PESISIR SELATAN - Pertukaran pengetahuan Kabupaten Timor Tengah Utara-Kabupaten Pesisir Selatan memasuki hari kedua. Kali ini, pembelajaran tidak berlangsung di ruang rapat, tetapi langsung di sawah Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Rabu (12/8).
Kepala Bapperida Kabupaten Pesisir Selatan, Subchandri mengatakan, Delegasi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, mempelajari dan mempraktikkan Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) yang dikenal masyarakat setempat sebagai*Sawah Pokok Murah (SPM)
Didampingi petani pakar dampingan Field UBI Asmarmon dan Darmini, rombongan belajar langsung dari pengalaman petani mulai dari pengelolaan lahan hingga pemanfaatan bahan alami untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.
MTOT bukan tentang memindahkan cara kerja dari satu tempat ke tempat lain, tapi tentang beradaptasi. Pesan ini menjadi inti pembelajaran.
Inovasi tidak harus dipindahkan begitu saja, tetapi harus dipahami, disesuaikan, dan dibuktikan manfaatnya sesuai kondisi daerah.
Pesisir Selatan sendiri memiliki sekitar 22.000 hektare sawah, dengan produksi sekitar 170.000 ton gabah kering per tahun dan surplus beras sekitar 50.000 ton. MTOT/SPM menjadi salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan lahan, termasuk sawah yang mengalami gangguan irigasi dan sawah tadah hujan.
"Yang menarik, Kabupaten Timor Tengah Utara kini telah menyiapkan 3 lokasi untuk tahap awal adaptasi MTOT di daerahnya, " Subchandri.
Sementara Pesisir Selatan akan belajar dari Kabupaten Timor Tengah Utara melalui praktik Eco-Enzyme. Dari TTU untuk Pesisir Selatan. Dari Pesisir Selatan untuk TTU. Saling belajar, saling menguatkan, bersama membangun pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
"Karena inovasi tidak cukup hanya diceritakan. Inovasi harus dipraktikkan, diadaptasi, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, " ucapnya.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.