Pesisir Selatan, — Anggota DPR RI, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr., menjadi narasumber utama dalam Talkshow Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Agenda bernuansa akademik dan edukatif tersebut dipusatkan di Hotel ZHM Premiere Padang pada Kamis (22/10/2026) mulai pukul 13.00 WIB.
Acara yang dipadati oleh pimpinan civitas akademika, dosen, serta ratusan mahasiswa calon pendidik tersebut mengangkat topik strategis bertajuk "AI Semakin Pintar, Apakah Kita Semakin Bijak? Transformasi Pendidikan Tinggi Islam di Era Artificial Intelligence: Peluang, Tantangan Etis, dan Reorientasi Peran Dosen".
Mengawali paparannya dengan dialog interaktif, Lisda mengajak para mahasiswa merefleksikan penggunaan aplikasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti ChatGPT dalam menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan. Srikandi legislatif ini menekankan bahwa AI memang mampu menyusun draf secara cepat dan rapi, namun cepat belum tentu tepat dan jawaban yang rapi belum tentu benar.
"Tempatkan AI sebagai asisten, membantu mencari ide, merancang latihan, menjelaskan konsep, dan mempersiapkan pembelajaran. Namun, keputusan akhir dan verifikasi tetap berada penuh di tangan manusia.Pertanyaan terpenting bukan seberapa sering kita memakai AI, melainkan apakah setelah itu kita menjadi lebih paham dan mampu," ujar Lisda Hendrajoni di hadapan peserta.
Lebih jauh, Politisi asal Sumatera Barat tersebut memaparkan tiga tantangan etika mendasar yang wajib dijawab di dunia pendidikan. Pertama adalah menjaga kejujuran akademik dengan tidak menjebak diri menjadikan AI sebagai jalan pintas berpikir. Kedua, penerapan prinsip tabayyun sesuai ajaran Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 6 untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi serta sumber pustaka sebelum disebarkan.
Tantangan ketiga mencakup aspek perlindungan data pribadi serta penjagaan sisi kemanusiaan. Lisda mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi AI, peran fisik dan hati nurani seorang dosen maupun guru tidak akan pernah tergantikan dalam membentuk karakter, keteladanan, serta memberikan pendampingan emosional kepada peserta didik.
Dari perspektif fungsi perwakilan rakyat, Anggota DPR RI ini mendorong empat agenda prioritas pemerintah demi pemerataan transformasi digital. Agenda tersebut mencakup pemerataan akses internet dan sarana belajar, peningkatan kapasitas digital pendidik, penetapan regulasi etika dan perlindungan data, serta penguatan sinergi kampus dengan sekolah di daerah terpencil.
Sebagai bentuk aksi nyata bagi mahasiswa FTK UIN IB Padang, Lisda mencetuskan tantangan praktis agar setiap mahasiswa mencoba menyusun draf bahan ajar dengan bantuan AI, lalu memverifikasinya bersama dosen dengan menyisipkan muatan budaya serta kearifan lokal Minangkabau.
"AI boleh semakin pintar, tetapi manusialah yang harus semakin bijak. Teknologi membantu kita menjawab pertanyaan, namun pendidikan Islam-lah yang membimbing kita menggunakan jawaban itu untuk kebaikan masyarakat," pungkas Lisda mengakhiri pemaparannya.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.