Headline News

header-int

Menatap Masa Depan Pesisir Selatan Lewat Bunyi Ayat di Ujung Nagari

Rabu, 30 September 2026, 10:40:26 WIB - 41 | Kontributor : Novira Taufiq
Menatap Masa Depan Pesisir Selatan Lewat Bunyi Ayat di Ujung Nagari

Tradisi mengaji di surau telah lama menjadi fondasi spiritual dan sosiologis yang membentuk kepribadian masyarakat Minangkabau. Dahulu, surau bukan sekadar tempat untuk mengeja huruf hijaiyah, melainkan laboratorium sosial tempat anak-anak melatih kedisiplinan, mempelajari etika, dan membangun rasa percaya diri.


Seiring berjalannya waktu dan pesatnya perkembangan teknologi digital, kebiasaan berkumpul di surau perlahan mulai tergeser oleh gaya hidup modern. Kondisi ini membawa tantangan baru bagi pembentukan karakter dan moralitas anak-anak di tengah pesatnya arus informasi.


Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mengambil langkah strategis melalui gagasan Bupati Hendrajoni dan Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim. Lewat Program Unggulan Nagari Mengaji, tradisi keagamaan di Pesisir Selatan kembali dihidupkan dengan pendekatan yang lebih terarah dan adaptif.
Lantas, apa sebenarnya Program Nagari Mengaji itu? Secara fundamental, Nagari Mengaji adalah sebuah gerakan integratif yang mentransformasi pola pembelajaran agama anak-anak di tingkat nagari, dari yang semula berjalan secara sporadis menjadi sistem pembinaan karakter keagamaan yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.


Program ini tidak lagi berdiri sebagai kegiatan seremonial, melainkan diintegrasikan langsung dengan seluruh lembaga pendidikan keagamaan yang sudah ada di tengah masyarakat. Lembaga tersebut meliputi Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA), hingga Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).


Transisi dari sekadar gerakan sosial menuju sistem yang terencana membutuhkan kepastian hukum dan pedoman kerja yang jelas. Tanpa regulasi yang kuat, sebuah program berpotensi berhenti sebatas kegiatan seremonial tanpa arah pembinaan yang terukur di tingkat tapak.


Atas dasar itulah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Selatan bergerak cepat dengan mengusulkan Peraturan Bupati (Perbup) Nagari Mengaji. Draf Perbup ini disiapkan sebagai landasan hukum dan panduan teknis untuk memperkuat pelaksanaan program di seluruh nagari.


Draf Perbup Nagari Mengaji tersebut telah disampaikan resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Pesisir Selatan, Yufrizal, kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Penyerahan dilakukan secara langsung melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum, Syahrizal Antoni.


“Yang sudah kita lakukan sekarang adalah mengusulkan Perbup. Draf Perbup Nagari Mengaji sudah kita berikan kepada Bupati melalui Asisten I, Bapak Syahrizal Antoni,” kata Yufrizal menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal regulasi tersebut saat menerima kunjungan PWI Pessel pada Senin (29/9/2026).


Yufrizal menekankan bahwa regulasi ini menjadi kompas agar pelaksanaan Nagari Mengaji di lapangan memiliki arah pembinaan keagamaan yang jelas dan komprehensif. Pembinaan tersebut mencakup kemampuan membaca Al-Qur’an, pemahaman dasar ajaran Islam, pembentukan akhlak, hingga praktik ibadah sehari-hari.


“Jadi, bukan hanya mengaji. Ada pembelajaran akhlak dan budi pekerti, kemudian praktik ibadah dan materi-materi keagamaan lainnya. Harapannya anak-anak kita tidak hanya bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yufrizal menjelaskan keunggulan program ini.


Secara teknis, kurikulum dan standar kompetensi pembelajaran Nagari Mengaji disusun mengacu pada acuan resmi Kemenag. Pijakan utama yang digunakan adalah Kepdirjen Pendidikan Islam Nomor 3811 Tahun 2025 tentang Kurikulum MDT untuk jenjang Ula, Wustha, dan Ulya.


Struktur pembelajarannya dirancang mencakup tujuh pilar mata pelajaran utama keagamaan. Pilar-pilar tersebut meliputi Al-Qur’an, Hadis, Akidah, Akhlak, Fikih, Tarikh Islam, hingga pengenalan Bahasa Arab secara terencana.


Teknis pembelajaran di lapangan juga dirancang sangat praktis dan aplikatif sesuai jenjang perkembangan psikologis anak. Anak-anak dibimbing langsung menguasai tata cara ibadah harian, seperti wudhu yang benar, shalat wajib dan sunnah, shalat berjamaah, hingga hafalan doa-doa harian dan surat pendek.


Tidak hanya ibadah harian dasar, materi pembelajaran juga menyentuh aspek ibadah sosial dan fardhu kifayah. Anak-anak diperkenalkan dan dilatih secara rinci mengenai tata cara pengurusan jenazah sebagai bagian dari pembekalan kehidupan bermasyarakat.


Selain penguatan ibadah, aspek keterampilan sosial dan kepemimpinan anak diasah melalui kegiatan muhadarah atau latihan berpidato dan ceramah agama. Yufrizal menilai muhadarah merupakan metode pendidikan karakter yang sangat efektif dalam membentuk kepribadian anak.


Melalui muhadarah, anak-anak belajar menyusun gagasan, melatih keberanian di depan publik, serta membangun kemandirian. Mereka juga dilatih untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan menggunakan bahasa yang santun, sopan, dan penuh rasa hormat.


“Anak-anak juga perlu dibekali dengan praktik. Bagaimana shalat, bagaimana shalat berjamaah, bagaimana shalat jenazah, kemudian belajar menyampaikan ceramah atau muhadarah. Itu semua bagian dari pembentukan keterampilan dan karakter,” ucap Yufrizal menekankan pentingnya aspek pembelajaran langsung.


Guna menjamin kepastian teknis dan keseragaman standar pembelajaran di seluruh wilayah, Kemenag Pesisir Selatan juga telah menyusun Buku Pedoman Pelaksanaan Nagari Mengaji Edisi III. Buku ini siap didistribusikan ke seluruh kecamatan sebagai panduan operasional bagi para pengelola dan guru mengaji di tingkat nagari.


Melalui standarisasi materi, alur pembelajaran, dan kriteria capaian lulusan ini, pembangunan Pesisir Selatan diarahkan seimbang antara fisik dan mental. Dari nagari-nagari inilah, anak-anak dibekali ilmu, akhlak, dan keterampilan ibadah sebagai benteng moral utama dalam menghadapi perkembangan zaman.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube