PESISIR SELATAN — Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas lahirnya buku 1001 Pantun Minang yang dinilai menjadi karya bersama dalam memperkuat budaya literasi sekaligus melestarikan kekayaan budaya Minangkabau.
Buku tersebut diluncurkan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan di Painan Convention Center (PCC), Jumat (15/8/2026). Karya itu menghimpun pantun yang ditulis oleh pejabat eselon II, III dan IV perangkat daerah, kepala SD dan SMP, serta kepala puskesmas di Kabupaten Pesisir Selatan.
Peluncuran buku dilakukan Bupati Hendrajoni bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong budaya membaca, menulis dan berkarya di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
Dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Pesisir Selatan, H. Zainal Arifin, S.KM., M.Kes., Bupati Hendrajoni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan karya tersebut.
Menurut Hendrajoni, 1001 Pantun Minang bukan sekadar kumpulan karya sastra, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan dan menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Pantun merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Minangkabau yang perlu terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Hendrajoni dalam sambutannya.
Ia berharap buku tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Pesisir Selatan untuk semakin gemar membaca, berani menulis dan terus menghasilkan karya yang memiliki nilai edukasi serta budaya.
Hendrajoni juga menilai upaya pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan penguatan literasi. Menurutnya, budaya lokal memiliki nilai-nilai luhur yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda sekaligus memperkuat karakter masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesisir Selatan, Adril Yesmen, S.Pd., M.Pd., mengatakan penerbitan buku tersebut merupakan salah satu langkah untuk mendorong budaya membaca, menulis dan berkarya melalui media yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Menurut Adril, tema dan pesan yang dituangkan dalam pantun diselaraskan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan. Dengan demikian, buku tersebut tidak hanya menjadi karya budaya, tetapi juga merefleksikan semangat pembangunan daerah.
“Buku ini menjadi perpaduan antara pelestarian budaya, penguatan literasi dan semangat pembangunan daerah,” kata Adril.
Melalui penerbitan 1001 Pantun Minang, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap tradisi pantun tetap mendapat tempat di tengah masyarakat sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak karya literasi yang mengangkat identitas dan kekayaan budaya daerah.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.