Headline News

header-int

BPBD Pessel Uji Sirine Tsunami, Pastikan Sistem Peringatan Dini Berfungsi Optimal

Senin, 26 Oktober 2026, 23:49:18 WIB - 17 | Kontributor : Riko Candra
BPBD Pessel Uji Sirine Tsunami, Pastikan Sistem Peringatan Dini Berfungsi Optimal

PESISIR SELATANn– Memastikan kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami tidak cukup hanya dengan menyediakan peralatan peringatan dini. Sistem tersebut juga harus dipastikan berfungsi dengan baik saat dibutuhkan dalam kondisi darurat.

Atas dasar itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan melakukan uji coba sirine Tsunami Early Warning System (TEWS), Senin (26/10/2026).

Pengujian ini menjadi bagian dari upaya memastikan perangkat peringatan dini tsunami tetap berfungsi optimal, sehingga dapat memberikan peringatan kepada masyarakat apabila terjadi potensi bencana tsunami.

Kepala BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Armen P., M.M., melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pessel, Hendri Agustian, membenarkan pelaksanaan uji coba sirine tersebut.

Hendri menjelaskan, pengujian TEWS merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan BMKG bersama BPBD di berbagai daerah pesisir Indonesia setiap tanggal 26 setiap bulannya, pada pukul 10.00 waktu setempat.

“Jadwal rutin uji coba sirine dilaksanakan setiap tanggal 26 pukul 10.00 pagi untuk memastikan perangkat, jangkauan suara, dan sistem jaringan berfungsi normal,” ujar Hendri.

Menurutnya, pengecekan berkala terhadap perangkat TEWS sangat penting untuk mendukung kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi ancaman tsunami.

Melalui pengujian tersebut, petugas dapat memastikan sistem peringatan dini berjalan sebagaimana mestinya. Dengan demikian, apabila terjadi situasi darurat, sirine diharapkan dapat berfungsi sebagai salah satu sarana penyampaian peringatan kepada masyarakat.

Pesisir Selatan merupakan daerah yang memiliki wilayah pesisir cukup panjang dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Kondisi geografis tersebut membuat kesiapsiagaan terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami menjadi perhatian penting.

Karena itu, keberadaan TEWS harus didukung dengan pemeliharaan peralatan, pengecekan jaringan, serta pemahaman masyarakat terhadap makna bunyi sirine.

Di sisi lain, Hendri mengimbau masyarakat agar tetap tenang apabila mendengar sirine tsunami pada tanggal 26 setiap bulannya, khususnya saat pelaksanaan uji coba rutin.

Ia menegaskan, bunyi sirine pada jadwal pengujian bukan merupakan tanda terjadinya tsunami, melainkan bagian dari pengecekan sistem peringatan dini.

“Jika mendengar suara sirine pada tanggal 26, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak panik, karena itu merupakan uji coba sistem,” imbaunya.

Namun, Hendri mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan apabila sirine berbunyi di luar jadwal pengujian atau tanpa adanya pemberitahuan resmi.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat diminta segera bersiap menghadapi kemungkinan keadaan darurat dan memantau informasi dari kanal resmi pemerintah maupun BMKG.

“Waspada saja, jika sirine berbunyi di luar tanggal 26 atau tanpa pemberitahuan resmi, segera bersiap dan pantau informasi darurat dari kanal resmi,” tegasnya.

BPBD Pessel berharap, melalui pengujian rutin dan edukasi yang berkelanjutan, masyarakat semakin memahami fungsi sirine tsunami serta mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Kesiapsiagaan menjadi kunci penting dalam mengurangi risiko bencana. Dengan peralatan yang berfungsi dan masyarakat yang memahami sistem peringatan dini, upaya perlindungan terhadap keselamatan warga di wilayah pesisir dapat semakin diperkuat.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube