Headline News

header-int

Perkuat Pelayanan Kesehatan dari Nagari, Pesisir Selatan Dorong Transformasi Posyandu

Sabtu, 31 Oktober 2026, 22:22:32 WIB - 16 | Kontributor : Novira Taufiq
Perkuat Pelayanan Kesehatan dari Nagari, Pesisir Selatan Dorong Transformasi Posyandu

Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, maupun peningkatan fasilitas publik, tetapi juga dari kualitas kesehatan masyarakat yang menjadi fondasi utama kemajuan suatu wilayah. Kabupaten Pesisir Selatan terus menghadapi tantangan untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang merata, mudah dijangkau, dan berkualitas. Di tengah luasnya wilayah serta keberagaman kondisi geografis yang terdiri atas kawasan pesisir, perbukitan, dan nagari-nagari yang tersebar di berbagai kecamatan, keberadaan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Salah satu perhatian yang berkembang dalam pembangunan kesehatan di Pesisir Selatan saat ini adalah penguatan fungsi Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu. Fasilitas pelayanan kesehatan yang selama ini dikenal masyarakat sebagai tempat penimbangan balita, pemberian imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak tersebut kini diarahkan untuk memiliki peran yang lebih luas. Posyandu didorong menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang mampu menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia.

 

Arah pengembangan tersebut menjadi penting karena kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat terus mengalami perubahan. Persoalan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penanganan penyakit ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga mencakup upaya pencegahan, pemantauan kondisi tubuh, edukasi pola hidup sehat, serta deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit. Dengan pelayanan yang lebih menyeluruh, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal dan memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan.

 

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni, sebelumnya mendorong optimalisasi fungsi Posyandu agar mampu memberikan pelayanan kepada seluruh kelompok usia. Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pergerakan Masyarakat Aktifkan Posyandu di Kecamatan Bayang Utara pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat nagari.

 

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki sebanyak 699 Posyandu yang tersebar di 182 nagari. Dari jumlah tersebut, sekitar 71,5 persen telah menjalankan pelayanan untuk seluruh siklus kehidupan, sedangkan 28,5 persen lainnya masih membutuhkan penguatan agar dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh. Data ini memperlihatkan bahwa Pesisir Selatan telah memiliki modal kelembagaan yang cukup besar dalam membangun pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, tetapi masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan agar seluruh Posyandu memiliki kemampuan pelayanan yang setara.

 

Keberadaan ratusan Posyandu tersebut merupakan potensi penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Posyandu berada di lingkungan tempat tinggal warga sehingga masyarakat tidak harus selalu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan dasar. Bagi keluarga yang memiliki bayi dan balita, keberadaan Posyandu membantu orang tua memantau pertumbuhan anak secara berkala. Bagi kelompok usia dewasa, Posyandu dapat menjadi tempat memperoleh edukasi kesehatan dan melakukan pemeriksaan dasar. Sementara itu, bagi masyarakat lanjut usia, pelayanan Posyandu dapat membantu pemantauan kondisi kesehatan serta meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebugaran tubuh.

 

Namun, keberhasilan pelayanan Posyandu tidak hanya ditentukan oleh jumlah fasilitas yang tersedia. Kualitas pelayanan sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, terutama para kader yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kader Posyandu memiliki peran strategis karena menjadi penghubung antara tenaga kesehatan dengan warga di lingkungan masing-masing. Mereka tidak hanya membantu pelaksanaan kegiatan rutin, tetapi juga berperan dalam memberikan informasi, mengajak masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan, serta membantu mengidentifikasi warga yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

 

Di Kabupaten Pesisir Selatan tercatat terdapat sekitar 3.495 kader Posyandu. Dari jumlah tersebut, sekitar 73 persen telah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi 25 kecakapan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas kader secara berkelanjutan agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas. Penguatan kompetensi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis dalam melaksanakan kegiatan Posyandu, tetapi juga menyangkut keterampilan komunikasi, pemahaman mengenai kesehatan keluarga, pencatatan, pelaporan, serta kemampuan memberikan edukasi yang mudah dipahami masyarakat.

 
Pengembangan kemampuan kader menjadi semakin penting ketika Posyandu diarahkan untuk melayani seluruh kelompok usia. Setiap kelompok masyarakat memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda. Bayi dan balita membutuhkan pemantauan pertumbuhan serta perkembangan, remaja membutuhkan edukasi mengenai kesehatan dan pola hidup yang baik, sementara orang dewasa memerlukan perhatian terhadap faktor risiko penyakit tidak menular. Adapun kelompok lanjut usia membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala agar kondisi tubuh tetap terjaga dan potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih dini.
 

Salah satu persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian masyarakat adalah meningkatnya risiko penyakit tidak menular. Hipertensi dan diabetes merupakan contoh penyakit yang sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Sebagian masyarakat baru mengetahui dirinya mengalami gangguan kesehatan setelah melakukan pemeriksaan atau ketika kondisi sudah cukup serius. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya.

 

Lisda Hendrajoni juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah secara berkala, setidaknya satu kali dalam setahun, sebagai bagian dari upaya deteksi dini risiko penyakit tidak menular. Selain pemeriksaan, masyarakat juga didorong menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS melalui aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayuran, menghindari kebiasaan merokok, serta membiasakan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

 
Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Pesisir Selatan juga terlihat melalui kegiatan pelacakan tuberkulosis atau TB yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis di Nagari Lunang. Kegiatan yang dilaksanakan Puskesmas Tanjung Beringin tersebut memperlihatkan pentingnya pendekatan pelayanan kesehatan yang aktif menjangkau masyarakat. Pelayanan kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan ketika mengalami keluhan, tetapi juga perlu melakukan upaya penemuan dini terhadap penyakit yang berpotensi berkembang dan menular di lingkungan masyarakat.
 

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang membutuhkan perhatian serius karena penularannya dapat terjadi melalui udara. Kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala, melakukan pemeriksaan, serta mengikuti pengobatan hingga tuntas menjadi bagian penting dalam pengendalian penyakit tersebut. Batuk yang berlangsung lama, demam, keringat pada malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta tubuh yang mudah lelah merupakan beberapa kondisi yang perlu mendapatkan perhatian dan pemeriksaan tenaga kesehatan. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut sebaiknya tidak menunda untuk berkonsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan.
 

Pelaksanaan pelacakan TB yang terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan gratis juga memperlihatkan bahwa pendekatan pelayanan terpadu dapat menjadi sarana untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan. Ketika kegiatan pemeriksaan dilakukan lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat, peluang warga untuk mendapatkan informasi dan mengakses layanan kesehatan menjadi semakin terbuka. Pendekatan seperti ini penting terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan atau memiliki keterbatasan dalam menjangkau fasilitas medis.

 

Tantangan pembangunan kesehatan di Pesisir Selatan memang tidak sederhana. Wilayah yang luas dan kondisi geografis yang beragam membutuhkan strategi pelayanan yang mampu menjangkau masyarakat secara merata. Ada masyarakat yang tinggal di kawasan pusat kecamatan dengan akses relatif mudah menuju fasilitas kesehatan, tetapi ada pula warga yang bermukim di wilayah pesisir, perbukitan, dan nagari dengan jarak tempuh cukup jauh. Perbedaan kondisi tersebut menuntut adanya penguatan pelayanan berbasis nagari agar kebutuhan kesehatan masyarakat dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.

 

Dalam kondisi demikian, Posyandu memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pemerintah nagari, kader, tenaga kesehatan, serta unsur masyarakat perlu membangun kerja sama agar kegiatan Posyandu tidak hanya berjalan sebagai agenda rutin, tetapi benar-benar memberikan manfaat. Kehadiran masyarakat dalam setiap kegiatan juga menjadi faktor penting. Sebab, fasilitas dan tenaga pelayanan yang tersedia tidak akan memberikan hasil maksimal apabila masyarakat belum memiliki kesadaran untuk memanfaatkannya.

 

Penguatan Posyandu juga harus diikuti dengan perbaikan tata kelola kelembagaan. Setiap Posyandu perlu memiliki pencatatan kegiatan yang tertib, data sasaran yang diperbarui, serta pembagian peran yang jelas antara kader dan tenaga kesehatan. Pendataan yang baik dapat membantu pemerintah mengetahui kelompok masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan secara optimal. Selain itu, pencatatan yang teratur dapat menjadi dasar evaluasi untuk melihat perkembangan pelayanan, mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, dan menentukan langkah perbaikan di masing-masing nagari.

 

Perhatian terhadap kualitas pelayanan kesehatan juga berkaitan dengan upaya membangun keluarga yang lebih sejahtera. Kesehatan anggota keluarga memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari, bekerja, belajar, dan berpartisipasi dalam pembangunan. Anak-anak yang tumbuh sehat memiliki peluang lebih baik untuk mengikuti proses pendidikan, sedangkan orang dewasa yang mampu menjaga kondisi kesehatannya dapat menjalankan aktivitas produktif dengan lebih optimal. Oleh karena itu, investasi pada pelayanan kesehatan dasar sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.

 

Di sisi lain, peningkatan kesadaran kesehatan perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Kebiasaan menjaga kebersihan rumah, memperhatikan kualitas makanan, menyediakan asupan gizi seimbang, melakukan aktivitas fisik, serta menghindari perilaku yang berisiko terhadap kesehatan merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar. Keluarga juga perlu membiasakan komunikasi mengenai kondisi kesehatan setiap anggota, sehingga perubahan kondisi tubuh dapat diketahui dan ditindaklanjuti lebih awal.

 

Pemerintah daerah bersama perangkat daerah terkait, pemerintah nagari, TP PKK, dan tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat. Pelayanan kesehatan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan ketika seseorang sakit, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan akan membantu masyarakat memahami bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada menunggu penyakit berkembang dan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.

 

Penguatan Posyandu juga perlu didukung dengan pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai. Ketersediaan alat pemeriksaan dasar, tempat pelayanan yang layak, administrasi yang tertib, serta dukungan operasional merupakan beberapa aspek yang memengaruhi kualitas pelayanan. Pemerintah nagari dapat berperan dalam mendukung keberlangsungan kegiatan Posyandu sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran yang dimiliki. Sementara itu, koordinasi dengan perangkat daerah terkait dibutuhkan agar kebutuhan peningkatan kapasitas dan standar pelayanan dapat dipenuhi secara bertahap.

 

Hal lain yang tidak kalah penting adalah percepatan registrasi Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal melalui Kementerian Dalam Negeri sebagaimana menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan di Bayang Utara. Penguatan administrasi dan standar pelayanan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas kelembagaan Posyandu serta memperjelas peran pelayanan yang harus tersedia bagi masyarakat. Dengan tata kelola yang semakin baik, Posyandu diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang memberikan manfaat lebih luas bagi kehidupan masyarakat di tingkat nagari.

 
Ke depan, keberhasilan transformasi Posyandu di Pesisir Selatan tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Semakin banyak warga yang melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, semakin baik pemantauan pertumbuhan anak, semakin meningkat pengetahuan keluarga mengenai pencegahan penyakit, serta semakin cepat masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dari keberhasilan upaya tersebut.
 

Dengan potensi 699 Posyandu yang tersebar di 182 nagari, Pesisir Selatan memiliki modal besar untuk membangun sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih dekat, inklusif, dan berkelanjutan. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan peningkatan kompetensi kader, dukungan tenaga kesehatan, penguatan kelembagaan, serta partisipasi aktif masyarakat. Transformasi pelayanan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah daerah hingga lingkungan keluarga.

 

Pada akhirnya, pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan Pesisir Selatan yang maju dan sejahtera. Masyarakat yang sehat menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan pembangunan, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik. Melalui penguatan Posyandu, pemeriksaan kesehatan gratis, deteksi dini penyakit, serta penerapan pola hidup sehat, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan diharapkan terus memperluas akses pelayanan kesehatan hingga ke tingkat nagari. Sebab, pembangunan daerah yang sesungguhnya bukan hanya tentang membangun fasilitas dan infrastruktur, tetapi juga memastikan setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat, produktif, dan memperoleh pelayanan yang layak.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube