Painan, 26 Juni 2018--Untuk mengantisipasi kelangkaan kebutuhan bahan pokok pasca lebaran di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pemerintah daerah (Pemda) setempat melalui petugas terkait (Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Diskoperindagpas), terus melakukan pemantauan pasar Upaya itu dilakukan agar tidak terjadi lonjakan harga akibat dari kelangkaan di saat masyarakat masih merayakan hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah di daerah itu.
Bupati Pessel, Hendrajoni mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Selasa (26/6) bahwa Pemerintah Daerah melalui Diskoperindagpas terus melakukan pemantauan terhadap berbagai kebutuhan bahan pokok di daerah itu selama lebaran, " Pemantauan ketersedian bahan pokok ini bertujuan agar pemerintah daerah melalui bulog bisa melakukan tindakan cepat di lapangan, bila ditemui terjadi kelangkaan berbagai kebutuhan bahan pokok di masyarakat. Sebab bila antisipasi cepat tidak dilakukan, kelangkaan itu akan berdampak terhadap melonjaknya harga," katanya.
Dijelaskanya bahwa antisipasi terhadap lonjakan harga itu, juga sudah dilakukan tujuh hari menjelang hari raya di daerah itu, khususnya di Kota Painan. Salah satu bentuk yang sudah dilakukan adalah menggelar pasar murah terhadap berbagai kebutuhan pokok pada beberapa titik, "Pasar murah menjual berbagai kebutuhan pokok ini, digelar selama sepekan sebelum hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah pada beberapa titik, termasuk juga di rumah dinas bupati di Kota Painan. Bila kekuatiran terhadap kelangkaan kebutuhan pokok dan melonjaknya harga pasar terjadi pasca lebaran, tidak tertutup kemungkinan pasar murah ini kembali digelar. Tapi hingga saat ini berbagai kebutuhan pokok terpantau masih dalam kondisi normal dan mencukupi," ungkapnya.
Kepala Dinas Pangan Pessel, Alfis Basyir ketika dihubungi juga menjelaskan bahwa selain pemantauan pasar dan operasi pasar murah, pihaknya dari jauh hari juga telah melakukan motivasi kepada masyarakat melalui pemerintahan nagari (Pemnag) untuk memperbanyak Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) dan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM), "Karena dengan berfungsinya LPM dan LDPM sebagai mana diharapkan, maka hasil panen dalam daerah, terutama beras tetap tersedia. Disaat terjadi lonjakan harga akibat menipisnya stok pangan, masyarakat Pessel tidak lagi kuatir, karena stok masih tersedia pada LPM dan LDPM yang ada itu," ucapnya.
Ditambahkanya bahwa pasar-pasar tradisional yang terdapat di daerah itu selama lebaran tetap melakukan aktifitas sebagaimana biasanya. Bahkan bila dibandingkan dengan hari-hari biasa, memang terjadi lonjankan kunjungan. Sebab yang menyerbu pasar-pasar tradisional itu juga berasal dari para perantau, "Kondisi ini tentu akan memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat secara ekonomi, terutama sekali bagi pedagang pasar. Agar kebutuhan pokok disemua pasar-pasar tradisional yang ada ini tetap terjamin, makanya petugas pemantau disiagakan di semua pasar tradisional yang ada," tutupnya. (05)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.