PESISIR SELATAN - Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) untuk penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi di Gizella Hotel Bayang, Selasa (22/9/2026).
Dalam sambutannya, Risnaldi mengatakan kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana, baik pada saat terjadi bencana maupun dalam tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
"Atas nama pemerintah daerah, kami mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Semoga kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada kita bagaimana menghadapi bencana, baik di saat bencana maupun dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana," ujar Risnaldi.
Menurutnya, Kabupaten Pesisir Selatan merupakan daerah yang setiap tahunnya memiliki potensi terjadinya berbagai bencana alam. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk selalu mempersiapkan diri dan meningkatkan kapasitas dalam penanggulangan bencana.
Risnaldi menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lintas sektor dan organisasi perangkat daerah.
"Setiap tahun Pesisir Selatan berpotensi mengalami bencana alam. Pemerintah harus siap. Semua lintas sektor harus memikirkan hal ini, tidak hanya BPBD. Kita harus memikirkannya bersama," katanya.
Ia juga mengingatkan agar upaya penanggulangan bencana tidak berhenti pada satu kegiatan atau hanya dilakukan ketika bencana terjadi.
Menurutnya, evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar pemerintah daerah dapat terus memperbaiki langkah dan strategi dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
"Kita pun bekerja tidak boleh berhenti. Perlu evaluasi terus-menerus," tegasnya.
Risnaldi mendorong seluruh peserta bimtek untuk mengikuti kegiatan secara serius dan maksimal. Ia berharap pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih baik.
"Jangan menjadi biasa saja. Kalau kita biasa-biasa saja, kita pasti ditinggal. Tetapi kalau menjadi orang luar biasa, pasti dicari orang," ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah bimtek selesai, melainkan menjadi bagian dari peningkatan kapasitas dan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi bencana di Kabupaten Pesisir Selatan.
"Saya berharap ini tidak selesai sampai di sini. Maka persiapkan diri kita semua sebaik-baiknya. Ikuti kegiatan ini secara maksimal dan mendalam," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Risnaldi juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas berpulangnya Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, yang meninggal dunia di Jakarta pada Minggu (20/9/2026).
Risnaldi menyampaikan duka cita kepada keluarga dan jajaran BNPB atas kepergian almarhum yang selama ini berkiprah dalam bidang rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Kegiatan Bimtek Jitupasna tersebut menghadirkan narasumber dari BNPB, yakni Priska Saragih dari Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, serta narasumber dari BPBD Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan turut dihadiri Sekretaris BPBD Pesisir Selatan Jafri beserta jajaran. Peserta kegiatan berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan organisasi vertikal.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan semakin memiliki pemahaman dan kemampuan dalam melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana sebagai dasar penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi secara terarah dan terukur.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.