Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Mawardi Roska, menanggapi upaya Pemerintah Daerah dalam upaya mitigasi dan siaga bencana di Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (4/1) di Painan. Dikatakan, upaya itu dilakukan karena Pesisir Selatan secara geografis dan topografis memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi; banjir, tanah longsor, abrasi pantai, angin kencang dan kebakaran hutan serta gempa yang disertai tsunami.
"Karena kondisi itu, sehingga kehadiran KSB perlu terus diberdayakan dalam menjawab penanganan berbagai potensi bencana. Karena kehadiran KSB yang telah tersebar di 182 nagari sebagai mana saat ini, memang diharapkan bisa optimal menjalankan tugas, fungsi dan misi sosial kemanusiannya di lapangan," katanya.
Sementara itu Kepala BPBD Pesisir Selatan, Doni Gusrizal, mengatakan pihaknya senantiasa mendorong KSB di masing-masing nagari untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana ini.
Dia menambahkan bahwa untuk kegiatan sosialisasi dan pelatihan itu, setidaknya BPBD membutuhkan anggaran sebesar Rp 4 miliar. Sebab selain untuk kebutuhan operasional, banyak materi yang akan dikenalkan kepada personil KSB yang keanggotaannya sudah mencapai 4.550 orang di daerah itu.
Karena membutuhkan anggaran yang besar, sehingga dia berharap kehadiran KSB yang sudah terbentuk di semua nagari itu mendapatkan perhatian pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terutama dalam pengalokasian anggaran.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.