membuat berbagai bentuk makanan dan kue, merupakan hal positif yang patut mendapat apresiasi.

"Ini akan menjadi perhatian bagi kami agar apa yang telah dilakukan itu bisa terus berkembang. Sebab melalui kegiatan ekonomi itu, bukan saja bisa membantu keuangan panti asuhan dalam memenuhi kebutuhan anak asuh, tapi juga bisa menjadi bekal dikemudian hari," ujarnya.

Ditambahkanya bahwa upaya yang sama juga sudah dilakukan oleh Panti Asuhan Yayasan Pembangunan (Yapem) Tarusan di Kecamatan Koto XI Tarusan.

"Di Panti Asuhan Tapem Tarusan ini, anak asuhanya juga memiliki kreatifitas membuat berbagai aneka cendramata. Hasil karya berupa cendramata itu, digunakan masyarakat sebagai kenangan-kenangan pada pesta pernikahan di kecamatan itu," ungkapnya.

Karena besarnya dampak yang dirasakan oleh anak asuhan pada beberapa panti asuhan yang memiliki kreatifitas, sehingga pihaknya akan melakukan dorongan dan mitivasi terhadap panti asuhan lainya di daerah itu.

"Doronganya adalah dengan juga ikut berkreativitas melahirkan produk-produk yang memiliki nilai ekonomi sebagaimana dilakukan oleh dua panti asuhan itu. Sebab dengan hanya Rp 10 ribu per hari jatah untuk kebutuhan sembako per orang, belumlah memadahi untuk memenuhi kebutuhan yang ideal. Beruntung perhatian warga sekitar juga cukup tinggi, sehingga mereka bisa sama-sama tersenyum untuk menghadapi lebaran nantinya," tutup Nurlaini. (05)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube