Demi Keselamatan, Jangan Dirikan Bangunan Di Bantaran Sungai
Painan, 4 Juni 2018--Mendirikan bangunan disepanjang bantaran sungai, sangat mengancam terhadap keselamatan jiwa. Dari itu kepada masyarakat diimbau untuk tidak lagi mendirikanya.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Doni Gusrizal mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Senin (4/6) di Painan bahwa sudah selayaknya pemerintah tegas memberikan larangan kepada masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan di sepanjang bantaran sungai di Pessel.
" Sebab tanpa ketegasan itu, kecendrungan atau kebiasaan mendirikan bangunan disepanjang bantaran sungai tetap akan sulit dihilangkan. Ini disampaikan, sebab rata-rata aliran sungai di daerah ini cukup tajam, karena berhulu di sepanjang gugusan Bukit Barisan (BB) Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)," katanya.
Karena aliran yang cukup tajam serta juga berbelok itu, maka dalam waktu singkat aliranya bisa meluap, terutama sekali ketika terjadi hujan di bagian hulu.
Ditambahkanya bahwa selain tajam, ruas aliran sungai tersebut juga cukup kritis, bahkan beberapa diantaranya butuh penanganan melalui normalisasi.
" Sebagian besar ruas sungai di Pessel cukup kritis, Kondisi ini jelas mengancam keselamatan jiwa warga. Untuk penanganan aliran sungai yang kritis itu, setidaknya dibutuhkan biaya sebesar Rp 200 miliar. Sebab aliran sungai yang kritis ini tersebar di 19 batang aliran sungai, dan melewati 15 kecamatan yang ada," ujarnya.
Menyangkut kondisi cuaca tidak menentu sebagai mana saat ini, dia berharap agar disikapi masyarakat secara siaga. Hal itu disampaikan karena Pessel memiliki sembilan belas (19) aliran sungai dengan 11 pintu muara. Rata-rata aliran sungai itu memiliki potensi sebagai pengirim banjir.
Kepala pelaksana (Kapel) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Herman Budiarto , ketika dihubungi mengakui bahwa ancaman banjir yang ditimbulkan oleh luapan sungai, sangat berpotensi terjadi di daerah itu.
Apa lagi rata-rata aliran sungainya cukup tajam karena memiliki kemiringan cukup tinggi, disamping juga telah terjadi pendangkalan dan belokan di beberapa titik.
" Bila ditotal jumlah penduduk yang terancam keselamatanya akibat luapan sungai di Pessel, mencapai 16 ribu kepala keluarga. Rata-rata mereka yang terancam ini adalah yang mendirikan bangunan disepanjang bantaran sungai. Ini terlihat di 19 aliran sungai yang ada di daerah ini, mulai dari hulu sampai ke muara," katanya.
Agar kebiasaan mendirikan bangunan disepanjang bantaran sungai ini bisa dihilangkan, sehingga BPBD Pessel bersama pihak terkait lainya terus melakukan imbauan dan sosialisasi.
" Kita bersama pihak terkait lainya, termasuk juga pemerintahan nagari, terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak lagi mendirikan bangunan baru di sepanjang bantaran sungai. Sedangkan kepada warga yang sudah terlanjur, kita sarankan untuk pindah, serta terus meningkatkan kewaspadaan, terutama sekali disaat musim hujan," tutupnya. (05)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.