Headline News

header-int

Sempat Tembus Rp 30 Ribu Per Kilogram, Kenaikan Harga Getah Gambir Diprediksi Masih Akan Terjadi

Selasa, 23 Februari 2021, 11:44:31 WIB - 31 | Kontributor : Yoni Syafrizal
Sempat Tembus Rp 30 Ribu Per Kilogram, Kenaikan Harga Getah Gambir Diprediksi Masih Akan Terjadi

Pesisir Selatan --- Naiknya harga getah gambir sejak beberapa pekan terakhir membuat masyarakat petani gambir di Kabupaten Pesisir Selatan mulai bergairah.

Dikatakan demikian, sebab saat ini harga getah gambir di tingkat petani dengan kadar air 15 persen, telah dihargai Rp 28 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya cuma di kisaran Rp 13 ribu saja.

"Kondisi ini tentu membuat kami senang dan juga berharap harga ini bisa terus membaik," ungkap Syafrigon 45, petani gambir di Kecamatan Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang, Senin (22/2) kepada pesisirselatan.go.id.

Dijelaskannya bahwa kenaikan harga getah gambir itu mulai dirasakan petani sejak awal Januari 2021 lalu di Pessel.

"Saya katakan demikian, sebab awal bulan Januari 2021 lalu itu, harga getah gambir naik dari Rp 13 ribu per kilogram menjadi Rp 15 ribu. Hal itu terus meningkat dari minggu ke minggu pada angka Rp 17 ribu, Rp 19 ribu, Rp 23 ribu. Bahkan pekan lalu, sempat menembus Rp 30 ribu, dan sekarang turun lagi menjadi Rp 28 ribu. Walau demikian kami masih merasa senang dan berharap harga ini kembali meningkat," ujarnya.

Hal yang sama juga dirasakan Mardis 54, petani gambir lainya di Nagari Surantiah Kecamatan Sutera.

Diakuinya bahwa dengan kembali naiknya harga getah gambir di daerah itu, sangat membantunya dalam memulihkan ekonomi keluarga. Apalagi sekarang masih masih dalam masa pandemi Covid-19.  

"Saya merasa senang dengan kenaikan harga ini karena bisa memulihkan perekonomian keluarga dan petani gambir secara umumnya di Pessel," ujarnya.  

Ditambahkan Mardis lagi bahwa puncak kejayaan sebagai petani gambir pernah dia rasakan sekitar empat setengah tahun lalu. Sebab harga 1 kilogram gambir ketika itu sempat menembus Rp 90 ribu per kilogram.

"Karena harapan untuk kembali pada masa keemasan itu masih terasa kuat dan diyakini akan kembali terjadi. Sehingga kami masih tetap bertahan sebagai petani gambir, walau harga terendah hingga Rp 11 ribu per kilogram pernah kami rasakan. Namun kami berharap ini sudah harga terendah dan terus merangkak naik lagi hendaknya," harap Mardis.  

Maridun 56, pedagang pengumpul getah gambir di Kecamatan Lengayang ketika ditanya kemarin (19/2) mengungkapkan bahwa ada dua kelas jenis getah gambir yang dia beli dari petani.

"Dua kelas itu adalah kelas dalam kondisi basah dengan kadar air 30 persen, dan setengah kering dengan kadar air 15 persen. Jika kadar airnya 30 persen, maka hanya dihargai Rp 25 ribu per kilogram. Tapi jika 15 persen, saya hargai Rp 28 ribu per kilogram. Walau demikian, rata-rata petani menjual dengan kadar air 15 persen, sebab untuk mendapatkan kadar 15 persen itu, hanya membutuhkan waktu 3 hari di penjemuran," jelasnya.

Ditambahkan lagi bahwa getah gambir yang dia kumpulkan dari petani itu, kembali dijemur dengan kondisi kering sempurna.

"Sebab gudang penampungan di Padang, hanya mau menerima getah gambir yang kondisi keringnya sempurna. Untuk saat ini harga penjualan ke gudang pengumpul di Kota Padang Rp 50 ribu per kilogram. Apakah harga ini akan masih terus bertahan, saya juga tidak tahu. Sebab itu tergantung kepada tingkat permintaan dan juga kebutuhan," ungkapnya.

Walau demikian dia berharap agar terus terjadi kenaikan supaya perekonomian masyarakat petani gambir terus membaik di masa pandemi Covid-19 ini.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian Pessel, Azral, ketika dihubungi pesisirselatan.go.id Selasa (23/2) bahwa pihak terus melakukan pemantauan terhadap kebutuhan dan perkembangan pasar, terutama getah gambir di daerah itu.

"Kenaikan harga yang terus terjadi hingga berada pada posisi Rp 38 ribu di tingkat petani di daerah itu, memang karena tingginya permintaan konsumen dari luar nageri," katanya.

Dijelaskan juga bahwa pihaknya akan terus memberikan penyuluhan kepada petani gambir agar selalu meningkatkan kualitas hasil panen.

"Sebab kualitas juga berpengaruh terhadap kenaikan harga. Sebab kepercayaan konsumen memang diawali dari kualitas yang kita tawarkan, termasuk juga kualitas getah atau pasta gambir ini. Sebab peluang kenaikan harga, sangat berkemungkinan akan masih terus terjadi ke depan," timpalnya. (05)

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2021 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube