Headline News

header-int

Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Pernikahan, KUA Sutera Beri Penyuluhan

Selasa, 10 Desember 2019, 04:17:59 WIB - 67 | Kontributor : Okis Mardiansyah
Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Pernikahan, KUA Sutera Beri Penyuluhan

Pesisir Selatan - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus berupaya meningkatkan penyuluhan pernikahan kepada masyarakat setempat. Sebab, selain merujuk kepada regulasi, hal itu juga sekaitan dengan legalitas pernikahan yang sah secara peraturan hukum.

Ketua KUA Sutera Toni Nasrianto menyebutkan, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, sejumlah aturan terus mengalami perubahan ditingkat pusat, termasuk mengatur tata pola masyarakat dalam melaksanakan proses nikah yang bersifat syariat.

"Semua itu kami sikapi dengan cara melakukan sosialisasi, penyuluhan, serta pemahaman pada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat taat dengan aturan yang berlaku," katanya pada wartawan di kantornya, Senin (9/12).

Menurutnya, sejumlah aturan yang diterapkan pemerintah pada calon pasangan nikah, masih banyak masyarakat yang awam atau belum memahami secara baik. Bahkan, sering terjadi dokumen tidak terdaftar pada kantor Balai Nikah. 

"Jadi, hal seperti ini yang mesti kami luruskan pada pasangan calon nikah. Padahal, jika mereka datang ke kantor KUA itu tidak di pungut biaya sepeserpun. Kecuali jika Penghulu Nikah yang diminta datang ke rumah mempelai, baru dikenakan biaya administrasi sebesar Rp600.000 yang nantinya bakal di transfer melalui Bank BRI," ujarnya menjelaskan.

Ia mengakui, khusus di Kecamatan Sutera, sejauh ini memang kerap ditemukan persoalan tersebut. Namun, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar masyarakat paham aturan dan mudah berurusan kedepannya.

"Ya, kami akui masih adanya nikah dibawah tangan (nikah siri) yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah. Kadang nikah di Sutera, sementara buku nikahnya keluar di Sungai Penuh. Hal ini yang mesti kami luruskan," ucapnya.

Sementara, terkait adanya rencana pemerintah pusat untuk menerapkan sertifikat layak nikah atau semacam pembimbing selama 3 bulan sebelum melangsungkan pernikahan. Ia mengaku kurang merespon, sebab dinilai hanya membuang waktu dan mempersulit prosedur nikah bagi pasangan calon. 

"Sebab, masyarakat yang mau menikah tidak saja dari kalangan menengah ke atas. Mereka juga ada yang ekonomi ke bawah. Jadi, tidak begitu tepat rasanya," ucapnya mengakhiri. (15)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2020 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube