Pengetahuan Warga Hadapi Hadapi Bencana Perlu Ditingkatkan
Painan, 25 Mai 2018--Kesiagaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dalam menghadapi ancaman bencana perlu terus ditingkatkan. Upaya musti dilakukan karena Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) merupakan salah satu daerah yang rawan terkena berbagai ancaman bencana.
Bupati Pessel, Hendrajoni mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Jumat (25/5) bahwa Pessel merupakan salah satu daerah di Sumbar yang memiliki potensi bencana yang cukup tinggi.
Dikatakan tinggi, karena ancamanya bukan saja datang akibat pengaruh cuaca, tapi juga oleh kondisi alamnya yang memiliki garis pantai memanjaang dari utara hingga ke selatan, mencapai 246,2 kilometer.
Garis pantai yang berhadapan langsung dengan samudera Hindia dan kepulauan Mentawai ini, diprediksi para ahli menyimpan potensi gempa yang besar dan bisa menimbulkan tsunami. Sedangkan alamnya yang berbukit dan memiliki banyak sungai dengan kemiringan yang tajam, juga berpotensi banjir dan longsor.
" Potensi bencana yang besar ini, diakui membuat warga Pessel senantiasa dihantui oleh rasa takut. Tapi bukan pula membuat warga skeptis menghadapi kenyataan ini, sebab suka tidak suka kenyataan yang berada didepan mata itu, harus disikapi dengan kesiagaan. Disamping juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bencana dan dalam menghadapinya," ungkap bupati.
Dikatakan bahwa pihaknya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah menunjukan kepedulianya kepada daerah itu dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait kebencanaan.
" Melalui berbagai sosialisasi itu, maka kepercayaan diri masyarakat Pessel akan muncul. Terutama sekali bagi mereka yang berdomisili di daerah pinggiran pantai. Karena akibat kepanikan dan rasa takut itu, aktivitas mereka menjadi terganngu dan berdampak terhadap perekonomian," ungkapnya.
Terkait upaya penyelamatan ketika ancaman bencana terjadi, terutama bencana gempa yang diprediksi para ahli bisa menimbulkan tsunami. Pemerintah daerah (Pemda) secara bertahap terus melakukan peningkatan pembangunan sarana baik jalan evakuasi, shelter dan lainya.
" Langkah ini dilakukan agar rasa nyaman bagi masyarakat, terutama yang berdomisili di kawasan zona merah tsunami tercapai. Sebab bila dilihat dari jumlah penduduk Pessel yang sudah mencapai 546 ribu jiwa ini, sebanyak 30 persenya berada di zona merah stunami. Kondisi ini memang disebabkan oleh geografif daerah sebagai mana saya jelaskan tadi," ujarnya.
Sedangkan keberadaan shelter alami, seperti bukit disekitar pinggiran pantai di beberapa pemukiman masyarakat, setidaknya dapat menjawab kepanikan ketika bencana gempa terjadi. Sebab keberadaanya bisa menjadi tempat penyelamatan bagi warga.
" Walau demikian, tidak sedikit pula pemukiman warga yang membutuhkan kehadiran shelter. Terutama sekali pada pemukiman yang tidak memiliki daerah ketinggian seperti di pesisir pantai Kambang, Lakitan, Surantiah, sebagaian Batang Kapas, Muaro Sakai dan beberapa lokasi lainya. Karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah, sehingga kebutuhan itu tidak bisa dijawab dalam waktu singkat. Dari itu kepedulian pemerintah provinsi dan pusat sangat diharapkan," ungkapnya.
Dia berharap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang bencana dan kesiagaan sebagai mana dilakukan oleh semua pihak yang memiliki kepedulian selama ini, juga dibarengi dengan peningkatan sarana dalam hal penyelamatan. Sebab bila dua hal itu tercapai, maka rasa aman akan tercipta di masyarakat.
" Harapan itu saya sampaikan, karena potensi berbagai ancaman bencana memang sangat tinggi di daerah ini," tutupnya. (05)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.