PESISIR SELATAN -- Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalui Bidang Perkebunan melaksanakan sosialisasi pengadaan bibit kelapa sawit bagi calon penerima bantuan di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Hamdi, saat dihubungi Senin (29/6) menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar Rabu (24/6) lalu tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman petani terhadap penggunaan bibit unggul dan teknik budidaya yang benar.
Ia menegaskan bahwa program bantuan bibit sawit harus diiringi dengan peningkatan kapasitas petani agar hasil yang diperoleh optimal.
Hamdi menyebutkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong petani untuk menggunakan bibit berlabel sebagai langkah awal meningkatkan produktivitas perkebunan.
“Bibit unggul menjadi faktor utama keberhasilan kebun sawit, sehingga petani harus benar-benar memahami proses pemilihan hingga penanaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sektor perkebunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Menurutnya, praktik budidaya yang baik akan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan petani.
Hamdi menambahkan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam pengembangan sektor perkebunan. Oleh karena itu, ia mendorong petani memanfaatkan peluang pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
“Petani harus proaktif memanfaatkan program seperti peremajaan sawit rakyat, bantuan sarana prasarana, hingga beasiswa sawit agar pengembangan sektor ini berjalan maksimal,” katanya.
Ia juga mengimbau petani agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan tidak melakukan ekspansi ke kawasan hutan. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada keberlanjutan usaha perkebunan.
Hamdi berharap melalui sosialisasi tersebut, petani dapat menerapkan prinsip Good Agriculture Practice (GAP) dalam setiap tahapan budidaya. Ia menilai penerapan GAP akan meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
“Ke depan, kami berharap petani tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan usaha agar hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Sementara itu, Fungsional Pengawas Benih Tanaman, Fetmawati, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya penggunaan benih berkualitas.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan bibit berlabel akan menentukan pertumbuhan tanaman serta hasil produksi di masa mendatang. Oleh karena itu, petani diminta tidak sembarangan memilih benih.
Dalam kegiatan tersebut, dua kelompok tani calon penerima bantuan, yakni Kelompok Tani Ginting Hilir dan Malempang, mengikuti sosialisasi dengan antusias.
Narasumber kegiatan, Wardi, menyampaikan materi teknis budidaya kelapa sawit secara menyeluruh, mulai dari seleksi benih hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Ia menekankan bahwa isu negatif terkait kelapa sawit, seperti kerusakan lingkungan, harus dijawab dengan praktik budidaya yang benar dan berkelanjutan.
Menurutnya, petani harus memperhatikan tahapan pembukaan lahan, pembuatan lubang tanam, penggunaan tanaman penutup, hingga pola tumpang sari agar hasil yang diperoleh maksimal.
Wardi juga mengingatkan bahwa sebagian besar lahan calon kebun berada di daerah miring, sehingga petani perlu memperhatikan teknik pembuatan piringan dan lubang tanam sesuai standar agar tanaman tidak mudah tumbang.
Ia menilai masih rendahnya kesadaran petani dalam menerapkan teknik budidaya yang baik menjadi tantangan yang harus diatasi melalui edukasi berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap petani mampu mengelola kebun sawit secara profesional, produktif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.