Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, memotivasi para peserta didik untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu, menghargai perjuangan orang tua, serta mempersiapkan diri meraih masa depan yang lebih baik.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Lomba Kreativitas Pionering Pramuka Penggalang (LKP3) Jilid 4 di MAN 2 Pesisir Selatan, Sabtu (10/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Risnaldi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pembina, pembimbing, guru, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dalam membina dan mendampingi para peserta didik.
Menurutnya, pengabdian para pembina Pramuka yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Bimbingan, arahan, dan dukungan yang diberikan menjadi bekal bagi para peserta didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Atas nama Kakwarcab Kabupaten Pesisir Selatan, saya mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakak semua sebagai pembimbing dan pembina yang telah memberikan arahan dan dukungan, termasuk kepada seluruh guru yang hadir,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan LKP3 dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan aman. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi anggota Pramuka untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta semangat dalam mengembangkan potensi diri.
“Jadikanlah kegiatan ini sebagai momentum untuk membuktikan bahwa Pramuka adalah generasi muda yang siap belajar, siap berkarya, dan siap berkompetisi,” pesannya.
Di hadapan para peserta, Risnaldi kemudian menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menghargai perjuangan orang tua.
Ia mengajak para siswa untuk sejenak menundukkan kepala dan merenungkan pengorbanan ibu dan ayah yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua peserta didik dapat menjalani kehidupan dan pendidikan dengan kondisi ekonomi yang berkecukupan. Di balik seragam, pakaian, dan sepatu yang dikenakan para siswa, terdapat perjuangan orang tua yang bekerja keras demi memastikan anak-anak mereka tetap bisa bersekolah.
Risnaldi mengajak para peserta untuk melihat sepatu yang mereka kenakan sebagai pengingat akan besarnya pengorbanan orang tua. Sepatu tersebut bisa jadi dibeli dari hasil kerja keras ibu dan ayah yang pergi ke sawah, ke ladang, melaut, atau bekerja sebagai guru dan menjalani berbagai pekerjaan lainnya.
Bahkan, menurutnya, ada orang tua yang harus meminjam uang kepada saudara atau kerabat agar anaknya bisa membeli sepatu, celana, maupun pakaian untuk keperluan sekolah.
Perjuangan itu terkadang tidak mudah karena mereka harus menghadapi berbagai kesulitan demi memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya.
“Lihat sepatu yang adik-adik pakai. Bisa saja sepatu itu dibeli dari hasil upah orang tua yang pergi ke sawah dan ke ladang. Bisa juga pakaian yang adik-adik pakai hari ini merupakan hasil perjuangan mama, amak, dan ayah,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa di balik setiap pengorbanan tersebut, terdapat harapan besar agar anak-anak mereka kelak tumbuh menjadi orang yang berhasil dan mampu meraih kehidupan yang lebih baik.
Menurut Risnaldi, perjuangan orang tua semakin terasa di tengah kondisi ketika biaya pendidikan dan kebutuhan hidup terus menjadi tantangan bagi banyak keluarga. Karena itu, para siswa harus memahami bahwa kesempatan untuk bersekolah merupakan sesuatu yang harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.
Ia mengingatkan agar para peserta tidak menyia-nyiakan pengorbanan orang tua. Semangat belajar, kedisiplinan, serta kesungguhan dalam menjalani pendidikan harus menjadi bagian dari upaya membalas kasih sayang dan perjuangan mereka.
“Harapan orang tua kita hanya satu, bagaimana suatu saat nanti anaknya menjadi orang yang berhasil. Mereka ingin anak-anaknya sukses di masa depan,” katanya.
Lebih lanjut, Risnaldi berpesan bahwa masa depan tidak akan datang dengan sendirinya tanpa usaha dan kerja keras. Setiap peserta didik harus memiliki semangat untuk terus belajar, berusaha, dan berjuang mencapai cita-cita.
Ia juga mengingatkan para siswa agar senantiasa mendengarkan nasihat orang tua dan guru. Keduanya memiliki peran penting dalam memberikan arahan, membentuk karakter, serta membantu peserta didik menentukan langkah yang tepat untuk meraih keberhasilan.
“Masa depan itu harus kita ambil dan harus kita capai. Masa depan tidak akan pernah menunggu kita. Karena itu, kita harus semangat dan giat untuk menuju masa depan,” tegasnya.
Untuk membangkitkan semangat para peserta, Risnaldi juga mengajak mereka berinteraksi secara langsung dengan menanyakan kesiapan untuk meraih kesuksesan dan mengingat pesan orang tua serta guru. Ajakan tersebut disambut antusias oleh para siswa yang menyatakan kesiapan mereka untuk berjuang mencapai cita-cita.
Ia berharap seluruh peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki tekad kuat, berkarakter, serta mampu mengembangkan kemampuan sesuai dengan cita-cita masing-masing.
Setelah menyampaikan pesan dan motivasi tersebut, Risnaldi secara resmi membuka kegiatan Lomba Kreativitas Pionering Pramuka Penggalang (LKP3) dengan mengucapkan basmalah.
"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kegiatan Lomba Kreativitas Pionering Pramuka Penggalang (LKP3) Jilid 4 kita buka bersama," pungkas Risnaldi.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.