Headline News

header-int

Puluhan Tahun Menunggu, Aliran Sungai Pulau Rajo Indrapura Akhirnya Dinormalisasi

Rabu, 02 Mei 2018, 13:43:56 WIB - 893 | Kontributor : Yoni Syafrizal
Puluhan Tahun Menunggu, Aliran Sungai Pulau Rajo Indrapura Akhirnya Dinormalisasi

Puluhan Tahun Menunggu, Aliran Sungai Pulau Rajo Indrapura Akhirnya Dinormalisasi

Painan, 2 Mai 2018--Masyarakat Kampung Pasir Ganting Nagari Pulau Rajo Indrapura Kecamatan Airpura Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), sampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Pessel, Hendrajoni.

Ucapan terimakasih itu disampaikan karena penantian panjang warga agar aliran sungai yang melewati pemukiman warga di nagari agar dilakukan pengerukan,  terkabul sudah.

Tokoh masyarakat Nagari Pulau Rajo Indrapura, Edison yang akrab dipanggil Ujang Jambi mengatakan kemaren (2/5) bahwa di nagari itu ada sepanjang 2 kilometer aliran sungai yang tidak lagi berfungsi karena berbelok dan ditumbuhi tanaman liar jenis eceng gondok.

Karena sudah mencapai 25 tahun tidak lagi teraliri air, sehingga sungai yang memiliki lebar 30 meter itu hanya menjadi sumber masalah bagi warga.
Dikatkan demikian, sebab lokasi itu telah menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk menyebar virus Demam Berdarah Dangue (DBD).    

" Sebagai masyarakat Nagari Pulau Rajo Indrapura, kami sangat berterimakasih kepada Bapak Bupati Pessel, Hendrajoni. Sebab keluhan warga yang disampaikan terkait tidak lagi berfungsinya aliran sungai karena terjadi penyumbatan akibat ditumbuhi eceng gondok dan tumpukan sendimen, langsung ditanggapi. Dan itu terlihat dengan telah diturunkanya alat berat berupa escavator untuk melakukan pengerukan," ungkap Edison, yang akrap dipanggil Ujang Jambi tersebut.

Dikatakanya bahwa Nagari Pulau Rajo Indrapura merupakan salah satu nagari di Kecamatan Airpura yang memiliki potensi besar disektor perkebunan, pertanian, dan pariwisata.

Bahkan dari beberapa potensi itu, sektor pariwisata termasuk salah satu sektor  yang cukup menjanjikan di masa datang. Ini tidak lepas dari keberadaan Pulau seluas 2 hektare yang dikelilingi oleh aliran sungai mati, yang selama ini terabaikan.

" Saya katakan semikian, sebab dengan telah dibersihkanya aliran sungai dari tanaman liar dan tumpukan sendimen sebagai mana saat ini, kawasan itu akan bisa dikembangkan sebagai objek wisata baru di nagari ini," ungkapnya.

Camat Airpura, Efrianto  mengatakan bahwa penyumbatan aliran sungai sepanjang 2 kilometer di Nagari Gunung Rajo Indrapura itu, sudah terjadi sejak 25 tahun lalu.

" Pada lokasi itu terjadi belokan ke kiri dari arah hulu yang pada akhirnya membentuk lingkaran. Karena jalur kanan tidak lagi dilewati aliran sungai, sehingga dari tahun ke tahun berubah menjadi rawa. Itu sempat menimbulkan persoalan sosial di masyarakat. Sebab aliran sungai yang sudah mati itu, hanya menjadi sarang nyamuk. Dan pada musim-musim tertentu, membuat warga di nagari ini banyak terserang penyakit DBD," ungkapnya.

Dengan telah dilakukanya normalisasi melalui pengerukan aliran sungai oleh Dinas PSDA, maka bukan saja membuat masyarakat terbebas dari ancaman serangan penyakit DBD, tapi lebih dari itu, sebab lokasinya juga bisa dikembangkan sebagai objek wisata baru.

" Saya katakan demikian, sebab ada seluas 2 hektare lahan yang potensial bisa dikembangkan sebagai objek wisata baru oleh warga. Lahan berupa pulau seluas 2 hektare itu, dikelilingi oleh sungai yang sudah kembali besih serta juga berfungsi sebagai mestinya," jelas Efrianto.

Terpisah, kepala Dinas PSDA Pessel, Doni Gusrizal menjelaskan bahwa di Nagari Pulau Rajo Indrapura tersebut, pemukiman warganya memang berada persis dekat aliran sungai yang sudah mati akibat tidak lagi teraliri air.

" Bila aliran itu tidak dilakukan pengerukan, maka keberadaan sungai yang tidak lagi berfungsi itu akan menimbulkan persoalan sosial bagi warga. Dengan telah dihidupkanya kembali saluran yang sudah mati melalui pengerukan dan normalisasi ini, maka 1.500 jiwa warga yang tingal disekitar aliran sungai ini tidak lagi cemas. Kecemasan itu bukan saja karena ancaman penyakit DBD sebagai mana sebelumnya, tapi juga terkena banjir akibat luapan yang tersumbat di bagian hilir sungai atau muara," timpalnya. (05)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube