Headline News

header-int

Produktivitas Nelayan Melalui Sarana Tangkap Terus Ditingkatkan

Senin, 30 April 2018, 14:50:12 WIB - 659 | Kontributor : Yoni Syafrizal

Painan, 30 April 2018--Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalui Dinas Perikanan terus meningkatkan produktivitas masyarakat nalayan di daerah itu. Upaya itu dilakukan, karena potensi produksi perikanan laut di daerah itu mencapai 100 ribu ton per tahun. Karena keterbatasan sarana tangkap, sehingga rata-rata produksi per tahun masih pada kisaran 30 ribuan ton.

Hal itu disampaikan Bupati Pessel, Hendrajoni dengan didampingi Plt kepala Dinas Perikanan Pessel, Irlindawati Senin (30/4) di Painan.

" Masih minimnya ketersediaan sarana tangkap sebagai mana dialami oleh masyarakat nelayan di Pessel, menjadi salah satu penyebab produktifitas mereka rendah. Karena potensi produksi perikanan laut mencapai 100 ribu ton per tahun, sehingga produktivitas mereka perlu terus ditingkatkan. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah memalui peningkatan sarana dan prasarana tangkap," katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Perikanan Pessel, jumlah perahu dayung atau perahu layar di daerah itu ada sekitar seribu unit.

Sarana tangkap yang masih tergolong tradisional itu, tersebar di 10 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada.

Dijelaskanya bahwa menggunakan perahu dayung atau perahu layar untuk menangkap ikan di laut, sangat menantang dan rawan terhadap keselamatan.

" Sebab nelayan tidak bisa bergerak dengan cepat menghindari cuaca buruk. Beda bila menggunakan perahu motor, sebab mereka bisa bergerak cepat ketika ancaman badai dan gelombang besar datang. Karena bisa bergerak cepat, maka ancaman terhadap resiko keselamatan juga kecil. Demikian juga dengan tingkat produktifitas dan hasil produksi yang didapatkan setiap kali turun melaut," ungkapnya.  

Diakuinya akibat dari masih banyaknya perahu dayung yang digunakan. membuat produktivitas mereka menjadi rendah, dengan rata-rata produksi hanya mencapai 29 hingga 31 ribu ton per tahun.

Kondisi itu dikatakanya akibat dari pembangunan perikanan yang memang mengalami masa-masa transisi sejak beberapa tahun terakhir.

" Tapi saat ini Pessel telah berupaya untuk mengembalikan ke posisi normal, agar produksi perikanan laut bisa tercapai maksimal menurut potensi tingkat produksi yang dimiliki. Sebab bila dikelaolah secara maksimal, laut Pessel bisa menghasilkan produksi sebesar 100 ribu ton per tahun.

Plt Kepala Perikanan Pessel, Irlindawati  mengatakan bahwa dengan keterbatasan sarana tangkap sebagaimana dimiliki masyarakat nelayan itu, membuat garapan tidak tercapai maksimal, bahkan bisa dikatakan baru seperempat dari besar potensi yang ada.

" Saat ini jumlah armada tangkap berupa mesin tonda, kapal payang, dan perahu yang menggunakan mesin lainya ada sebanyak 2.392 unit di Pessel. Sedangkan yang masih menggunkan perahu dayung atau layar ada sebanyak 1 ribu unit pula. Kondisi ini jelas berpengaruh terhadap produksi, sebagaimana terlihat di lapangan," jelasnya.

Ditambahkanya bahwa pihaknya memang mentargetkan semua nelayan di daerah itu sudah memiliki perahu dengan menggunakan penggerak dari mesin.

" Upaya itu sudah dilakukan sejak tahun 2007 dan 2008 lalu melalui bantuan mesin long tail. Program bantuan terhadap nelayan berupa mesin long tail ini, masih terus berlanjut hingga saat ini. Tujuanya agar semua nelayan Pessel, betul-betul  memiliki perahu yang digerakan oleh mesin  sebagai mana diharapkan," timpalnya. (05)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube