Pesisir Selatan, 21/4/18 - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pesisir Selatan memaksimalkan pengawasan terkait proses pencocokan dan penelitian data pemilih sebagai upaya memastikan semua warga negara berpartisipasi pada Pemilu 2019.
Kordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Panwaslu setempat, Canang Bagus Prahara Umpu, Sabtu (21/4) menyebutkan hal tersebut telah diwanti-wanti ke petugas Panwaslu tingkat nagari (desa adat) agar maksimal dalam mengawasi proses pencocokan dan penelitian data yang dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih.
"Kegiatan pengawasan tidak hanya sekadar hadir serta mendampingi namun harus fokus ke proses pencocokan dan penelitian data pemilih," katanya.
Data yang dipegang oleh petugas pemutakhiran data pemilih dan petugas Panwaslu merupakan data awal yang digunakan sebagai landasan dalam proses pencocokan dan penelitian data pemilih. Menurutnya, data tersebut bisa saja berkurang atau bahkan bertambah tergantung situasi di lapangan. Berkurangnya data pemilih bisa disebabkan karena adanya daftar pemilih pada data model A-KPU yang meninggal dunia, data ganda, atau data pemilih yang tidak memenuhi syarat masuk ke dalam daftar pemilih.
Sementara, jika bertambah bisa disebabkan karena adanya pemilih baru atau pemula yang memenuhi syarat namun tidak terdaftar di dalam data model A-KPU. Dalam pengawasannya petugas Panwaslu menggunakan dua metode yaitu pengawasan melekat dan metode audit sampling dengan cara memilih tiga buah rumah per satu tempat pemungutan suara dan tiga tempat pemungutan suara di setiap nagari.
Sementara itu, Divisi Sosialisasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Riswandy menjelaskan kegiatan pencocokan dan penelitian data pemilih dilaksanakan oleh 1.428 petugas pemutakhiran data pemilih.
"Pencocokan dan penelitian data pemilih dilakukan dari 17 April hingga 16 Mei 2018," sebutnya.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.