Pesisir Selatan, 15 Oktober 2018--Dengan tuntasnya pembangunan Daerah Irigasi (DI) Sawah Laweh di Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) sebagai mana ditargetkan tuntas pada Desember 2018, akan mampu meningkatkan produksi padi Pessel.
Sebab kehadiran DI dengan sumber dana berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp240 miliar itu, akan membuat lahan pertanian yang selama ini tadah hujan seluas 3000 hektar, akan beralih fungsi menjadi lahan produktif.
Bupati Pessel, Hendrajoni dengan didampingi Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Doni Gusrizal mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Senin (15/10) bahwa pembangunan DI Sawah Laweh Tarusan tersebut merupakan harapan masyarakat dari sejak lama.
" Sebab dengan selesainya pembangunan DI Sawah laweh itu nanti, maka seluas 3.000 hektare lahan tidak akan lagi tadah hujan. Direncanakan pembangunan DI dengan anggaran sebesar Rp240 miliar yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut, tuntas pada Desember 2018 ini," katanya.
Disampaikanya bahwa di Koto XI Tarusan ada seluas 3.000 hektare lahan sawah masyarakat hanya bisa digarap ketika masim hujan saja.
" Dengan selesainya pembangunan itu nanti, maka lahan seluas itu akan bisa digarap sepanjang tahun," ujarnya.
Sedangkan kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhortbun) Pessel, Jumsu Trisno saat dihubungi mengakui dengan berfungsinya DI Sawah Laweh itu nanti, maka produksi padi di daerah itu pada 2019 akan bisa meningkat.
" Peningkatan produksi itu kami perkirakan satu kali produksi. Karena dengan status sawah tadah hujan pada lahan 3.000 hektare tersebut, maksimal penggarapan hanya satu hingga dua kali dalam se tahun," ujarnya.
Di ungkapkanya bahwa tahun 2018 ini pihaknya mentargetkan produksi padi sebesar 340.000 ton. Target tersebut naik sebesar 30.000 ton dibanding tahun 2017, sebab di tahun 2017 itu produksi padi Pessel hanya sebesar 310.000 ton.
" Tahun 2014, produksi padi Pessel sebesar 313.654 ton dengan luas panen 61.035 hektare. Tahun 2015 meningkat menjadi 317.373 ton pada luas panen 62.325 hektare, memasuki tahun 2016 menurun menjadi 270.221 ton akibat terkena dampak bencana alam. Namun tahun 2017 kembali naik menjadi 310.000 ton. Melalui berbagai upaya yang dilakukan, sehingga kita mentargetkan produksi panen sebesar 340.000 ton tahun 2018 ini benar-benar tercapai nantinya," tutup Jumsu. (05)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.